Kolaborasi Pendidikan dan Gastronomi, Prancis Dukung Pengembangan Talenta Kuliner di Bali
16 October 2025 |
19:30 WIB
Dapur praktik Bali Culinary Pastry School (BCPS) di Tabanan, Bali sibuk dengan persiapan sajian hidangan penutup bergaya Prancis yang dibuat oleh para siswa. Apa yang disajikan dalam piring itu merupakan hasil pelatihan berbulan-bulan mereka terhadap rasa dan tampilan makanan manis ala Prancis.
Bukan tanpa alasan, tamu mereka kali ini adalah Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, orang yang tahu persis cita rasa gastronomi kampung halamannya. Sekolah yang berada di bawah naungan Bali International Training and Development Center (BITDeC) di Nyanyi, Kabupaten Tabanan tersebut menyambut Penone dalam rangka French Gastronomy Week 2025.
Baca juga: Sederet Kuliner Ikonik di Film-film Ghibli, Onigiri sampai Siberia Cake
BITDeC sendiri menjadi bagian dari pilar pendidikan Nyanyi Bali, yang dikenal karena kemampuannya memadukan pendidikan berkelas dunia dengan nilai-nilai luhur budaya lokal. Adapun kedatangan Fenone juga sekaligus menandai langkah penting dalam memperkuat hubungan antara Prancis dan Bali di bidang pendidikan, budaya, dan gastronomi.
Dalam sambutannya, Duta Besar Penone menegaskan bahwa gastronomi dan pendidikan merupakan jembatan budaya yang mampu mempererat hubungan antarbangsa. “Prancis dan Indonesia memiliki visi bersama untuk membangun kemitraan jangka panjang di bidang pendidikan, budaya, dan gastronomi," kata Fenone. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Bali Culinary Pastry School benar-benar mewujudkan visi untuk mempererat hubungan antar manusia, menumbuhkan talenta muda, dan membuka peluang kolaborasi baru.
Penone disambut oleh Pendiri BCPS Made Ariani Siswanto, dan Wakil Direktur Politeknik Internasional Bali (PIB College) Paulus Herry Arianto, serta jajaran direksi Nyanyi Bali. Turut hadir pula perwakilan senior dari Kedutaan Besar Prancis dan Alliance Française Bali.
Made Ariani menyampaikan rasa bangganya atas kunjungan tersebut. Baginya, Kunjungan ini mencerminkan visi bersama untuk memperkuat kemitraan jangka panjang dengan Prancis baik dalam pertukaran talenta maupun memperkuat posisi Bali sebagai destinasi global di bidang pendidikan, budaya, gastronomi.
Adapun kerja sama antara Bali dan Prancis di bidang gastronomi telah berjalan aktif melalui berbagai program internasional. BCPS bekerja sama dengan Alliance Française Bali untuk memberikan pelatihan bahasa Prancis bagi siswa serta membuka peluang magang di berbagai restoran dan hotel bergengsi di Prancis termasuk grup Lucien Barrière, restoran berbintang Michelin, dan properti di bawah Relais & Châteaux.
Para siswa juga mendapat bimbingan dari chef bergelar Meilleur Ouvrier de France (M.O.F) ternama seperti dari La Maison Paul Bocuse dan Guy Lassausaie. “Hingga saat ini, lebih dari 150 siswa telah menyelesaikan kursus bahasa Prancis yang bekerja sama dengan Alliance Française. Dari tahun 2023 hingga 2025, sebanyak 60 siswa kami telah mengikuti program magang di Prancis,” kata Ariani.
Baca juga: Wawancara CEO Se'Indonesia Rinaldi Dharma Utama, Membawa Kuliner NTT Mendunia
Setelah sambutan resmi, rombongan Dubes Prancis meninjau fasilitas BITDeC termasuk laboratorium praktik BCPS dan PIB College. Para siswa dengan antusias memperlihatkan hasil karya serta berbagi pengalaman belajar mereka.
Kunjungan pada Sabtu (11/10/2025) itu ditutup dengan sesi Afternoon Degustation di BCPS Pedagogical Restaurant. Di sana, para siswa menyajikan kreasi bernuansa Prancis yang memadukan teknik dan sentuhan budaya lokal.
Bukan tanpa alasan, tamu mereka kali ini adalah Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, orang yang tahu persis cita rasa gastronomi kampung halamannya. Sekolah yang berada di bawah naungan Bali International Training and Development Center (BITDeC) di Nyanyi, Kabupaten Tabanan tersebut menyambut Penone dalam rangka French Gastronomy Week 2025.
Baca juga: Sederet Kuliner Ikonik di Film-film Ghibli, Onigiri sampai Siberia Cake
BITDeC sendiri menjadi bagian dari pilar pendidikan Nyanyi Bali, yang dikenal karena kemampuannya memadukan pendidikan berkelas dunia dengan nilai-nilai luhur budaya lokal. Adapun kedatangan Fenone juga sekaligus menandai langkah penting dalam memperkuat hubungan antara Prancis dan Bali di bidang pendidikan, budaya, dan gastronomi.
Dalam sambutannya, Duta Besar Penone menegaskan bahwa gastronomi dan pendidikan merupakan jembatan budaya yang mampu mempererat hubungan antarbangsa. “Prancis dan Indonesia memiliki visi bersama untuk membangun kemitraan jangka panjang di bidang pendidikan, budaya, dan gastronomi," kata Fenone. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Bali Culinary Pastry School benar-benar mewujudkan visi untuk mempererat hubungan antar manusia, menumbuhkan talenta muda, dan membuka peluang kolaborasi baru.
Penone disambut oleh Pendiri BCPS Made Ariani Siswanto, dan Wakil Direktur Politeknik Internasional Bali (PIB College) Paulus Herry Arianto, serta jajaran direksi Nyanyi Bali. Turut hadir pula perwakilan senior dari Kedutaan Besar Prancis dan Alliance Française Bali.
Made Ariani menyampaikan rasa bangganya atas kunjungan tersebut. Baginya, Kunjungan ini mencerminkan visi bersama untuk memperkuat kemitraan jangka panjang dengan Prancis baik dalam pertukaran talenta maupun memperkuat posisi Bali sebagai destinasi global di bidang pendidikan, budaya, gastronomi.
,_para_petinggi_Nyanyi_Bali,_serta_mahasiswa_BCPS_dan_PIB_College_crop.jpg)
Kunjungan Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Fabien Penone ke Bali Culinary Pastry School (BCPS) di Tabanan, Bali. (Sumber gambar: Bali Culinary Pastry School (BCPS)
Para siswa juga mendapat bimbingan dari chef bergelar Meilleur Ouvrier de France (M.O.F) ternama seperti dari La Maison Paul Bocuse dan Guy Lassausaie. “Hingga saat ini, lebih dari 150 siswa telah menyelesaikan kursus bahasa Prancis yang bekerja sama dengan Alliance Française. Dari tahun 2023 hingga 2025, sebanyak 60 siswa kami telah mengikuti program magang di Prancis,” kata Ariani.
Baca juga: Wawancara CEO Se'Indonesia Rinaldi Dharma Utama, Membawa Kuliner NTT Mendunia
Setelah sambutan resmi, rombongan Dubes Prancis meninjau fasilitas BITDeC termasuk laboratorium praktik BCPS dan PIB College. Para siswa dengan antusias memperlihatkan hasil karya serta berbagi pengalaman belajar mereka.
Kunjungan pada Sabtu (11/10/2025) itu ditutup dengan sesi Afternoon Degustation di BCPS Pedagogical Restaurant. Di sana, para siswa menyajikan kreasi bernuansa Prancis yang memadukan teknik dan sentuhan budaya lokal.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.