Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi (Sumber gambar: Wikimedia Commons)

Fakta-fakta PM Jepang Sanae Takaichi, Ternyata Pernah Jadi Drummer Band Heavy Metal

22 October 2025   |   13:38 WIB
Image
Nursoko Andhika Setiawan Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Setelah dua kali gagal, cita-cita lama Sanae Takaichi akhirnya terwujud. Pada 21 Oktober 2025, perempuan berusia 64 tahun ini resmi terpilih sebagai Perdana Menteri (PM) perempuan pertama Jepang melalui pemungutan suara parlemen yang bersejarah.

Sanae Takaichi telah menempuh jalan panjang seperti mulai dari dunia musik, media, hingga politik, sebelum akhirnya mencapai posisi tertinggi di pemerintahan. Sosoknya mencerminkan kombinasi unik antara karakter kuat, latar belakang sederhana, dan pengalaman internasional yang luas.

Berikut 5 fakta menarik tentang Sanae Takaichi yang membuatnya begitu berbeda dari pemimpin Jepang lainnya. 

Baca juga: Profil Sanae Takaichi yang Resmi Jadi Perdana Menteri Perempuan Pertama Jepang 
 

1. Pernah Jadi drummer band heavy metal 

Sanae Takaichi lahir pada 7 Maret 1961 di Prefektur Nara, dari keluarga sederhana. Ibunya adalah seorang polisi, sedangkan ayahnya bekerja di perusahaan suku cadang mobil. Tidak seperti banyak politikus Jepang yang berasal dari keluarga elite, Takaichi membangun kariernya sendiri tanpa dukungan politik atau warisan keluarga berpengaruh. 

Melansir New York Post, sebelum dikenal sebagai politikus, Takaichi sempat menempuh jalan yang tak biasa. Ia memiliki minat besar pada dunia musik dan bahkan menjadi drummer band heavy metal saat kuliah di Universitas Kobe. Dalam wawancara, ia bercerita sering mematahkan stik drum karena terlalu bersemangat saat tampil.

Baginya, musik heavy metal bukan sekadar hiburan, melainkan sarana untuk menyalurkan energi dan melatih disiplin dua hal yang kelak menjadi ciri khas kepemimpinannya. Ia mengidolakan band legendaris seperti Iron Maiden, Deep Purple, dan Black Sabbath yang dianggapnya mencerminkan keberanian dan kekuatan. 
 

2. Penyuka mobil dan dunia bawah laut 

Melansir BBC News, selain musik, Takaichi juga dikenal sebagai pecinta otomotif. Ia memiliki koleksi kendaraan yang menunjukkan karakter kuat dan berjiwa bebas, termasuk Toyota Supra kesayangannya yang kini dipajang di museum di Prefektur Nara.

Tak hanya di darat, Takaichi juga gemar menjelajah laut melalui kegiatan menyelam scuba. Ia mengaku, menyelam memberinya ketenangan dan ruang untuk merenung di tengah padatnya kehidupan politik. 
 

3. Pendidikan dan pengalaman di Amerika Serikat 

Perjalanan politik Takaichi bermula saat menempuh pendidikan di Universitas Kobe dan kemudian magang di kantor anggota Kongres AS, Patricia Schroeder. Schroeder merupakan tokoh politik perempuan yang lantang memperjuangkan hak-hak perempuan dan mengkritik kebijakan perdagangan Jepang.

Dari pengalaman ini, Takaichi belajar tentang pentingnya citra dan diplomasi negara di mata dunia. Ia kemudian bertekad memperkuat posisi Jepang di panggung internasional, terutama dalam menghadapi ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat pada era 1980-an. 
 

4. Karier politik dan inspirasi tokoh dunia

Setelah kembali ke Jepang, Takaichi memulai karier politiknya. Ia pertama kali maju sebagai calon independen pada 1992, tapi menemui kegagalan. Dua tahun kemudian, ia bergabung dengan Partai Demokrat Liberal (LDP) dan berhasil duduk di parlemen.

Sejak saat itu, dia terpilih sebanyak sepuluh kali dan pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Industri, Menteri Komunikasi dan Urusan Dalam Negeri, serta Menteri Keamanan Ekonomi.

Dalam perjalanan kariernya, Takaichi banyak terinspirasi oleh dua tokoh besar seperti Margaret Thatcher dan Shinzo Abe. Ia menjadikan Thatcher, “Iron Lady” dari Inggris, sebagai panutan dalam hal ketegasan dan kepemimpinan yang tanpa kompromi. Sementara itu, Abe berperan sebagai mentor politiknya yang menanamkan nilai konservatif dan visi ekonomi yang kuat melalui kebijakan Abenomics. 

Kini, dengan kombinasi antara disiplin, pengalaman, dan keteguhan prinsip, Sanae Takaichi siap menulis babak baru dalam sejarah Jepang. Dari drummer heavy metal hingga kursi perdana menteri, perjalanan hidupnya menjadi bukti bahwa tekad dan keberanian mampu menembus batas tradisi dan membuka jalan bagi perubahan. 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 
Editor:

SEBELUMNYA

Daftar Nominasi Blue Dragon Film Awards ke-46, No Other Choice Borong Kategori Terbanyak

BERIKUTNYA

Ucapan Peringatan Hari Santri Nasional 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga