Antusiasme Tinggi, Gramedia Science Day 2025 Jadi Ruang Seru Belajar Sains
18 October 2025 |
19:55 WIB
Gramedia Science Day sukses digelar pada hari ini, Sabtu (18/10/2025), di City Hall Pondok Indah Mall (PIM) 3 Jakarta Selatan. Ajang kompetisi tahunan ini dibuat sebagai wadah bagi para siswa SD untuk belajar dan berkreativitas di bidang sains dengan cara yang menyenangkan.
"Selain belajar sains, tapi juga belajar untuk nanti berbuat sesuatu yang bisa berdampak bagi Indonesia ataupun bagi alam pada umumnya. Menjadi wadah untuk menanamkan cinta terhadap dunia sains, soal keberlanjutan, soal menjaga kelestarian alam, dan ini media yang tepat banget menurut saya," imbuhnya.
Gelaran Gramedia Science Day 2025 ditutup dengan pengumuman para pemenang, yang terdiri dari Juara Favorit Mischka & Devon, yang mendapat hadiah uang tunai dan voucher Gramedia masing-masing Rp300.000, sertifikat dan goodie bag. Selain itu, Juara Harapan 1, Harapan 2 dan Harapan 3 yang mendapat uang tunai dan voucher Gramedia masing-masing Rp500.000, sertifikat dan goodie bag.
Lalu, Juara 3 mendapat uang tunai dan voucher Gramedia masing-masing Rp1 juta, plakat, sertifikat dan goodie bag; Juara 2 mendapat uang tunai dan voucher Gramedia masing-masing Rp1,5 juta , plakat, sertifikat dan goodie bag; serta Juara 1 mendapat uang tunai dan voucher Gramedia masing-masing Rp2.000.000, plakat, sertifikat dan goodie bag.
Baca juga: 800 Siswa SD Jadi Ilmuwan Cilik di Gramedia Science Day 2025
Baca juga: 800 Siswa SD Jadi Ilmuwan Cilik di Gramedia Science Day 2025
Dekan Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Multimedia Nusantara (UMN) sekaligus Juri Gramedia Science Day 2025, Niki Prastomo, menjelaskan penjurian Gramedia Science Day 2025 terdiri dari tiga tahap, yakni uji teori, uji praktik dengan dua eksperimen, dan wawancara untuk mengeksplorasi pemahaman peserta terhadap karya mereka.
"Kalau tahun ini agak menarik karena ada sisi engineering-nya juga ya. Ada sisi rekayasa gimana mereka bikin ada capitan untuk ngambil sampah, serta memanfaatkan sampah juga untuk membuat rangkaian bola yang bisa bergerak mengalir dalam satu board tadi," katanya saat ditemui di PIM 3, Jakarta, Sabtu (18/10/2025).
Niki menyampaikan penilaian pemenang Gramedia Science Day (GSD) 2025 dilihat dari beberapa aspek, mulai dari antusiasme peserta dalam menjelaskan karyanya, pemahaman konsep hingga kreativitas. Menurutnya, para peserta GSD tahun ini menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi, memahami konsep teori, hingga berusaha untuk membuat karya di luar ekspektasi.
"Kita hanya expect mereka membuatnya dalam dua dimensi, atas-bawah aja, tetapi yang juara satu mereka membuat sampai tiga dimensi," imbuhnya.
Niki menilai GSD merupakan ajang yang penting untuk memupuk minat generasi muda terhadap bidang sains. Sebab, menurutnya, orang-orang yang cakap terhadap sains dan teknologi hingga menjadi ilmuwan tidak bisa instan, melainkan harus diperkenalkan sedini mungkin.
"Saya melihatnya acara ini ingin menyampaikan bahwa sains itu bukan hal yang menakutkan, dan ketika anak-anak melihat, oh banyak juga yang merasakan hal yang sama, itu nambah semangat ke anak-anak ini," ucapnya.
"Selain belajar sains, tapi juga belajar untuk nanti berbuat sesuatu yang bisa berdampak bagi Indonesia ataupun bagi alam pada umumnya. Menjadi wadah untuk menanamkan cinta terhadap dunia sains, soal keberlanjutan, soal menjaga kelestarian alam, dan ini media yang tepat banget menurut saya," imbuhnya.

Suasana Gramedia Science Day 2025. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)
Tahun ini, Gramedia Science Day diikuti oleh sebanyak 800 siswa SD kelas 4–6, yang antusias mengikuti kompetisi berbasis sains serta menunjukkan semangat tinggi dalam menjelajahi dunia sains.
Mengusung tema “Trash Lab: Laboratorium Sains dari Barang Bekas", Gramedia Science Day 2025 mendorong para ilmuwan muda untuk menciptakan alat eksperimen berbahan dasar daur ulang. Perpaduan antara sains dan lingkungan menghadirkan perspektif baru bagi para ilmuwan muda untuk memanfaatkan limbah atau barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Melalui ajang ini, siswa-siswi SD kelas 4–6 akan diajak berkreasi menciptakan eksperimen sains dari barang bekas. Tidak hanya belajar sains dengan cara seru, tapi juga mengasah kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.
Pada kesempatan yang sama, General Manager Marketing Gramedia Made Ruswidhi menuturkan antusiasme GSD 2025 sangat tinggi, dibuktikan dengan meningkatnya jumlah peserta dari tahun lalu dari 300 tim menjadi 400 tim dengan total 800 peserta siswa kelas 4-6 SD. Bahkan, lantaran tingginya minat publik, pendaftaran GSD 2025 ditutup sejak sebulan lalu sebelum acara.
"Jadi kalau kami lihat sih, mungkin orang-orang juga melihat ini satu event di mana anak-anaknya terlepas dari gadget. Anak-anaknya lebih mandiri dan semacam bentuk edukatif. Buat orang tua mungkin representing juga buat anak-anaknya," tuturnya.
Made menjelaskan GSD yang telah hadir sejak 2016 dibuat sebagai respons atas tingginya minat publik terhadap buku-buku anak dan seputar sains di Gramedia. Di sisi lain, event tentang sains dengan skala besar juga belum banyak digelar di Indonesia.
"Jadi kami harapannya sains itu bukan sesuatu yang menakutkan, yang serius banget. Tetap ada sainsnya tapi angle-nya agak lebih menyenangkan dan entertaining," imbuhnya.
Baca juga: Pertukaran Karya Sastra Indonesia dan Malaysia, Upaya Diplomasi Budaya ala Gramedia
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Baca juga: Pertukaran Karya Sastra Indonesia dan Malaysia, Upaya Diplomasi Budaya ala Gramedia
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.