Penipu Online Gunakan Film Demon Slayer untuk Curi Data Pribadi
17 October 2025 |
20:30 WIB
Penjahat siber terus mencari cara menjerat korban, termasuk memanfaatkan film terbaru Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – Infinity Castle yang baru tayang di beberapa negara. Mereka mengeksploitasi minat pengguna dengan iming-iming akses gratis ke anime populer ini.
Dari temuan Kaspersky, perusahaan keamanan global itu mengidentifikasi situs web penipuan dalam berbagai bahasa. Kondisi ini menunjukkan bahwa para penyerang berusaha menjangkau khalayak global dengan mengeksploitasi popularitas film tersebut.
Baca juga: Perusahaan Indonesia Rentan Kena Serangan Siber, Ada 2.915 Eksploitasi Setiap Hari
Dalam modus yang berhasil diungkap Kaspersky, penyerang membuat situs web palsu yang mengklaim menawarkan akses gratis ke film baru tersebut dengan sulih suara dalam bahasa asli pengguna. Namun, ketika pengunjung mencoba memutar video, sebuah pemutar palsu muncul, yang mendorong mereka untuk mendaftar agar dapat mengakses film tersebut dan menerima ‘akses tak terbatas’ ke konten platform.
Untuk mendaftar dan melanjutkan menonton film, pengguna diminta memberikan informasi pribadi. Informasi tersebut mencakup alamat email dan dalam beberapa kasus, nomor ponsel, selain membuat kata sandi.
Langkah selanjutnya dari pendaftaran palsu ini yaitu meminta detail perbankan dengan kedok "uji coba gratis". Dengan kata lain, pengguna berisiko menjadi korban pencurian kredensial, terutama jika kata sandi yang sama digunakan di beberapa akun, dan potensi kerugian finansial.
"Kami telah menyaksikan pelaku kejahatan siber sering kali mencoba mengambil keuntungan dari penayangan film terkenal seperti Demon Slayer, dengan mengeksploitasi basis penggemar waralaba populer,” ujar Olga Altukhova, Analis Konten Web Senior di Kaspersky, Jumat (17/10/2025).
Dari kasus ini, Kaspersky katanya sangat menganjurkan para penggemar Demon Slayer maupun anime lainnya untuk mengakses konten hanya melalui platform resmi. Hal ini penting untuk melindungi data pribadi dan menghindari kerugian finansial.
Untuk menghindari menjadi korban penipuan, ada beberapa langkah yang bisa diterapkan. Pertama, periksa keaslian situs web sebelum memasukkan data pribadi dan hanya gunakan halaman web resmi untuk menonton atau mengunduh film. Periksa kembali format URL dan ejaan nama perusahaan.
Kedua, selalu pilih platform streaming resmi dan terpercaya untuk melindungi data pribadi dari pencurian dan penyalahgunaan. Ketiga, gunakan solusi keamanan andal yang dapat mengidentifikasi lampiran berbahaya dan memblokir tautan phishing.
Kualitas deteksi phishing dari solusi keamanan pun wajib dievaluasi setiap tahun oleh laboratorium pengujian independen. Terakhir, aktifkan autentikasi multi-faktor (2FA) dan pantau akun. Aktifkan 2FA pada ID Apple dan aplikasi keuangan, dan tinjau laporan secara berkala untuk aktivitas yang tidak sah.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Dari temuan Kaspersky, perusahaan keamanan global itu mengidentifikasi situs web penipuan dalam berbagai bahasa. Kondisi ini menunjukkan bahwa para penyerang berusaha menjangkau khalayak global dengan mengeksploitasi popularitas film tersebut.
Baca juga: Perusahaan Indonesia Rentan Kena Serangan Siber, Ada 2.915 Eksploitasi Setiap Hari
Dalam modus yang berhasil diungkap Kaspersky, penyerang membuat situs web palsu yang mengklaim menawarkan akses gratis ke film baru tersebut dengan sulih suara dalam bahasa asli pengguna. Namun, ketika pengunjung mencoba memutar video, sebuah pemutar palsu muncul, yang mendorong mereka untuk mendaftar agar dapat mengakses film tersebut dan menerima ‘akses tak terbatas’ ke konten platform.
Untuk mendaftar dan melanjutkan menonton film, pengguna diminta memberikan informasi pribadi. Informasi tersebut mencakup alamat email dan dalam beberapa kasus, nomor ponsel, selain membuat kata sandi.
Langkah selanjutnya dari pendaftaran palsu ini yaitu meminta detail perbankan dengan kedok "uji coba gratis". Dengan kata lain, pengguna berisiko menjadi korban pencurian kredensial, terutama jika kata sandi yang sama digunakan di beberapa akun, dan potensi kerugian finansial.
"Kami telah menyaksikan pelaku kejahatan siber sering kali mencoba mengambil keuntungan dari penayangan film terkenal seperti Demon Slayer, dengan mengeksploitasi basis penggemar waralaba populer,” ujar Olga Altukhova, Analis Konten Web Senior di Kaspersky, Jumat (17/10/2025).
Dari kasus ini, Kaspersky katanya sangat menganjurkan para penggemar Demon Slayer maupun anime lainnya untuk mengakses konten hanya melalui platform resmi. Hal ini penting untuk melindungi data pribadi dan menghindari kerugian finansial.
Untuk menghindari menjadi korban penipuan, ada beberapa langkah yang bisa diterapkan. Pertama, periksa keaslian situs web sebelum memasukkan data pribadi dan hanya gunakan halaman web resmi untuk menonton atau mengunduh film. Periksa kembali format URL dan ejaan nama perusahaan.
Kedua, selalu pilih platform streaming resmi dan terpercaya untuk melindungi data pribadi dari pencurian dan penyalahgunaan. Ketiga, gunakan solusi keamanan andal yang dapat mengidentifikasi lampiran berbahaya dan memblokir tautan phishing.
Kualitas deteksi phishing dari solusi keamanan pun wajib dievaluasi setiap tahun oleh laboratorium pengujian independen. Terakhir, aktifkan autentikasi multi-faktor (2FA) dan pantau akun. Aktifkan 2FA pada ID Apple dan aplikasi keuangan, dan tinjau laporan secara berkala untuk aktivitas yang tidak sah.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.