Festival Musikal Indonesia Hadir Lagi November 2025, 12 Pertunjukan Siap Digelar di TIM Cikini
22 October 2025 |
18:52 WIB
Festival Musikal Indonesia akan kembali hadir pada 14-16 November 2025 di kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat. Ajang ini akan menampilkan sederet pertunjukan yang memadukan lagu, tarian, dan drama yang merepresentasikan kekayaan budaya Nusantara.
Aiko Senosoenoto, Penggagas Festival Musikal Indonesia, menyampaikan FMI 2025 mendapat antusiasme tinggi dari para seniman, ditandai dengan lebih dari 80 komunitas musikal dari berbagai daerah di Indonesia yang mendaftar. Setelah melalui tahap kurasi administratif dan penilaian konsep, sebanyak 32 komunitas terpilih untuk mempresentasikan gagasan mereka di sesi pitching.
Diinisiasi oleh Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI) Foundation bersama Indonesia Kaya, di gelaran ini pengunjung dapat menikmati beragam pertunjukan musikal, sesi interaktif, dan berbagai aktivitas pendukung yang dirancang untuk merayakan semangat berkarya dan keberagaman budaya Indonesia.
Baca juga: Sempat Vakum, KMI 2025 Diharap Jadi Momentum Kebangkitan Industri Musik Nasional
Baca juga: Sempat Vakum, KMI 2025 Diharap Jadi Momentum Kebangkitan Industri Musik Nasional
Di Festival Musikal Indonesia (FMI) 2025, sebanyak 12 komunitas dari Bali, Surabaya, Solo, dan Jakarta akan menampilkan 12 karya pertunjukan di tiga teater di Taman Ismail Marzuki, yakni Teater Besar, Teater Kecil, dan Teater Wahyu Sihombing.
Setiap panggung dirancang dengan visual yang imersif melalui perpaduan tata cahaya modern, artistik yang kuat, serta aransemen musik orkestra yang berpadu dengan nuansa budaya daerah.
Tahun ini, FMI memperkenalkan mekanisme undangan terbuka (open call) bagi para seniman dan kelompok teater musikal di seluruh Indonesia untuk terlibat. Melalui sistem ini, para pelaku seni dapat mengajukan karya mereka untuk dikurasi dan berkesempatan tampil di festival.
Langkah ini diharapkan membuka ruang yang lebih luas bagi kreator mulai dari komunitas, sanggar daerah, dan kelompok independen untuk dapat berpartisipasi dan menunjukkan karya mereka di panggung nasional.
Aiko Senosoenoto, Penggagas Festival Musikal Indonesia, menyampaikan FMI 2025 mendapat antusiasme tinggi dari para seniman, ditandai dengan lebih dari 80 komunitas musikal dari berbagai daerah di Indonesia yang mendaftar. Setelah melalui tahap kurasi administratif dan penilaian konsep, sebanyak 32 komunitas terpilih untuk mempresentasikan gagasan mereka di sesi pitching.
Dari proses tersebut, 8 komunitas akhirnya dipilih untuk tampil di panggung karya, ditambah satu komunitas tamu. Proses seleksi ini dilakukan oleh dewan kurator yang terdiri dari Mariska (tari), Gabriel Harvianto (vokal), Oni Krisnerwinto (musik), Rangga Riantiarno (teater), dan Iskandar Loedin (artistik).
Aiko mengatakan sejak awal digagas, Festival Musikal Indonesia hadir sebagai wadah bagi para pelaku seni dan komunitas musikal untuk menunjukkan potensi mereka di panggung yang lebih besar. FMI ingin menghadirkan festival yang bukan hanya menampilkan karya, tetapi juga menumbuhkan semangat kolaborasi, saling belajar, dan berbagi pengalaman antarseniman dari berbagai latar.
"Dari tahun ke tahun, kami melihat semakin banyak talenta baru yang lahir dan membawa warna segar bagi dunia musikal Indonesia," katanya dalam keterangannya, Rabu (22/10/2025).
Beragam kolaborasi lintas disiplin juga akan mewarnai FMI 2025, mempertemukan seniman tari kontemporer, teater musikal, dan musik tradisional dalam satu ruang kreatif. Lebih dari sekadar ajang pertunjukan, festival ini menjadi wadah pertemuan ide dan semangat antar pelaku seni dari berbagai daerah, menghadirkan keberagaman dan semangat kebersamaan yang merefleksikan wajah Indonesia masa kini.
Billy Gamaliel, Program Manager Indonesia Kaya, menyampaikan musikal merupakan bentuk ekspresi yang lengkap karena memadukan seni tari, peran, serta musik dan olah suara dalam satu kesatuan yang utuh.
Format ini, lanjutnya, menjadi medium ideal untuk melestarikan warisan budaya lokal dengan cara yang relevan bagi generasi masa kini, menghadirkan narasi-narasi Nusantara dalam kemasan kontemporer tanpa meninggalkan akar budayanya yang kuat.
Format ini, lanjutnya, menjadi medium ideal untuk melestarikan warisan budaya lokal dengan cara yang relevan bagi generasi masa kini, menghadirkan narasi-narasi Nusantara dalam kemasan kontemporer tanpa meninggalkan akar budayanya yang kuat.
“Kami percaya teater musikal adalah medium yang kuat untuk mengekspresikan budaya dan identitas bangsa dengan menggabungkan musik, tari, dialog, dan bagian artistik dalam bentuk seni yang dekat dengan generasi muda," ujarnya.
Billy menambahkan lantaran sifatnya yang multidisiplin, teater musikal juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan penciptaan lapangan kerja. Melalui Festival Musikal Indonesia, pihaknya ingin membuka ruang kolaboratif dan inklusif bagi para pelaku seni di berbagai daerah untuk berkarya, berbagi cerita, dan menjangkau audiens yang lebih luas.
"Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi pemicu semakin bertumbuhnya ekosistem seni pertunjukan yang kuat, profesional, dan berkelanjutan. Sebab kami yakin, melalui seni dan budaya, Indonesia bisa tumbuh menjadi bangsa yang semakin berdaya," tuturnya.
Adapun, Festival Musikal Indonesia akan berlangsung pada 14 hingga 16 November 2025 di kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Tiket dapat dibeli secara daring melalui BookMyShow.com dengan harga mulai dari Rp150.000 untuk one day pass dan Rp350.000 untuk three day pass.
Baca juga: Indonesia Comic Con 2025 Perluas Jaringan Pop Culture: Anime, Musik, hingga Cosplay Ikut Terlibat
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Baca juga: Indonesia Comic Con 2025 Perluas Jaringan Pop Culture: Anime, Musik, hingga Cosplay Ikut Terlibat
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.