Ilustrasi (sumber : Pixabay/pexels)

EMBRACE Test & PRP Therapy, Begini Cara Teknologi Bantu Wujudkan Mimpi Jadi Orang Tua

03 November 2025   |   11:00 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Bagi banyak pasangan, perjalanan menuju kehamilan bukanlah perkara sederhana. Di balik harapan melihat dua garis merah di test pack, tersimpan perjuangan panjang yang penuh harap, ketekunan, serta dukungan ilmu pengetahuan dan doa yang tak henti.

Kini, seiring pesatnya kemajuan dunia medis, teknologi fertilitas terus menghadirkan inovasi untuk membantu pasangan yang tengah berjuang meraih impian memiliki buah hati. Indonesia pun termasuk negara yang kian terbuka dan aktif mengadopsi berbagai metode modern tersebut, memberi harapan baru bagi banyak keluarga.

Baca juga: Mengupas Tantangan Fertilitas: Kombinasi Faktor Medis, Psikologis, dan Teknologi

Beruntung saat ini makin banyak teknologi yang dapat membantu meningkatkan peluang keberhasilan program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) antara lain teknologi EMBRACE Test dan PRP Therapy. Keduanya menawarkan pendekatan yang lebih aman, akurat, dan personal dalam meningkatkan peluang kehamilan, terutama bagi mereka yang sudah lama berjuang namun belum berhasil.
 

1. EMBRACE Test: Seleksi Embrio Tanpa Biopsi

EMBRACE Test merupakan teknologi seleksi embrio tanpa biopsi, yang menganalisis cairan kultur embrio untuk menilai kualitasnya tanpa tindakan invasif. Cara ini dinilai lebih aman, karena tidak mengganggu embrio namun tetap memberikan informasi penting bagi dokter untuk memilih embrio terbaik yang siap ditransfer ke rahim.

“Pemilihan embrio yang tepat adalah kunci keberhasilan program bayi tabung. EMBRACE Test memberi kami informasi yang lebih akurat tanpa mengganggu embrio,” jelas dr. Beeleonie, B.MedSc, Sp.OG, Subsp.FER Spesialis Obgyn dari Bocah Indonesia.

Teknologi ini menjadi solusi bagi pasien dengan riwayat gagal IVF berulang, karena mampu meningkatkan peluang implantasi yang sukses tanpa risiko tambahan.


2. PRP Therapy: Optimalkan Lingkungan Rahim dan Ovarium

Inovasi berikutnya datang dari Platelet-Rich Plasma Therapy (PRP) , sebuah prosedur yang menggunakan plasma darah pasien sendiri untuk memperbaiki kondisi rahim dan ovarium.

Dr. Geraldo Laurus, Sp.And, Spesialis Andrologi Bocah Indonesia mengatakan, terapi PRP bekerja dengan merangsang regenerasi jaringan sehingga meningkatkan ketebalan lapisan rahim, membantu penyembuhan inflamasi, serta mendukung kualitas sel telur terutama pada wanita dengan cadangan ovarium rendah.

“Pendekatan ini membantu tubuh pasien memulihkan diri secara alami, menciptakan lingkungan yang lebih sehat untuk terjadinya implantasi dan pembuahan,” terang dr. Geraldo.

PRP menjadi harapan baru bagi banyak pasangan, terutama mereka yang mengalami lapisan rahim tipis, riwayat gagal implantasi, atau penurunan kualitas oosit. Dengan mengandalkan sel dan plasma tubuh sendiri, metode ini meminimalkan risiko sekaligus memaksimalkan potensi alami tubuh untuk menerima kehamilan.

Namun, keberhasilan program IVF sejatinya tidak hanya bergantung pada teknologi. Faktor emosional, dukungan pasangan, hingga kesiapan mental juga memainkan peran besar dalam prosesnya.

“Kami ingin memastikan setiap pasangan mendapatkan strategi yang tepat sesuai kondisi unik mereka. Karena setiap langkah menuju garis dua itu sangat berarti," ujar dr. Cynthia Agnes Susanto, B.MedSc, Sp.OG.

Dengan perpaduan antara sains, empati, dan pendekatan yang personal, Bocah Indonesia terus menjadi bagian dari kisah banyak keluarga yang akhirnya berhasil mewujudkan impian mereka.

Dalam momen peringatan World Fertility Day, Bocah Indonesia kembali menghadirkan Bocah Fertility Week (BFW) 2025 dengan tema “Hope Starts Here” sebuah ruang harapan bagi Ayah Bunda Pejuang Dua Garis untuk belajar, berbagi, dan percaya lagi bahwa keajaiban bisa terwujud lewat ilmu pengetahuan.

Bocah Fertility Week 2025 juga menghadirkan sesi edukatif bersama dokter-dokter spesialis dari dalam dan luar negeri, termasuk Prof. William Ledger dari Australia.

Tak hanya itu, acara ini juga menampilkan Art of Fertility Exhibition sebuah pameran yang menggambarkan perjalanan para pejuang promil dalam bentuk karya seni yang menyentuh hati.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
 

SEBELUMNYA

Padi Reborn Rayakan 28 Tahun Perjalanan Musik dengan Rilis Single “Ego”

BERIKUTNYA

Game Changer Jakarta Menuju Kota Global Dikupas di IdeaFest 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga