Ethiopia: The Cradle of Coffee (Sumber gambar: Bacha Coffee)

Angkat Asal Usul Kopi Dunia, Bacha Coffee Rilis Film Dokumenter Ethiopia: The Cradle of Coffee

16 October 2025   |   19:45 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Rumah kopi legendaris asal Maroko Bacha Coffee memperkenalkan seri dokumenter bertajuk Journeys to the Source. Seri ini menelusuri asal usul dan cita rasa berbagai kopi terbaik di dunia. Rangkaian itu dimulai dengan film perdananya bertajuk Ethiopia: The Cradle of Coffee yang tayang perdana pada 1 Oktober 2025 atau bertepatan dengan perayaan Hari Kopi Internasional beberapa waktu lalu.

Lebih dari sekadar dokumenter, film ini ingin menyajikan perjalanan yang menggugah dan membawa penonton menelusuri jejak kopi dari sejarah kuno hingga ekspresi modern. Ethiopia: The Cradle of Coffee menampilkan potret tanah kelahiran kopi dan rakyatnya dimana kopi lebih dari sekadar minuman, tapi juga tentang budaya, warisan, dan tatanan kehidupan.

Baca juga: Mengenal Coffee Rave, Tren Pesta Tanpa Alkohol Tapi Minum Kopi

Film ini dinarasikan langsing oleh Presiden dan CEO Bacha Coffee Taha Bouqdib. Taha merefleksikan inti sari dari Bacha Coffee dengan membagikan lebih dari 200 ragam kopi Arabika istimewa kepada para pencinta kopi di seluruh dunia. Ceritanya mengajak penonton berlayar melintasi benua dari dataran tinggi Sidama di Ethiopia hingga ke Dar el Bacha, rumah pertama Bacha Coffee di Marrakech, Maroko.

Bagi Taha, Ethiopia: The Cradle of Coffee adalah sebuah penghormatan sekaligus undangan untuk melihat kopi sebagai suatu ekspresi budaya, karya, dan komunitas yang melampaui lintas negara maupun generasi. "Kami merayakan Ethiopia serta rakyatnya yang hidup dan bernafas dalam tradisi ini. Kopi lebih dari sekadar warisan hidup ia adalah jembatan yang menyatukan berbagai benua, budaya, dan bahasa," kata Taha.

Ethiopia: The Cradle of Coffee (Sumber gambar: Bacha Coffee)

Ethiopia: The Cradle of Coffee (Sumber gambar: Bacha Coffee)


Perjalanan dimulai di Rift Valley, Ethiopia, kawasan subur tempat tumbuhnya kopi Sidamo yang legendaris. Di sini, penonton diperkenalkan pada proses budidaya yang penuh kesabaran dan dedikasi dimulai dari pemetikan ceri secara teliti, pengolahan hati-hati, hingga akhirnya menjadi secangkir Sidamo Mountain Coffee yang istimewa. Film ini juga menggambarkan hubungan erat antara para petani dan para taster Bacha Coffee yang memastikan setiap biji kopi memenuhi standar tertinggi.

Tahapan berikutnya membawa penonton ke fasilitas pemanggangan mutakhir Bacha Coffee di Marrakech dengan luas 28.000 kaki persegi. Di sinilah seni dan sains berpadu untuk mengungkap karakter unik setiap panen.

Head of Coffee Procurement & Production Bacha Coffee Rudiger Freytag mengatakan pemanggangan perlahan dalam kelompok produksi kecil memang memakan waktu lebih lama dibanding metode industri dan karena itu, tentunya lebih mahal. "Namun kami percaya inilah satu-satunya cara untuk benar-benar mengekstraksi karakteristik-karakteristik unik serta berbagai cita rasa yang akhirnya terungkap dalam cangkir,” ujar Freytag.

Film berpuncak di Dar el Bacha, ruang kopi bersejarah yang menjadi simbol keanggunan dan akar warisan Bacha Coffee sejak 1910. Interior megahnya menjadi saksi perjalanan panjang kopi dari tradisi, seni, hingga ritual pelayanan yang kini dihidupkan kembali untuk generasi baru.

Seri dokumenter Journeys to the Source sendiri merupakan bentuk penghargaan terhadap para petani dan taster yang berdedikasi menjaga kualitas kopi Bacha Coffee.

Dalam proyek ini, Bacha Coffee bekerja sama dengan pembuat film dokumenter ternama Fraser Morton untuk menampilkan sisi komitmen tak tergoyahkan terhadap kualitas dan seni memanggang kopi yang presisi.

Ethiopia: The Cradle of Coffee (Sumber gambar: Bacha Coffee)

Ethiopia: The Cradle of Coffee (Sumber gambar: Bacha Coffee)


Perlu diketahui, Bacha Coffee hanya berfokus pada specialty coffee 100% Arabika. Jenis kopi terpilih dengan predikat tertinggi dinilai berdasarkan rasa, body, aroma, keasaman, dan kualitas keseluruhan. “Bacha Coffee adalah satu-satunya roaster yang berdedikasi sepenuhnya untuk biji specialty coffee 100% Arabika yang diperoleh dari lebih banyak daerah dibandingkan coffee house manapun di dunia,” sambung Freytag. 

Lebih dari 200 jenis specialty coffee dari berbagai penjuru dunia kini tersedia di Bacha Coffee Rooms dan Boutiques. Setiap koleksi menghadirkan cita rasa unik yang dipengaruhi oleh tanah, iklim, dan kondisi geografis asalnya menjadikan setiap cangkir sebagai pengalaman sensori yang tak terlupakan.

Baca juga: Dari Hulu ke Hilir, Kopi Kintamani Berjuang Jaga Kualitas dan Keberlanjutan

Sebagai informasi, sejak ditemukan sekitar tahun 850 M, kopi Ethiopia sudah dikenal sebagai salah satu yang paling istimewa di dunia dengan lebih dari 1.000 varietas kopi liar yang telah dipatenkan. Bacha Coffee memilih 2 wilayah paling bergengsi di Ethiopia Sidama dan Yirgacheffe untuk koleksi spesialnya. Kedua daerah ini melahirkan cita rasa Arabika paling murni, kompleks, tapi tetap seimbang dan halus.

Kopi-kopi yang ditampilkan dalam Ethiopia: The Cradle of Coffee diproses menggunakan metode Wet Washed yang menghilangkan daging buah ceri kopi sebelum dikeringkan. Meskipun metode ini membutuhkan biaya tinggi karena memerlukan banyak air segar. Hasilnya adalah profil rasa yang jernih, bersih, dan renyah.

SEBELUMNYA

Kolaborasi Pendidikan dan Gastronomi, Prancis Dukung Pengembangan Talenta Kuliner di Bali

BERIKUTNYA

Twice Tampil Memukau di Victoria’s Secret Fashion Show 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga