Bisnis Figur Crochet yang Unik (Sumber Gambar: Little Stitches Studio)

Little Stitches : Ketika Hobi Merajut Berubah Menjadi Peluang Bisnis Menguntungkan

23 October 2025   |   21:46 WIB
Image
Aira Shakuntala Wardhana Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Merajut atau crocheting kini semakin populer, bukan hanya sebagai hobi yang menyenangkan, tetapi juga sebagai bentuk terapi yang menenangkan pikiran. Aktivitas ini terbukti mampu membantu seseorang mengatasi stres dan kecemasan, sekaligus meningkatkan fokus dan konsentrasi.

Tidak heran jika crocheting kini digemari oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda yang mencari cara kreatif untuk menyalurkan energi positif. Salah satu sosok yang berhasil menjadikan kegiatan ini sebagai peluang bisnis adalah Cataryna Lenny, pemilik brand Little Stitches Studio.

Baca juga: Peluang Bisnis Crochet, Merajut Keuntungan dari Benang dan Jarum

Melalui kreativitas dan ketekunan, Cataryna berhasil mengubah hobi merajutnya menjadi usaha crochet figur yang sukses dan digemari banyak orang. Berawal dari rasa gemas terhadap figur-figur kecil yang lucu, Cataryna mulai belajar crochet secara otodidak.

Awalnya ia hanya membuat untuk koleksi pribadi, namun ketika mencoba menjual hasil karyanya secara iseng, ternyata banyak yang tertarik untuk membeli. “Awalnya hanya iseng belajar, lama kelamaan jadi hobi, lalu iseng dijual, ternyata ada yang beli,” ungkapnya. Dari sanalah Little Stitch lahir.

Dalam proses kreatifnya, Cataryna banyak mendapat inspirasi dari internet maupun permintaan pelanggan. Setiap pesanan sering kali unik  ada yang meminta karakter populer, ada pula yang menantang seperti figur naga yang terinspirasi dari gambar hasil AI generate.

Untuk membuat satu figur crochet, waktu yang dibutuhkan bervariasi, mulai dari beberapa jam hingga beberapa hari tergantung ukuran dan tingkat kerumitannya. Tantangan terbesar yang ia hadapi adalah memastikan hasil akhir benar-benar sesuai dengan ekspektasi pelanggan, sebab sedikit perbedaan saja bisa mengubah karakter figur yang dibuat.

Dari sisi pasar, target utama Little Stitch adalah perempuan berusia 10 hingga 40 tahun yang tertarik pada produk handmade dan karakter lucu. Cataryna juga aktif memanfaatkan kekuatan media sosial, terutama TikTok, untuk memperluas jangkauan bisnisnya.

Melalui konten video, iklan digital, dan sesi live streaming, ia dapat memperkenalkan produknya sekaligus berinteraksi langsung dengan pelanggan. Selain menjual produk jadi, ia juga membuka layanan custom order, sehingga pelanggan dapat memesan figur sesuai keinginan.

Respon pelanggan terhadap karya Cataryna sangat positif. Banyak dari mereka yang merasa terkesan dengan detail dan keunikan setiap figur crochet yang dibuat. Salah satu momen paling berkesan baginya adalah ketika seorang pelanggan kembali menghubunginya hanya untuk mengucapkan terima kasih karena crochet figur buatannya berhasil membuat orang terkasih tersenyum.

Meski demikian, perjalanan bisnis ini tidak selalu mudah. Persaingan harga di pasaran menjadi tantangan terbesar, karena banyak penjual lain yang menawarkan harga lebih murah dengan kualitas berbeda. Untuk itu, Cataryna terus menjaga kualitas dan menonjolkan nilai keunikan pada setiap produk.

Ke depan, ia berharap bisnis Little Stitch dapat terus berkembang  tidak hanya di ranah online, tetapi juga dengan membuka toko offline agar bisa lebih dekat dengan para pelanggan dan penggemar karyanya.

Baca juga: Budaya Merajut Korea Kembali Viral, Jadi Fesyen hingga Cover Earphone yang Trendi

SEBELUMNYA

Waspada Osteoporosis Sang ‘Pencuri Senyap’, Cegah & Tangani Sebelum Terlambat

BERIKUTNYA

Transformasi Kebijakan Kebudayaan Indonesia di Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo–Gibran

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga