Dalang Ki Anom Suroto Tutup Usia, Simak Kiprahnya Melestarikan Wayang hingga Mendunia
23 October 2025 |
11:52 WIB
Kabar duka datang dari dunia seni pertunjukan tradisional Indonesia. Dalang Ki Anom Suroto menghembuskan napas terakhirnya. Kepergiannya menambah deretan panjang maestro pencerita wayang yang tutup usia. Berbicara dalang, Ki Anom Suroto merupakan salah satu di antara sedikit pencerita wayang yang terkenal di Indonesia dan dunia. Dia telah tampil di berbagai pagelaran untuk menghibur para penggemar wayang.
Keterlibatannya di dunia seni wayang kulit sudah dilakukan oleh sang dalang sejak muda, yakni pada usia 12 tahun. Kala itu, Ki Anom belajar sendiri dari sang ayah yang juga berprofesi sebagai dalang, yakni Ki Sadiyun Harjadarsana serta beberapa dalang senior lainnya.
Baca juga: Profil Warseno Slenk, Dalang Inovatif yang Meninggal pada Umur 59 Tahun
Kecintaannya terhadap dalang juga membuatnya terus berupaya meningkatkan kemampuannya. Selain belajar kepada sang ayah dan beberapa dalang senior, dia juga tercatat mengasah keahliannya di beberapa tempat. Salah satu di antaranya adalah kursus Pedalangan yang diadakan oleh Himpunan Budaya Surakarta.
Pria yang lahir pada 1948 di Juwiring, Jawa Tengah, itu berhasil tampil di Radio Republik Indonesia pada 1968 atau ketika berusia sekitar 20 tahun, setelah melalui tahapan seleksi yang begitu ketat.
Setelah itu, kariernya sebagai dalang terus meroket. Singkat cerita, selain tampil di dalam negeri, sang dalang juga pernah tampil di negara lain. Amerika Serikat menjadi salah satu di antaranya.
Dalang yang diangkat sebagai abdi dalem Penewu Anon-anon dengan nama Mas Ngabehi Lebdocarito itu tampil di Negeri Paman Sam dalam rangka pameran Kebudayaan Indonesia di Amerika Serikat pada 1991. Undangan juga datang untuk beraksi di negara lain, seperti Spanyol, Australia, dan sebagainya.
Di usianya yang tidak lagi muda, Ki Anom juga masih kerap mendalang. Dalam akun media sosial instagram, dia menuliskan bahwa dalang adalah hidupnya sampai meninggal.
Dalam akun YouTube Sanggar Cemara, sang dalang tampil bersama Ki Bayu Aji dalam lakon Wahyu Cakraningrat pada 2020 di Kebon Seni Timasan Dusun I, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo.
Selain lakon Wahyu Cakraningrat, Ki Anom juga pernah menjadi dalang dalam lakon seperti Gathutkoco Kridho, Pandu Swarga, Aanoman Duto, Pandowo Syukur, Gondomono Sayemboro, Karno Tanding, dan sebagainya.
Kini, sang dalang sudah meninggalkan seni pertunjukan tradisional wayang untuk selama-lamanya. Dia mengembuskan napas terakhirnya di RS. Dr Oen Kandang Sapi, Solo, Jawa Tengah. Sebelumnya, Ki Anom menjalani rawat inap selama 4 hari akibat sakit jantung.
Kepergian menambah daftar dalang tenar di Indonesia yang tutup usia. Sebelumnya, dunia seni pertunjukan tradisional Indonesia juga berduka ketika dalang Lalu Nasib tutup usia pada Agustus 2025.
Selain itu, dalang lainnya yang juga meninggal dunia adalah Ki Manteb Soedharsono pada 2021. Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia menjadi penyebab sang dalang tutup usia. Kemudian, ada juga Ki Seno Nugroho (2020), Slamet Gundono (2014), dan Asep Sunandar Sunarya (2014).
Keterlibatannya di dunia seni wayang kulit sudah dilakukan oleh sang dalang sejak muda, yakni pada usia 12 tahun. Kala itu, Ki Anom belajar sendiri dari sang ayah yang juga berprofesi sebagai dalang, yakni Ki Sadiyun Harjadarsana serta beberapa dalang senior lainnya.
Baca juga: Profil Warseno Slenk, Dalang Inovatif yang Meninggal pada Umur 59 Tahun
Kecintaannya terhadap dalang juga membuatnya terus berupaya meningkatkan kemampuannya. Selain belajar kepada sang ayah dan beberapa dalang senior, dia juga tercatat mengasah keahliannya di beberapa tempat. Salah satu di antaranya adalah kursus Pedalangan yang diadakan oleh Himpunan Budaya Surakarta.
Pria yang lahir pada 1948 di Juwiring, Jawa Tengah, itu berhasil tampil di Radio Republik Indonesia pada 1968 atau ketika berusia sekitar 20 tahun, setelah melalui tahapan seleksi yang begitu ketat.
Setelah itu, kariernya sebagai dalang terus meroket. Singkat cerita, selain tampil di dalam negeri, sang dalang juga pernah tampil di negara lain. Amerika Serikat menjadi salah satu di antaranya.
Dalang yang diangkat sebagai abdi dalem Penewu Anon-anon dengan nama Mas Ngabehi Lebdocarito itu tampil di Negeri Paman Sam dalam rangka pameran Kebudayaan Indonesia di Amerika Serikat pada 1991. Undangan juga datang untuk beraksi di negara lain, seperti Spanyol, Australia, dan sebagainya.
Di usianya yang tidak lagi muda, Ki Anom juga masih kerap mendalang. Dalam akun media sosial instagram, dia menuliskan bahwa dalang adalah hidupnya sampai meninggal.
Dalam akun YouTube Sanggar Cemara, sang dalang tampil bersama Ki Bayu Aji dalam lakon Wahyu Cakraningrat pada 2020 di Kebon Seni Timasan Dusun I, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo.
Selain lakon Wahyu Cakraningrat, Ki Anom juga pernah menjadi dalang dalam lakon seperti Gathutkoco Kridho, Pandu Swarga, Aanoman Duto, Pandowo Syukur, Gondomono Sayemboro, Karno Tanding, dan sebagainya.
Kini, sang dalang sudah meninggalkan seni pertunjukan tradisional wayang untuk selama-lamanya. Dia mengembuskan napas terakhirnya di RS. Dr Oen Kandang Sapi, Solo, Jawa Tengah. Sebelumnya, Ki Anom menjalani rawat inap selama 4 hari akibat sakit jantung.
Kepergian menambah daftar dalang tenar di Indonesia yang tutup usia. Sebelumnya, dunia seni pertunjukan tradisional Indonesia juga berduka ketika dalang Lalu Nasib tutup usia pada Agustus 2025.
Selain itu, dalang lainnya yang juga meninggal dunia adalah Ki Manteb Soedharsono pada 2021. Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia menjadi penyebab sang dalang tutup usia. Kemudian, ada juga Ki Seno Nugroho (2020), Slamet Gundono (2014), dan Asep Sunandar Sunarya (2014).
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.