Kenali Jenis-Jenis Raket Padel, Panduan Memilih Sesuai Level Kemahiran
14 October 2025 |
08:22 WIB
1
Like
Like
Like
Olahraga padel kini tengah naik daun dan digemari banyak orang. Mengutip SVRG.id, padel pertama kali muncul di Meksiko pada tahun 1969, diciptakan oleh Enrique Corcuera. Kala itu, ia ingin bermain tenis, tapi terkendala lahan yang sempit.
Dari situlah lahir permainan padel, yang kemudian dibawa ke Spanyol oleh temannya, dan sejak itu populer di berbagai belahan dunia.
Baca juga: Manfaat Olahraga Padel, Bisa Turunkan Berat Badan Hingga Jaga Kesehatan Mental
Di Indonesia, tren padel juga semakin merebak. Banyak orang mulai tertarik mencoba hingga bergabung dalam komunitas padel yang kian bermunculan. Permainan ini dimainkan oleh 2 hingga 4 orang, dengan raket khusus untuk memantulkan bola ke dinding dan mengembalikannya ke lawan.
Menariknya, raket padel memiliki berbagai jenis, mulai dari yang cocok untuk pemula hingga pemain berpengalaman. Nah, sebelum membeli, ada baiknya kenalan dulu dengan tipe-tipe raket padel agar tak salah pilih.
Jenis raket padel ini memiliki ukuran yang berbentuk bulat atau lingkaran. Raket round memiliki Sweetspot yang terletak di tengah raket dengan cakupan area yang luas. Selain itu, raket round memiliki titik keseimbangan didekat grip sehingga fokus raket adalah pada kontrol, kenyamanan dan kemudahan saat memukul bola.
Kelebihan: Raket round memiliki kontrol maksimal pada saat digunakan, dimana raket dapat menahan getaran pada saat memukul bola. Kelebihan lainnya yaitu pada tingkat kesalahan yang sangat rendah sehingga cocok untuk pemula yang baru pertama kali ingin mencoba padel. Penggunaannya yang mudah membuat raket padel bisa mengantisipasi beban yang dihasilkan pada siku atau lengan pemain.
Kekurangan: Raket padel jenis round pada dasarnya cocok untuk pemula yang baru mulai mempelajari menerima atau memukul bola di lapangan. Sehingga raket ini tidak cocok untuk pemain yang agresif seperti mengutamakan power dan speed. Pukulan yang dihasilkan juga cenderung rendah karena fokusnya lebih banyak pada kontrol raket.
Kelebihan: Raket padel teardrop karena dikenal dengan fleksibilitasnya, raket ini punya power sekaligus kontrol cukup baik. Karena fungsi raket ini berada di level tengah antara raket round dan diamond, cocok untuk pemain yang mulai agresif pada saat menerima atau memukul bola di lapangan.
Kekurangan: Raket padel jenis teardrop, pada dasarnya dikenal sebagai hybrid — raket yang tidak full memiliki kontrol seperti raket round dan tidak juga full power seperti raket diamond. Sehingga pukulan cenderung tidak terlalu ekstrem.
Sebagai level tertinggi dari semua jenis raket, raket padel diamond berfokus pada power dan speed maksimal pada saat melakukan pukul bola ke arah lawan. Sweetspot pada raket ini terletak pada bagian atas kepala raket yang menghasilkan titik keseimbangan yang tinggi. Raket diamond memiliki bentuk yang lebih lebar sekaligus meruncing pada bagian atasnya.
Kelebihan: Raket diamond memiliki power yang lebih besar dan bertenaga. Pada saat memukul bola, speed yang dihasilkan menjadi lebih cepat sekaligus menjadi lebih agresif dibandingkan raket padel lainnya. Cocok untuk pemain yang sudah mahir atau profesional yang sudah memiliki kontrol penggunaan raket yang baik.
Kekurangan: Raket padel jenis diamond tidak cocok untuk pemula karena pemain yang bisa menggunakan raket ini adalah orang yang sudah mahir dalam kontrol penggunaan raket sehingga rawan kelelahan pada bagian siku atau lengan. Perlu teknik yang mahir untuk menghasilkan pukulan yang bertenaga, seimbang dan kontrol yang baik.
Ketiga jenis raket padel ini masing-masing memiliki pengalaman yang berbeda saat digunakan. Sehingga kita jangan sampai salah pilih agar nyaman saat bermain di lapangan. Kira-kira apakah raket padel yang kamu incar sudah sesuai dengan level bermainmu?
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Dari situlah lahir permainan padel, yang kemudian dibawa ke Spanyol oleh temannya, dan sejak itu populer di berbagai belahan dunia.
Baca juga: Manfaat Olahraga Padel, Bisa Turunkan Berat Badan Hingga Jaga Kesehatan Mental
Di Indonesia, tren padel juga semakin merebak. Banyak orang mulai tertarik mencoba hingga bergabung dalam komunitas padel yang kian bermunculan. Permainan ini dimainkan oleh 2 hingga 4 orang, dengan raket khusus untuk memantulkan bola ke dinding dan mengembalikannya ke lawan.
Menariknya, raket padel memiliki berbagai jenis, mulai dari yang cocok untuk pemula hingga pemain berpengalaman. Nah, sebelum membeli, ada baiknya kenalan dulu dengan tipe-tipe raket padel agar tak salah pilih.
1. Raket Round
Jenis raket padel ini memiliki ukuran yang berbentuk bulat atau lingkaran. Raket round memiliki Sweetspot yang terletak di tengah raket dengan cakupan area yang luas. Selain itu, raket round memiliki titik keseimbangan didekat grip sehingga fokus raket adalah pada kontrol, kenyamanan dan kemudahan saat memukul bola.Kelebihan: Raket round memiliki kontrol maksimal pada saat digunakan, dimana raket dapat menahan getaran pada saat memukul bola. Kelebihan lainnya yaitu pada tingkat kesalahan yang sangat rendah sehingga cocok untuk pemula yang baru pertama kali ingin mencoba padel. Penggunaannya yang mudah membuat raket padel bisa mengantisipasi beban yang dihasilkan pada siku atau lengan pemain.
Kekurangan: Raket padel jenis round pada dasarnya cocok untuk pemula yang baru mulai mempelajari menerima atau memukul bola di lapangan. Sehingga raket ini tidak cocok untuk pemain yang agresif seperti mengutamakan power dan speed. Pukulan yang dihasilkan juga cenderung rendah karena fokusnya lebih banyak pada kontrol raket.
2. Raket Teardrop / Hybrid
Raket padel yang berbentuk seperti tetesan air mata ini merupakan gabungan antara raket round dan raket diamond dengan titik keseimbangan di tengah. Dibandingkan dengan raket round yang lebih banyak fokus pada kontrol, raket ini memiliki keseimbangan antara kontrol dan power. Raket teardrop memiliki Sweetspot yang sedang dengan posisi hampir mendekati titik tengah raket.Kelebihan: Raket padel teardrop karena dikenal dengan fleksibilitasnya, raket ini punya power sekaligus kontrol cukup baik. Karena fungsi raket ini berada di level tengah antara raket round dan diamond, cocok untuk pemain yang mulai agresif pada saat menerima atau memukul bola di lapangan.
Kekurangan: Raket padel jenis teardrop, pada dasarnya dikenal sebagai hybrid — raket yang tidak full memiliki kontrol seperti raket round dan tidak juga full power seperti raket diamond. Sehingga pukulan cenderung tidak terlalu ekstrem.
3. Raket Diamond
Sebagai level tertinggi dari semua jenis raket, raket padel diamond berfokus pada power dan speed maksimal pada saat melakukan pukul bola ke arah lawan. Sweetspot pada raket ini terletak pada bagian atas kepala raket yang menghasilkan titik keseimbangan yang tinggi. Raket diamond memiliki bentuk yang lebih lebar sekaligus meruncing pada bagian atasnya.Kelebihan: Raket diamond memiliki power yang lebih besar dan bertenaga. Pada saat memukul bola, speed yang dihasilkan menjadi lebih cepat sekaligus menjadi lebih agresif dibandingkan raket padel lainnya. Cocok untuk pemain yang sudah mahir atau profesional yang sudah memiliki kontrol penggunaan raket yang baik.
Kekurangan: Raket padel jenis diamond tidak cocok untuk pemula karena pemain yang bisa menggunakan raket ini adalah orang yang sudah mahir dalam kontrol penggunaan raket sehingga rawan kelelahan pada bagian siku atau lengan. Perlu teknik yang mahir untuk menghasilkan pukulan yang bertenaga, seimbang dan kontrol yang baik.
Ketiga jenis raket padel ini masing-masing memiliki pengalaman yang berbeda saat digunakan. Sehingga kita jangan sampai salah pilih agar nyaman saat bermain di lapangan. Kira-kira apakah raket padel yang kamu incar sudah sesuai dengan level bermainmu?
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.