Pasar Seni ITB 2025 (Sumber gambar: Pasar Seni ITB)

Pasar Seni ITB 2025 Gaet 200.000 Pengunjung, Ditutup Pameran Adicitra Ganesha

20 October 2025   |   17:16 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Setelah lebih dari satu dekade vakum, Pasar Seni ITB akhirnya kembali digelar dan berhasil mencuri perhatian publik secara besar-besaran. Selama tiga hari penyelenggaraan, yakni pada 17–19 Oktober 2025, kawasan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) dipadati lautan pengunjung yang mencapai lebih dari 200.000 orang.

Pasar Seni ITB 2025 hadir dengan wajah baru yang lebih segar, kreatif, dan inklusif, membawa semangat untuk mendekatkan seni kepada masyarakat luas. Tahun ini, penyelenggara mengusung konsep seni interaktif dan eksploratif, yang mendorong pengunjung untuk tidak hanya menikmati karya, tetapi juga terlibat langsung dalam pengalaman artistik yang ditawarkan.

Baca juga: Pameran KukuruYUK! Hadir di Museum Batik Indonesia, Angkat Filosofi Ayam dalam Batik Nusantara

Sebanyak 10 wahana tematik dan 11 instalasi seni yang memadukan unsur tradisi dan teknologi dihadirkan di berbagai sudut kampus. Beragam wahana seperti Uulinan, Sikidilik, Laju Lorong, Tendang ke Kandang, Lorong Gorong, hingga Dinokart dan Fossil Hunter membawa pengunjung berpetualang menelusuri dunia seni dengan cara yang unik, imersif, dan penuh kejutan.

“Setiap wahana tak hanya menyuguhkan visual yang memukau, tetapi juga mengajak pengunjung untuk merenung, berefleksi, dan berimajinasi,” demikian tertulis dalam pernyataan penyelenggara.

Seluruh rangkaian acara Pasar Seni ITB 2025 dibuka gratis untuk umum, sebuah langkah yang menegaskan komitmen panitia dalam menjunjung tinggi nilai inklusivitas dan memperluas akses masyarakat terhadap seni. Begitu memasuki area acara, pengunjung langsung disambut beragam kegiatan menarik, salah satunya Lomba Mural, yang menjadi pusat perhatian.
 

Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan usia, yang bebas mengekspresikan ide dan menuangkan kreativitas mereka langsung di atas kanvas dinding area kampus.

Tak hanya itu, lebih dari 250 tenant seni, kriya, dan kuliner lokal turut memeriahkan suasana dengan menghadirkan produk kreatif dan ragam cita rasa Nusantara. Pengunjung dimanjakan dengan sajian ikonik seperti batagor, sate, tahu gejrot, hingga kudapan manis kekinian yang menggoda selera, menciptakan perpaduan harmonis antara seni dan budaya kuliner.

Puncak keriaan Pasar Seni ITB tahun ini semakin hidup dengan penampilan para musisi tanah air ternama, di antaranya Project Pop, Sivia, Dongker, White Chorus, NonaRia, Soenji, Bottlesmoker, Seurieus, MeThosa, hingga The Panasdalam, yang sukses mengguncang panggung dan membawa energi penuh semangat sepanjang malam.


Pameran Virtual Adicitra Ganesha 

Meskipun Pasar Seni ITB 2025 telah usai, pameran fisik dan lelang seni secara virtual bertajuk Adicitra Ganesha masih berlangsung hingga 21 Oktober 2025. Pengunjung dapat membeli tiket pameran maupun mengikuti lelang secara daring melalui laman adicitraganesha.com.

Acara ini menampilkan berbagai karya lintas disiplin, mulai dari lukisan, instalasi, hingga desain produk, kriya kontemporer, dan perhiasan, mencerminkan semangat inovasi dan keindahan khas Indonesia.

Sejumlah nama yang turut berpartisipasi dalam acara ini seperti Nyoman Nuarta, A.D. Pirous, Ahmad Sadali, Umi Dachlan, Kaboel Suadi, G. Sidharta, serta pelaku desain kontemporer seperti Legam Jewellery, Spedagi–Magno (Singgih S. Kartono), Pala Nusantara, Marintan Sirait, Fatchurohman, Dian Widiawati, Natas Setiabudhi, Bana Nusantara, Lievik Atelier, Yanna Jewelry, dan Ken Atik.

Setiap karya seni yang dilelang memiliki cerita, visi, dan makna mendalam yang diharapkan dapat menyentuh hati para pengunjung. Selain itu, acara ini juga dimeriahkan oleh lelang karya seni ciptaan Kartika Basuki, orang tua Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Widiyanti mengatakan bangga dapat mendonasikan karya sang ibu untuk dimanfaatkan dengan bijak oleh acara Adicitra Ganesha. “Saya berharap gelaran seni seperti ini tidak hanya menjadi ajang pameran karya, tetapi juga menjadi ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan memperkuat diplomasi budaya Indonesia di mata dunia,” ujarnya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Museum Situs Gua Harimau Diresmikan, Simpan Jejak Manusia Purba Sumatera

BERIKUTNYA

Drama Korea A Hundred Memories Tamat dengan Rating Tertinggi Sejak Tayang Perdana

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga