Alasan Presiden Prabowo Minta Bahasa Portugis Diajarkan di Sekolah
24 October 2025 |
15:51 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan agar Bahasa Portugis mulai diajarkan kepada anak-anak sekolah di Indonesia. Hal itu disampaikan Prabowo dalam konferensi pers usai pertemuan bilateral dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/10/2025).
Keputusan untuk memasukkan Bahasa Portugis dalam kurikulum sekolah disampaikan Prabowo usai Indonesia dan Brasil menandatangani sejumlah kesepakatan bilateral di berbagai sektor mulai dari ekonomi hingga sains. Lantaran pentingnya hubungan kerja sama antar kedua negara, Prabowo memutuskan agar siswa sekolah mempelajari Bahasa Portugis.
"Karena pentingnya hubungan ini, saya sudah putuskan bahwa Bahasa Portugis menjadi bahasa prioritas di pendidikan kita. Karena kita ingin hubungan [kerja sama bilateral] ini lebih baik," ucapnya.
Baca juga: Siswa SD, MI & Sederajat Wajib Belajar Bahasa Inggris Mulai Tahun Ajaran 2027/2028
Baca juga: Siswa SD, MI & Sederajat Wajib Belajar Bahasa Inggris Mulai Tahun Ajaran 2027/2028
Prabowo menuturkan, saat ini pemerintah telah memasukkan beberapa bahasa asing dalam mata pelajaran di sekolah-sekolah. Mulai dari bahasa Inggris, Mandarin, hingga bahasa Rusia. Kini, Portugis juga menjadi salah satu bahasa prioritas yang harus dipelajari.
“Selain bahasa Inggris, Bahasa Arab, Bahasa Mandarin, Bahasa Jepang, Bahasa Korea, Perancis, Jerman, dan Rusia. Bahasa Portugis menjadi bahasa prioritas bagi kita, Portugis dan Spanyol,” tuturnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa kunjungan kenegaraan kedua pemimpin menjadi bukti semakin eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Brasil. Menurut Kepala Negara, hubungan tersebut perlu terus diperkuat melalui kerja sama konkret di berbagai bidang yang saling menguntungkan bagi rakyat kedua negara.
“Kunjungan kenegaraan kita berdua adalah bukti bahwa hubungan persahabatan antara kedua negara kita semakin erat. Dan itulah yang kita inginkan untuk mempererat hubungan persahabatan dan lebih penting kerja sama di segala bidang,” ungkap Prabowo.
Prabowo juga menyoroti kemajuan hubungan bilateral kedua negara, khususnya di bidang ekonomi, serta menegaskan komitmen untuk mempercepat pembentukan Indonesia–Mercosur Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).
Dia menegaskan bahwa Indonesia dan Brasil memiliki posisi strategis sebagai kekuatan ekonomi baru di dunia. Dengan jumlah penduduk mencapai setengah miliar jiwa secara total, kedua negara memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. Hal itu diwujudkan dengan penandatanganan empat persetujuan penting sebagai bukti nyata kemajuan hubungan kedua negara dalam waktu singkat.
“Kita adalah sama-sama kekuatan ekonomi baru. Tadi Yang Mulia telah mengingatkan kedua negara kita jumlahnya 500 juta manusia. Setengah miliar dari populasi dunia, hanya kedua negara kita. Apalagi kita sekarang bagian juga dari BRICS, apabila kita nanti menghasilkan Indonesia–Mercosur CEPA, ini akan sangat mendorong kekuatan ekonomi bersama,” ujar Prabowo.
Baca juga: 5 Buku yang Bisa Bikin Genhype Jatuh Cinta Belajar Bahasa Indonesia
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Baca juga: 5 Buku yang Bisa Bikin Genhype Jatuh Cinta Belajar Bahasa Indonesia
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.