Fatin Shidqia Comeback dengan Album Cerita Kita setelah 12 Tahun
21 October 2025 |
20:00 WIB
Setelah lebih dari satu dekade sejak album debut-nya, penyanyi bersuara khas dan penuh karakter, Fatin Shidqia, akhirnya kembali dengan karya besar terbarunya. Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat X Factor Indonesia itu resmi merilis album kedua bertajuk Cerita Kita.
Album Cerita Kita menandai fase baru dalam perjalanan musik Fatin melalui karya yang lebih matang, jujur, dan terasa personal. Album ini memuat 12 trek yaitu Ingin "Bertemu Lagi", "Pelangi dan Hujan", "Red Flag", "Bukan Kamu Ft. Ghea Indrawari", dan "Kita Sama Sama Tau".
Selain itu, lagu-lagu lainnya termasuk "Dalam Teduh", "Hanya Mimpi", "Jingga", "Seolah Aku Salah (New Song)", "Menjelang Pagi", "Berhenti Mencintai (New Song)", dan "Jangan Tersesat", "Sayang". Adapun, "Red Flag" dipilih sebagai fokus track dari album ini.
Baca juga: Tiara Andiri Rilis Single "Dengar", Pembuka Album Kedua berjudul Edelweis
Baca juga: Tiara Andiri Rilis Single "Dengar", Pembuka Album Kedua berjudul Edelweis
"Red Flag" menjadi salah satu lagu spesial karena menandai kembalinya Fatin menulis single berbahasa Inggris. Sementara dari segi materi lagu ini bercerita tentang kisah cinta yang kompleks dan relate dengan banyak orang.
"Setelah sekian lama, akhirnya aku memberanikan diri menulis lagu sendiri yang seluruhnya berbahasa Inggris. Untuk melodi, aku dibantu Kak Kamga dan Kak Kevin. Temanya adalah tentang kisah cinta rumit dan yang pasti relate dengan sebagian orang yang pernah atau sedang mengalaminya, yaitu tentang seseorang yang tahu kalau kekasihnya redflag, namun tidak bisa melepaskan diri,” kata Fatin.

Artwork album Cerita Kita. (Sumber gambar: Sony Music Entertainment Indonesia)
Ada alasan tersendiri mengapa album Cerita Kita dirilis berjarak 12 tahun sejak album perdana, For You (2013). Penyanyi penyuka warna pink dan biru laut ini mengungkap lamanya jeda disebabkan fokusnya yang kerap terbelah dan mudah teralihkan saat mencari ide untuk membuat lagu.
"Rasanya deg-degan saat akhirnya merilis album kedua tahun 2025 ini, tapi juga ada rasa syukur dan senang karena masih dikelilingi penggemar yang selalu menanyakan karya terbaruku. Hal itu sangat berarti bagiku dan menjadi motivasi besar untuk terus berkarya,” ujar penyanyi berusia 29 tahun itu.
Bagi Fatin, album kedua ini terasa sangat istimewa karena dia terlibat dalam proses pembuatannya secara penuh. Meski proses pengerjaannya memakan waktu lama, justru dalam periode inilah dia merasa tumbuh sebagai musisi.
Jika pada album pertama penyanyi kelahiran 30 Juli 1996 ini hanya tinggal melakukan rekaman, kali ini dia mulai belajar menulis lirik, mencari melodi, dan terlibat langsung dalam proses kreatifnya.
“Total 12 lagu di album ini ada beberapa lagu baru, tapi ada juga lagu lama yang aku masukkan untuk menjadi pengingat kalo album ini adalah karya pertamaku dalam belajar menciptakan lagu yang dibantu oleh musisi-musisi lain," tuturnya.

Penyanyi Fatin Shidqia. (Sumber gambar: Sony Music Entertainment Indonesia)
Dalam proses penggarapan album Cerita Kita, Fatin bercerita menemui sejumlah tantangan. Dia mengaku tantangan terbesarnya justru datang dari diri sendiri, serta keraguannya untuk bisa menyampaikan karya-karyanya dengan baik kepada pendengar setianya.
“Tantangan terbesarnya justru melawan diri sendiri agar tetap produktif dan konsisten. Selain itu, aku masih belajar cara menyampaikan pesan pada lagu untuk sampai ke hati para pendengar," ungkapnya.
Bagi Fatin, membawakan lagu yang pesannya bisa diterima oleh para pendengar merupakan hal penting karena album Cerita Kita bukan sekadar kumpulan lagu, tapi refleksi dari berbagai fase hidup yang dia jalani juga janji yang akhirnya berhasil ditepati.
"Album kedua ini janji yang terbayar lunas. Karena itu, aku bersyukur sekali untuk semua penikmat karyaku yang masih setia menunggu. Terima kasih sudah menemaniku berproses sampai sejauh ini. Aku benar-benar sayang pada kalian!” serunya.
Fatin pun berharap album ini bisa menjadi teman bagi siapapun yang mendengarkannya. Menemani setiap pendengar menghadapi momen-momen yang beragam, mulai dari fase senang hingga sedih.
“Aku ingin lagu-lagu ini bisa menemani setiap momen hidup kalian. Kita tidak selalu berada di fase butterfly era karena pasti terkadang ada kejadian sedih juga. Tapi, percayalah, hal itu tidak akan bertahan lama dan kita nantinya akan kembali bahagia lagi. Jadi, Cerita Kita ini bukan cuma tentang hidupku saja, tapi tentang perasaan kita semua,” kata Fatin.
Baca juga: Reality Club Rilis Single Bertema Krisis Iklim Lewat Album Sonic/Panic Vol. 3
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Baca juga: Reality Club Rilis Single Bertema Krisis Iklim Lewat Album Sonic/Panic Vol. 3
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.