Meraup Cuan dari Aksesori Estetik yang Digandrungi Perempuan Muda
26 October 2025 |
13:29 WIB
Bunga makin populer di kalangan fashion enthusiast, khususnya perempuan. Mulai dari motif pakaian hingga aksesori, semakin banyak orang yang bereksperimen menghadirkan sentuhan unik bernuansa bunga. Gaya estetik seperti cottagecore dan fairycore menjadi sorotan utama, di mana bunga tampil sebagai elemen yang paling menonjol.
Tren ini pun merambah hingga ke Indonesia, mendorong banyak pelaku usaha untuk berkreasi dan menghadirkan produk sehari-hari yang tidak hanya fungsional, tetapi juga stylish, presentable, dan feminin. Dari popsocket untuk ponsel, jepit rambut, hingga bag charm berbentuk bunga dalam berbagai variasi, semuanya kini hadir mengikuti geliat tren tersebut.
Salah satu pelaku usaha yang terinspirasi oleh tren ini adalah Keisya Yumna Salsabila, pemilik bisnis aksesori bunga yang berfokus pada produk ponsel, terutama popsocket. Menurutnya, popsocket bukan hanya alat penyangga ponsel, tetapi juga bagian dari ekspresi diri dan gaya personal.
“Kami ingin menghadirkan aksesori yang bukan hanya cantik, tapi juga bisa menjadi bagian dari gaya personal perempuan,” ujar Keisya.
Baca juga: Potensi Bisnis Aksesori Handmade, Bisa Tembus Omzet Puluhan Juta Rupiah
Dia melihat bahwa target pasarnya adalah wanita muda hingga dewasa yang menyukai aksesori unik dan feminin. Dengan desain bertema bunga yang lembut, setiap produk dibuat untuk memancarkan sisi manis sekaligus berkelas dari penggunanya.
Dalam hal pemasaran, Keisya mengandalkan kekuatan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Shopee. Ia menekankan pentingnya visual yang estetik dan konsisten dengan tema bunga. “Foto dan video yang kami buat selalu punya ciri khas sendiri, supaya bisa jadi pembeda dari penjual lain,” tuturnya.
Strategi ini terbukti efektif dalam menarik perhatian konsumen muda yang lebih responsif terhadap tampilan visual yang cantik dan terkurasi. Keunikan dari bisnis yang ia bangun terletak pada konsep yang konsisten setiap produk dirancang dengan sentuhan feminin yang lembut dan tetap mempertahankan identitas floral yang menjadi ciri khasnya.
“Alhamdulillah, penjualan online sejauh ini cukup stabil dengan jangkauan yang luas. Untuk bazar atau pameran, kami memang belum pernah ikut, tapi semoga ke depannya bisa mencoba,” ujar Keisya.
Dari sisi pendapatan, usaha ini mencatat omzet rata-rata Rp3–5 juta per bulan, tergantung musim dan tren penjualan. Menariknya, sekitar 60–70?ri pendapatan tersebut merupakan laba bersih, menunjukkan efisiensi dan stabilitas usaha yang cukup baik untuk bisnis kreatif berskala kecil.
Respons pelanggan terhadap produknya pun sangat positif. Banyak pembeli yang merasa puas dan bahkan menjadikan aksesori bunga ini sebagai hadiah untuk orang terdekat.
“Rasanya senang ketika pembeli memesan untuk sahabat, pacar, atau keluarga. Apalagi waktu ada influencer yang pakai produk kami dan menyampaikan langsung kalau mereka suka, itu benar-benar momen berkesan,” tambahnya.
Meski bisnisnya berjalan baik, Keisya mengakui ada tantangan besar di dunia aksesori handmade, terutama dalam hal persaingan desain. Produk yang mudah dibuat sering kali mengundang peniruan dari penjual lain. Meski begitu, ia tetap optimis.
“Harapan saya, usaha ini bisa dikenal lebih luas, bahkan sampai bisa kirim produk ke luar negeri,” ucapnya.
Ke depan, dia berencana menambah variasi produk seperti gantungan kunci bertema bunga dan mengadakan workshop kreatif agar bisa berbagi pengalaman sekaligus membangun komunitas kecil di sekitar brand-nya.
Baca juga: Little Stitches : Ketika Hobi Merajut Berubah Menjadi Peluang Bisnis Menguntungkan
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Tren ini pun merambah hingga ke Indonesia, mendorong banyak pelaku usaha untuk berkreasi dan menghadirkan produk sehari-hari yang tidak hanya fungsional, tetapi juga stylish, presentable, dan feminin. Dari popsocket untuk ponsel, jepit rambut, hingga bag charm berbentuk bunga dalam berbagai variasi, semuanya kini hadir mengikuti geliat tren tersebut.
Salah satu pelaku usaha yang terinspirasi oleh tren ini adalah Keisya Yumna Salsabila, pemilik bisnis aksesori bunga yang berfokus pada produk ponsel, terutama popsocket. Menurutnya, popsocket bukan hanya alat penyangga ponsel, tetapi juga bagian dari ekspresi diri dan gaya personal.
“Kami ingin menghadirkan aksesori yang bukan hanya cantik, tapi juga bisa menjadi bagian dari gaya personal perempuan,” ujar Keisya.
Baca juga: Potensi Bisnis Aksesori Handmade, Bisa Tembus Omzet Puluhan Juta Rupiah
Dia melihat bahwa target pasarnya adalah wanita muda hingga dewasa yang menyukai aksesori unik dan feminin. Dengan desain bertema bunga yang lembut, setiap produk dibuat untuk memancarkan sisi manis sekaligus berkelas dari penggunanya.
Dalam hal pemasaran, Keisya mengandalkan kekuatan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Shopee. Ia menekankan pentingnya visual yang estetik dan konsisten dengan tema bunga. “Foto dan video yang kami buat selalu punya ciri khas sendiri, supaya bisa jadi pembeda dari penjual lain,” tuturnya.
Strategi ini terbukti efektif dalam menarik perhatian konsumen muda yang lebih responsif terhadap tampilan visual yang cantik dan terkurasi. Keunikan dari bisnis yang ia bangun terletak pada konsep yang konsisten setiap produk dirancang dengan sentuhan feminin yang lembut dan tetap mempertahankan identitas floral yang menjadi ciri khasnya.
“Alhamdulillah, penjualan online sejauh ini cukup stabil dengan jangkauan yang luas. Untuk bazar atau pameran, kami memang belum pernah ikut, tapi semoga ke depannya bisa mencoba,” ujar Keisya.
Dari sisi pendapatan, usaha ini mencatat omzet rata-rata Rp3–5 juta per bulan, tergantung musim dan tren penjualan. Menariknya, sekitar 60–70?ri pendapatan tersebut merupakan laba bersih, menunjukkan efisiensi dan stabilitas usaha yang cukup baik untuk bisnis kreatif berskala kecil.
Respons pelanggan terhadap produknya pun sangat positif. Banyak pembeli yang merasa puas dan bahkan menjadikan aksesori bunga ini sebagai hadiah untuk orang terdekat.
“Rasanya senang ketika pembeli memesan untuk sahabat, pacar, atau keluarga. Apalagi waktu ada influencer yang pakai produk kami dan menyampaikan langsung kalau mereka suka, itu benar-benar momen berkesan,” tambahnya.
Meski bisnisnya berjalan baik, Keisya mengakui ada tantangan besar di dunia aksesori handmade, terutama dalam hal persaingan desain. Produk yang mudah dibuat sering kali mengundang peniruan dari penjual lain. Meski begitu, ia tetap optimis.
“Harapan saya, usaha ini bisa dikenal lebih luas, bahkan sampai bisa kirim produk ke luar negeri,” ucapnya.
Ke depan, dia berencana menambah variasi produk seperti gantungan kunci bertema bunga dan mengadakan workshop kreatif agar bisa berbagi pengalaman sekaligus membangun komunitas kecil di sekitar brand-nya.
Baca juga: Little Stitches : Ketika Hobi Merajut Berubah Menjadi Peluang Bisnis Menguntungkan
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.