Menengok Koleksi Desainer Finalis LPM di Jakarta Fashion Week 2026
28 October 2025 |
17:00 WIB
Jakarta Fashion Week 2026 resmi dibuka pada Senin, 27 Oktober 2025 melalui pergelaran bertajuk “Past, Present, Future” yang menampilkan karya para finalis Lomba Perancang Mode (LPM) 2025, serta dua alumni berbakat, Ardina Gona Gan lewat label GONA dan Lutfiana Rusda lewat label PROJECTLULU.
Panggung pembuka ini menjadi puncak perjalanan panjang para finalis yang telah melewati proses pelatihan intensif dan penjurian ketat dari para ahli terbaik di industri mode Indonesia.
Baca juga: 9 Desainer Perempuan Tampil di Fashion Presentation The Revival of Miracle jelang JFW 2026
Showcase LPM menjadi salah satu runway paling dinantikan setiap tahun di Jakarta Fashion Week, sebab program ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari DNA JFW. Selama lebih dari enam dekade, LPM konsisten melahirkan generasi desainer muda yang membawa semangat segar bagi dunia mode Tanah Air.
Sebelum pertunjukan dimulai, venue sudah dipadati penonton. Barisan depan tampak diwarnai senyum penuh harapan dari keluarga dan sahabat para finalis, yang sebagian besar merupakan wajah baru di industri mode Indonesia. Di ujung lain runway, jajaran juri seperti Ajeng Swastiari, Denny Wirawan, Rama Dauhan, Hian Tjen, Stella Risa, serta Lisa Malonda dari Istituto Marangoni, terlihat fokus saat menilai koleksi para finalis yang telah mereka bimbing.
Momen ini menjadi penentu perjalanan panjang yang telah dilalui para peserta hingga akhirnya tiba di panggung puncak Lomba Perancang Mode 2025. Sejak tahap awal yang dimulai pada Juni 2025, para peserta harus melalui proses kurasi, pitching, hingga sesi kritik mendalam bersama para juri.
Dari seleksi ketat tersebut, hanya tujuh desainer terpilih yang mendapat kesempatan untuk mempresentasikan gagasan dan karakter desain khas mereka di Jakarta Fashion Week 2026.
Sepanjang kompetisi, para finalis tidak hanya dituntut untuk berinovasi dalam rancangan busana, tetapi juga membuktikan kemampuan mereka bersaing di tengah industri mode yang semakin dinamis dan kompetitif, khususnya dalam menafsirkan tren fesyen 2026. Berikut tujuh koleksi menawan dipresentasikan oleh para finalis:
Unsur budaya dan mitologi menjadi benang merah dalam beberapa koleksi, seperti karya Adinda Tri Lovely yang menghidupkan kembali sosok mitologis Kilin dari warisan batik pesisir dalam siluet biru futuristik yang tajam, atau Tri Mulyono yang menafsirkan filosofi motif batik Beras Tumpah serta teknik anyaman bambu menjadi busana berpotongan renaissance yang lembut dan romantis.
Sementara itu, Carolin Valentina mengangkat isu lingkungan melalui koleksi Molting Forest, terinspirasi dari perubahan tekstur hutan Kalimantan akibat iklim, diwujudkan dalam abstract pattern pada trench coats bergaya smart-casual.
Panggung mode JFW kian semarak dengan tampilnya karya dua alumni, Ardina Gona Gan (LPMM 2022) dan Lutfiana Rusda (LPM 2023), yang kini menunjukkan kematangan visi dan karakter desain mereka.
Kehadiran keduanya bukan sekadar nostalgia, tetapi menjadi bukti nyata bahwa LPM dan LPMM berperan penting sebagai katalis dalam pembentukan identitas kreatif desainer muda Indonesia.
Menutup pergelaran, Andandika Surasetja selaku Creative Director Jakarta Fashion Week 2026 mengumumkan tiga pemenang LPM tahun ini, yakni:
Melalui ajang ini, desainer muda mendapatkan ruang untuk bereksperimen, mengekspresikan ide, dan menorehkan langkah pertama mereka di panggung mode nasional.
Baca juga: Fakta Menarik Victoria’s Secret Fashion Show 2025, Kembalinya The OG Angels dan Curvy Model
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Panggung pembuka ini menjadi puncak perjalanan panjang para finalis yang telah melewati proses pelatihan intensif dan penjurian ketat dari para ahli terbaik di industri mode Indonesia.
Baca juga: 9 Desainer Perempuan Tampil di Fashion Presentation The Revival of Miracle jelang JFW 2026

Koleksi Mera Chu oleh Merah Chumaero (Sumber Foto: JFW 2026)
Sebelum pertunjukan dimulai, venue sudah dipadati penonton. Barisan depan tampak diwarnai senyum penuh harapan dari keluarga dan sahabat para finalis, yang sebagian besar merupakan wajah baru di industri mode Indonesia. Di ujung lain runway, jajaran juri seperti Ajeng Swastiari, Denny Wirawan, Rama Dauhan, Hian Tjen, Stella Risa, serta Lisa Malonda dari Istituto Marangoni, terlihat fokus saat menilai koleksi para finalis yang telah mereka bimbing.
Momen ini menjadi penentu perjalanan panjang yang telah dilalui para peserta hingga akhirnya tiba di panggung puncak Lomba Perancang Mode 2025. Sejak tahap awal yang dimulai pada Juni 2025, para peserta harus melalui proses kurasi, pitching, hingga sesi kritik mendalam bersama para juri.
Dari seleksi ketat tersebut, hanya tujuh desainer terpilih yang mendapat kesempatan untuk mempresentasikan gagasan dan karakter desain khas mereka di Jakarta Fashion Week 2026.
Sepanjang kompetisi, para finalis tidak hanya dituntut untuk berinovasi dalam rancangan busana, tetapi juga membuktikan kemampuan mereka bersaing di tengah industri mode yang semakin dinamis dan kompetitif, khususnya dalam menafsirkan tren fesyen 2026. Berikut tujuh koleksi menawan dipresentasikan oleh para finalis:
- Selaraserupa oleh Adinda Tri Lovely Mulyadi dengan koleksi ‘Kilin: Spirit of Timeless Grace’.
- Mera Chu oleh Merah Chumaero dengan koleksi ‘Where It Begins’.
- Nikhim oleh Carolin Valentina dengan koleksi ‘Molting Forest’.
- KANAL oleh Rahma Safira Almadina dengan koleksi ‘Her Season’.
- Iyomono oleh Tri Mulyono dengan koleksi ‘Beras Tumpah’.
- PROSA archive oleh Zoe Millenia dengan koleksi ‘Enigma’.
- Brilianto dengan koleksi ‘Mahakirti’.
Unsur budaya dan mitologi menjadi benang merah dalam beberapa koleksi, seperti karya Adinda Tri Lovely yang menghidupkan kembali sosok mitologis Kilin dari warisan batik pesisir dalam siluet biru futuristik yang tajam, atau Tri Mulyono yang menafsirkan filosofi motif batik Beras Tumpah serta teknik anyaman bambu menjadi busana berpotongan renaissance yang lembut dan romantis.
Sementara itu, Carolin Valentina mengangkat isu lingkungan melalui koleksi Molting Forest, terinspirasi dari perubahan tekstur hutan Kalimantan akibat iklim, diwujudkan dalam abstract pattern pada trench coats bergaya smart-casual.
Jejak Alumni di Panggung LPM

Koleksi Ardina Gona Gan (Sumber Foto: Jfw 2026)
Kehadiran keduanya bukan sekadar nostalgia, tetapi menjadi bukti nyata bahwa LPM dan LPMM berperan penting sebagai katalis dalam pembentukan identitas kreatif desainer muda Indonesia.
Menutup pergelaran, Andandika Surasetja selaku Creative Director Jakarta Fashion Week 2026 mengumumkan tiga pemenang LPM tahun ini, yakni:
- Juara 1: Carolin Valentina
- Juara 2: Tri Mulyono
- Juara 3: Adinda Tri Lovely
Melalui ajang ini, desainer muda mendapatkan ruang untuk bereksperimen, mengekspresikan ide, dan menorehkan langkah pertama mereka di panggung mode nasional.
Baca juga: Fakta Menarik Victoria’s Secret Fashion Show 2025, Kembalinya The OG Angels dan Curvy Model
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.