Optimisme Anastasia Irene Bawa 910Nineten ke IPO dan Valuasi Rp1 Triliun
28 October 2025 |
08:00 WIB
Berawal dari kecintaannya terhadap dunia brand dan sepatu, Anastasia Irene berhasil membawa 910Nineten dari mimpi sederhana menjadi salah satu brand sepatu lokal terkemuka di Indonesia. Dalam delapan tahun, brand ini tumbuh pesat dan kini menatap target besar: IPO pada 2029 dan valuasi Rp1 triliun di 2030.
Di balik perjalanan itu, ada kisah panjang tentang keyakinan, konsistensi, dan semangat untuk membangun brand lokal yang mampu bersaing di pasar global. Anastasia Irene, sang pendiri sekaligus CEO 910Nineten, berbagi cerita tentang awal mula berdirinya brand ini, tantangan yang dihadapi, hingga strategi membangun kepercayaan konsumen di tengah dominasi brand internasional.
Baca Juga: SZA Ditunjuk Sebagai Direktur Kreatif Vans, Siap Desain Koleksi Sepatu Eksklusif
Berikut petikan wawancara Hypeabis.id bersama Anastasia Irene, CEO 910Nineten, mengenai perjalanan bisnisnya, filosofi di balik nama brand, hingga visi besar membawa 910Nineten menjadi kebanggaan Indonesia di kancah global.
Setelah itu saya bekerja di Jakarta, sempat bergabung dengan brand besar seperti Converse dan League. Dari situ saya semakin jatuh cinta dengan dunia sepatu karena ternyata sepatu setelah digali lebih lagi itu punya karakter dan keunikan tersendiri. Akhirnya, saya memutuskan untuk membangun brand sendiri sekitar 8 tahun lalu yang fokus pada sepatu olahraga, khususnya running shoes.
Sepatu sudah seperti kebutuhan, dan saya spesiifik Sepatu olahraga karena gaya hidup sehat dianjurkan dan diharuskan, hidup sehat sudah jadi gaya hidup juga. Itu saya lihat dari running industri yang makin marak.
Dengan populasi Indonesia yang besar dan kesadaran hidup sehat yang terus meningkat, saya melihat peluang besar di industri ini. Itulah mengapa 910Nineten saya posisikan sebagai brand yang fokus pada dunia running baik untuk road running maupun trail running.
Jadi, bagi saya pribadi ini justru menjadi tantangan sekaligus kebanggaan tersendiri bahwa perempuan juga bisa memimpin industri yang selama ini dianggap “maskulin”. Bukan untuk membuktikan, tapi untuk menunjukkan bahwa kemampuan itu tidak ditentukan oleh gender.
Selain itu, kami juga punya line recovery dan daily running, supaya pelari bisa tetap nyaman bahkan di aktivitas sehari-hari.
Kami aktif melakukan grassroot movement dengan cara ikut berlari bersama komunitas, influencer, dan atlet. Dari situ muncul kepercayaan dan kebanggaan terhadap produk lokal. Sekarang semakin banyak orang yang bangga pakai brand lokal, dan kami ingin hadir bukan hanya karena tren “bangga lokal”, tapi karena kualitas dan teknologi kami memang layak dibanggakan.
Sekarang penjualan kami sudah mencapai sekitar 90.000 pasang per bulan, dengan model paling laris di kategori daily dan recovery running shoes yang bisa dipakai untuk sehari-hari dan juga untuk olahraga lari.
Kami ingin menunjukkan bahwa brand lokal bisa berdiri di kaki sendiri, bersaing di panggung global, dan membanggakan Indonesia.
Baca Juga: Dari Candaan Jadi Cuan: Dua Sahabat Sukses Lewat Brand Machu Picchu
Di balik perjalanan itu, ada kisah panjang tentang keyakinan, konsistensi, dan semangat untuk membangun brand lokal yang mampu bersaing di pasar global. Anastasia Irene, sang pendiri sekaligus CEO 910Nineten, berbagi cerita tentang awal mula berdirinya brand ini, tantangan yang dihadapi, hingga strategi membangun kepercayaan konsumen di tengah dominasi brand internasional.
Baca Juga: SZA Ditunjuk Sebagai Direktur Kreatif Vans, Siap Desain Koleksi Sepatu Eksklusif
Berikut petikan wawancara Hypeabis.id bersama Anastasia Irene, CEO 910Nineten, mengenai perjalanan bisnisnya, filosofi di balik nama brand, hingga visi besar membawa 910Nineten menjadi kebanggaan Indonesia di kancah global.
Bisa diceritakan bagaimana awal mula berdirinya 910Nineten dan apa yang membuat Ibu tertarik mengembangkan bisnis ini?
Sebenarnya semua berawal dari ketertarikan saya terhadap brand. Sebelumnya saya sudah lebih dulu terlibat dalam bisnis keluarga di Bali yang bergerak di bidang clothing brand bertema surf and skate. Dari situ saya belajar banyak tentang membangun brand, terutama dari paman saya.Setelah itu saya bekerja di Jakarta, sempat bergabung dengan brand besar seperti Converse dan League. Dari situ saya semakin jatuh cinta dengan dunia sepatu karena ternyata sepatu setelah digali lebih lagi itu punya karakter dan keunikan tersendiri. Akhirnya, saya memutuskan untuk membangun brand sendiri sekitar 8 tahun lalu yang fokus pada sepatu olahraga, khususnya running shoes.
Sepatu sudah seperti kebutuhan, dan saya spesiifik Sepatu olahraga karena gaya hidup sehat dianjurkan dan diharuskan, hidup sehat sudah jadi gaya hidup juga. Itu saya lihat dari running industri yang makin marak.

CEO 910Nineten Anastasia Irene (sumber : Dewi Andriani/Hypeabis)
Mengapa memilih fokus di sepatu lari?
Karena saya melihat lari adalah olahraga paling sederhana dan bisa dilakukan siapa saja. Lari itu bagian dari gaya hidup sehat yang kini menjadi tren. Orang bisa lari kapan pun, di mana pun, tanpa butuh alat khusus.Dengan populasi Indonesia yang besar dan kesadaran hidup sehat yang terus meningkat, saya melihat peluang besar di industri ini. Itulah mengapa 910Nineten saya posisikan sebagai brand yang fokus pada dunia running baik untuk road running maupun trail running.
Kalau boleh tahu kenapa Namanya “910Nineten”, apa filosofi di balik nama “910Nineten” itu sendiri?
Filosofinya sederhana tapi kuat. Angka 9 dan 10 itu menggambarkan sesuatu yang tinggi, seperti cita-cita, mimpi, dan standar yang ingin dicapai. Saya percaya bahwa dalam hidup kita harus punya mimpi setinggi-tingginya dan berusaha mencapainya. Jadi 910 itu bukan sekadar angka, tapi simbol dari semangat untuk mencapai yang terbaik.Sebagai perempuan yang memimpin industri sepatu, yang biasanya didominasi laki-laki, bagaimana pandangan Ibu mengenai hal ini?
Kalau bicara gender, saya melihat sekarang sudah cukup seimbang. Hanya memang kalau dilihat dari industri sepatu lokal, kebanyakan yang memimpin adalah laki-laki.Jadi, bagi saya pribadi ini justru menjadi tantangan sekaligus kebanggaan tersendiri bahwa perempuan juga bisa memimpin industri yang selama ini dianggap “maskulin”. Bukan untuk membuktikan, tapi untuk menunjukkan bahwa kemampuan itu tidak ditentukan oleh gender.
Di tengah persaingan yang ketat saat ini, apa yang menjadi pembeda 910Nineten dari brand sepatu lain, baik lokal maupun internasional?
Kami spesifik di sepatu lari. Tidak ingin setengah-setengah, jadi semua energi dan riset kami arahkan ke sana. Kami berinovasi lewat teknologi dan material global misalnya upper menggunakan teknologi Matrix dari Prancis, outsole dengan Vibram, hingga midsole menggunakan bahan Carbitex atau Adlon Ply untuk menyesuaikan kebutuhan pelari, apakah untuk kecepatan atau jarak jauh.Selain itu, kami juga punya line recovery dan daily running, supaya pelari bisa tetap nyaman bahkan di aktivitas sehari-hari.
Koleksi terbaru 910Nineten kali ini bertajuk Nocturnal untuk musim Spring/Summer 2026. Apa keistimewaan dari koleksi ini?
Untuk musim Spring/Summer kali ini, kami mengusung konsep Nocturnal sebuah narasi tentang energi dan pergerakan yang terus hidup, bahkan di tengah gelapnya malam. Seluruh produk yang akan dirilis pada Januari hingga Juni 2026 ini, mulai dari lini running, trail running, hingga kategori baru hiking, dirancang berdasarkan konsep tersebut.
Kegiatan HIKE & CLEAN dari 910Nineten (sumber : 910Nineten)
Ada kategori baru yang diperkenalkan di musim ini. Bisa diceritakan lebih lanjut?
Yang paling menarik, untuk pertama kalinya kami menghadirkan sepatu hiking dalam koleksi 910Nineten. Selama ini kami dikenal lewat lini running dan trail, namun di musim ini kami memperluas jangkauan dengan merilis sepatu hiking yang dirancang khusus untuk aktivitas outdoor.Bagaimana strategi 910Nineten membangun brand awareness di tengah dominasi brand global?
Kami sadar, masyarakat masih menganggap “cool” itu identik dengan global brand. Maka strategi kami adalah memberikan value nyata melalui inovasi dan komunitas.Kami aktif melakukan grassroot movement dengan cara ikut berlari bersama komunitas, influencer, dan atlet. Dari situ muncul kepercayaan dan kebanggaan terhadap produk lokal. Sekarang semakin banyak orang yang bangga pakai brand lokal, dan kami ingin hadir bukan hanya karena tren “bangga lokal”, tapi karena kualitas dan teknologi kami memang layak dibanggakan.
Apakah 910Nineten juga sudah go international?
Sudah. Saat ini kami sudah masuk ke Malaysia dan Singapura, serta mulai ekspor ke Dubai dan Arab Saudi. Bulan Desember nanti saya akan berangkat ke Amerika untuk mengikuti running event dan bertemu dengan komunitas, retailer, dan distributor seperti Amazon dan eBay. Jadi memang kami sedang membuka jalan untuk memperluas pasar global.Bagaimana perjalanan bisnisnya sejauh ini? Apakah sempat mengalami masa sulit?
Tentu. Lima tahun pertama itu sangat berat. Karena membangun brand lokal di tengah dominasi global brand tidak mudah. Namun titik baliknya justru datang saat pandemi. Ketika orang tidak bisa ke gym dan mulai berlari di sekitar rumah, permintaan sepatu lari lokal meningkat drastis. Dari 2019 ke 2020, penjualan kami tumbuh 70–80%, 2023 ke 2024 juga baik 70%, dan terus naik 40% di tahun 2024 ke 2025.Sekarang penjualan kami sudah mencapai sekitar 90.000 pasang per bulan, dengan model paling laris di kategori daily dan recovery running shoes yang bisa dipakai untuk sehari-hari dan juga untuk olahraga lari.
Selama membangun bisnis hingga saat ini, pelajaran berharga apa yang bisa Ibu sharing?
Dua hal yaitu keyakinan dan konsistensi. Banyak orang menyerah di tengah jalan karena merasa bisnisnya sulit. Padahal kalau kita yakin dan konsisten, hasilnya akan datang karena memang tidak ada yang instan dalam membangun brand.Apa pesan Ibu untuk generasi muda yang ingin membangun brand lokal?
Generasi sekarang itu luar biasa kreatif, cepat belajar, dan punya ide brilian. Hanya kadang kurang sabar dengan proses. Kalau mau terjun ke bisnis, belajarlah, sabar, dan nikmati prosesnya. Jangan buru-buru ingin sukses. Semua butuh waktu.Apa target jangka panjang 910Nineten?
Saya ingin 910Nineten menjadi brand Indonesia yang mendunia. Target kami tahun 2029 bisa IPO, dan tahun 2030 menjadi perusahaan dengan valuasi Rp1 triliun. Saat ini kami sudah mencatat setengahnya, masih ada waktu untuk menuju target tersebut.Kami ingin menunjukkan bahwa brand lokal bisa berdiri di kaki sendiri, bersaing di panggung global, dan membanggakan Indonesia.
Baca Juga: Dari Candaan Jadi Cuan: Dua Sahabat Sukses Lewat Brand Machu Picchu
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.