Campak Merebak di Berbagai Daerah, Kenali Gejala & Penularannya
29 October 2025 |
15:00 WIB
Kasus campak merebak di sejumlah daerah di Indonesia. Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI per September 2025, secara nasional tercatat ada 46 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di 42 kabupaten/kota di 14 provinsi dengan total 2.139 suspek campak, 205 kasus positif, dan 17 kematian.
Kemenkes RI mencatat KLB campak terjadi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dengan lebih dari 2.000 kasus suspek dan 17 anak meninggal dunia. Kasus ini tersebar di 26 kecamatan dan mayoritas terjadi pada anak yang tidak pernah mendapatkan imunisasi campak.
Tidak hanya Sumenep, Kabupaten Lamongan juga melaporkan 5 kasus campak sepanjang 2025. Sementara itu, Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau, hingga 21 Oktober 2025 tercatat 520 kasus suspek campak, dengan 89 kasus terkonfirmasi positif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.
Baca juga: 23.000 Kasus Suspek Campak 2025, Kemenkes Ingatkan Pentingnya Imunisasi
Baca juga: 23.000 Kasus Suspek Campak 2025, Kemenkes Ingatkan Pentingnya Imunisasi
Begitu pun di Kota Tangerang, Banten, Dinas Kesehatan setempat melaporkan sepanjang tahun 2025 sampai saat ini, tercatat sebanyak 66 kasus campak telah ditemukan di berbagai wilayah di Kota Tangerang. Angka ini, bisa terus meningkat seiring penyelidikan epidemiologi kasus campak yang dilakukan 39 puskesmas di Kota Tangerang secara door to door ke rumah masyarakat.
Sementara di Jakarta dilaporkan terdapat 218 kasus campak dan 63 kasus rubela yang sudah terkonfirmasi sejak Januari hingga September 2025. Adapun, tidak ada laporan kematian sampai saat ini.
Peningkatan kasus campak di berbagai daerah tentunya menjadi alarm bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala dan penularan penyakit ini, salah satunya dengan memastikan telah mendapatkan vaksinasi campak tepat waktu dan lengkap. Oleh karena itu, penting untuk memahami lebih lanjut terkait penyakit campak.
Gejala & Penularan Campak
Dilansir dari laman resmi Kemenkes RI, campak atau measles adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat menular yang disebabkan oleh virus measles. Penyakit ini paling sering terjadi pada anak-anak berusia di bawah lima tahun, meski siapapun bisa terinfeksi virusnya. Seseorang juga semakin rentan untuk terkena campak bila belum pernah terkena penyakit tersebut atau belum mendapatkan vaksinasi.
Penyakit ini termasuk sangat menular dan dapat menyebar dengan cepat melalui percikan air liur (droplet) saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Tingkat penularannya sangat tinggi. Bila ada 10 orang yang belum pernah divaksin campak dan terpapar penderita, maka 9 di antaranya hampir pasti tertular.
Campak ditandai dengan ruam kulit di seluruh tubuh dan gejala seperti flu. Namun, campak tidak langsung menimbulkan ruam sejak awal dan gejalanya berkembang dalam beberapa tahap. Pada gejala awal selama 1-4 hari, penderita campak biasanya akan mengalami beberapa gejala berikut.
- Demam tinggi mendadak
- Pilek dan batuk kering
- Mata merah dan berair (konjungtivitis)
- Tubuh lemas dan tidak nafsu makan
Selain itu, gejalanya disertai dengan tanda khas yakni koplik spot, bercak putih kecil di dalam mulut bagian dalam, biasanya di pipi. Koplik spot biasanya muncul sebelum ruam, di mana tanda ini sering membantu dokter menegakkan diagnosis campak.
Lalu, pada gejala lanjutan, penderita campak akan mengalami ruam kemerahan yang muncul mulai dari wajah, leher, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Demam biasanya semakin tinggi saat ruam keluar. Adapun pada masa menular, penderita bisa menularkan 4 hari sebelum ruam muncul hingga 4 hari setelah ruam keluar.
Pengobatan & Pencegahan Campak
Jika anak ataupun anggota keluarga mulai menunjukkan tanda-tanda campak, berikut langkah yang sebaiknya dilakukan:
1. Segera Periksakan ke Fasilitas Kesehatan
- Bawa pasien ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit untuk pemeriksaan medis.
- Hindari pengobatan sendiri tanpa petunjuk tenaga kesehatan.
2. Pisahkan Pasien dari Orang Lain
- Campak sangat menular, terutama pada mereka yang belum imunisasi.
- Pasien sebaiknya tidak berinteraksi dengan banyak orang sampai dinyatakan aman.
3. Berikan Perawatan di Rumah
- Pastikan pasien cukup istirahat.
- Penuhi kebutuhan cairan (air putih, susu, sup).
- Berikan makanan bergizi meski pasien tidak nafsu makan.
4. Kendalikan Demam
Kompres hangat dan obat penurun panas sesuai petunjuk dokter.
5. Waspadai Tanda Bahaya
Segera ke IGD bila muncul:
- Sesak napas
- Kejang
- Pasien sangat lemah dan tidak mau makan/minum
- Tanda dehidrasi (mulut kering, jarang buang air kecil)
6. Berikan Vitamin A
Sesuai anjuran WHO dan Kemenkes, pasien penderita campak perlu mendapat vitamin A dosis tinggi sesuai usia.
Dengan langkah ini, dapat membantu mencegah kondisi pasien campak memburuk dan mengurangi risiko komplikasi serius. Selain itu, campak sebenarnya bisa dicegah dengan sangat efektif melalui imunisasi. Inilah langkah-langkah pencegahannya:
1. Imunisasi MR (Measles-Rubella):
- Diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat anak masuk SD.
- Vaksin ini melindungi dari dua penyakit berbahaya sekaligus, campak dan rubella.
2. Outbreak Response Immunization (ORI):
Imunisasi darurat yang dilakukan di daerah KLB untuk menghentikan penyebaran wabah.
Contohnya, di Sumenep tahun 2025, ribuan dosis vaksin MR didistribusikan untuk anak-anak usia 9 bulan–6 tahun.
3. Lengkapi imunisasi yang tertunda:
Jika belum mendapat vaksin MR, segera lengkapi di puskesmas atau dokter terdekat.
4. Jaga daya tahan tubuh
Asupan gizi seimbang, istirahat cukup, dan kebersihan lingkungan dapat membantu mencegah penularan.
Baca juga: Daftar Mitos Campak yang Keliru di Masyarakat
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.