Road to Jakarta Film Week 2025, 4 Film Pendek Sineas Muda Diputar di UI Film Festival
13 October 2025 |
19:00 WIB
Program Road to Jakarta Film Week 2025 hadir di Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) Universitas Indonesia, Senin (13/10/2025) sore. Empat film pilihan yang diputar dalam acara ini berhasil menarik puluhan penonton, sebagian besar anak muda yang datang dari Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Sejak siang menuju sore, ruang pemutaran yang berada di lantai dua Gedung Pusgiwa UI sudah dipenuhi oleh pengunjung. Mereka tampak antusias; ada yang datang bersama teman, ada pula yang memilih menikmati suasana sendiri sebelum masuk ke ruang pemutaran.
Baca juga: The Fox King Jadi Karya Pembuka Jakarta Film Week 2025, Begini Kata Direktur Festival
Road to Jakarta Film Week 2025 kali ini menampilkan empat film pendek dari dalam dan luar negeri. Adapun keempat film tersebut adalah A Date With The Death (2024), Followers (2024), Samu the Terrible and His Sin (2024), dan How an Apocalypse Ends (2025).
Sore itu, tepat pukul 16.30 WIB, layar dibuka dengan Piknik Bersama Maut atau A Date With The Death (2024). Film besutan Nara Nugroho ini menjadi penanda debutnya di film pendek fiksi, setelah sebelumnya lebih banyak bergelut di dunia desain grafis.
Premisnya sederhana, yakni tentang seseorang yang mengalami penggambaran kejadian setelah meninggal dunia. Secara umum, film ini mengingatkan publik pada karya Gaspar Noé berjudul Enter the Void (2009), meski disajikan dengan gaya satir.
Piknik Bersama Maut bercerita tentang Rudi, seorang desainer grafis lepas yang meninggal karena terlalu asyik dengan pekerjaannya. Ketika rohnya akan dibawa oleh Maut, Rudi menolak menandatangani dokumen persetujuan kepergiannya.
Setelah menyajikan film dari Indonesia, festival kemudian membawa penonton ke warna sinema Vietnam lewat How an Apocalypse Ends (2025) karya sutradara Dang Thuy Trang. Secara umum, film ini mengangkat ketegangan antara persahabatan dan insting bertahan hidup.
Kisahnya berpusat pada dilema empat sahabat sekolah menengah atas di sebuah taman skateboard mangkrak. Salah satu dari mereka berubah menjadi zombie. Dari sinilah konflik bergulir, apakah mereka harus mengorbankan atau menyelamatkannya dengan risiko terjangkit wabah.
Setelah disuguhi film drama dan komedi horor, penonton diajak menyelami psikologi lewat film Samu the Terrible and His Sin (2024) karya Dhiwangkara Seta. Secara umum, film ini juga mengingatkan pada karya auteur Stanley Kubrick berjudul Full Metal Jacket (1987).
Diproduksi oleh Qun Films dan Lune Features, film ini bercerita tentang sosok siswa calon angkatan laut yang kesepian. Kemudian, dia menemukan kekuatan dari air tawar dan menggunakannya untuk melawan para pesaingnya. Film ini memadukan ketegangan thriller, emosi drama, dan imajinasi fantasi.
Film terakhir yang ditayangkan adalah Followers (2024) karya Kevin Rahardjo. Film ini mengisahkan seorang influencer yang bermimpi memiliki jutaan pengikut, namun justru menjadi target penguntitan di kehidupan nyata oleh salah satu penggemarnya.
Jakarta Film Week 2025 akan berlangsung pada 22-26 Oktober 2025. Sejak digelar pertama kali pada 2021, festival ini terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Tidak hanya jumlah film yang diterima meningkat, tetapi juga antusiasme masyarakat terhadap pesta sinema di Jakarta yang kian besar.
Tahun ini, JFW 2025 menghadirkan berbagai program yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Di antaranya Global Feature, Global Short, Global Animation, Direction Award, Jakarta Film Fund, Emergency Broadcast, Herstory, Fantasea, dan Classique.
Selain itu, ada pula program kolaborasi internasional seperti Made in Hong Kong, Postcards from Clermont-Ferrand, Bioscoop Belanda, Layar Indonesiana, Refleksi 20 Tahun Reza Rahardian, Fun Cican, dan Sekolah VR yang memperkaya keberagaman sinema sekaligus membuka ruang dialog lintas budaya.
Baca juga: 10 Film Lakukan World Premiere di Jakarta Film Week 2025, Termasuk Dopamin
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Sejak siang menuju sore, ruang pemutaran yang berada di lantai dua Gedung Pusgiwa UI sudah dipenuhi oleh pengunjung. Mereka tampak antusias; ada yang datang bersama teman, ada pula yang memilih menikmati suasana sendiri sebelum masuk ke ruang pemutaran.
Baca juga: The Fox King Jadi Karya Pembuka Jakarta Film Week 2025, Begini Kata Direktur Festival
Road to Jakarta Film Week 2025 kali ini menampilkan empat film pendek dari dalam dan luar negeri. Adapun keempat film tersebut adalah A Date With The Death (2024), Followers (2024), Samu the Terrible and His Sin (2024), dan How an Apocalypse Ends (2025).
Sore itu, tepat pukul 16.30 WIB, layar dibuka dengan Piknik Bersama Maut atau A Date With The Death (2024). Film besutan Nara Nugroho ini menjadi penanda debutnya di film pendek fiksi, setelah sebelumnya lebih banyak bergelut di dunia desain grafis.
Premisnya sederhana, yakni tentang seseorang yang mengalami penggambaran kejadian setelah meninggal dunia. Secara umum, film ini mengingatkan publik pada karya Gaspar Noé berjudul Enter the Void (2009), meski disajikan dengan gaya satir.
Piknik Bersama Maut bercerita tentang Rudi, seorang desainer grafis lepas yang meninggal karena terlalu asyik dengan pekerjaannya. Ketika rohnya akan dibawa oleh Maut, Rudi menolak menandatangani dokumen persetujuan kepergiannya.
Setelah menyajikan film dari Indonesia, festival kemudian membawa penonton ke warna sinema Vietnam lewat How an Apocalypse Ends (2025) karya sutradara Dang Thuy Trang. Secara umum, film ini mengangkat ketegangan antara persahabatan dan insting bertahan hidup.
Kisahnya berpusat pada dilema empat sahabat sekolah menengah atas di sebuah taman skateboard mangkrak. Salah satu dari mereka berubah menjadi zombie. Dari sinilah konflik bergulir, apakah mereka harus mengorbankan atau menyelamatkannya dengan risiko terjangkit wabah.
Setelah disuguhi film drama dan komedi horor, penonton diajak menyelami psikologi lewat film Samu the Terrible and His Sin (2024) karya Dhiwangkara Seta. Secara umum, film ini juga mengingatkan pada karya auteur Stanley Kubrick berjudul Full Metal Jacket (1987).
Diproduksi oleh Qun Films dan Lune Features, film ini bercerita tentang sosok siswa calon angkatan laut yang kesepian. Kemudian, dia menemukan kekuatan dari air tawar dan menggunakannya untuk melawan para pesaingnya. Film ini memadukan ketegangan thriller, emosi drama, dan imajinasi fantasi.
Film terakhir yang ditayangkan adalah Followers (2024) karya Kevin Rahardjo. Film ini mengisahkan seorang influencer yang bermimpi memiliki jutaan pengikut, namun justru menjadi target penguntitan di kehidupan nyata oleh salah satu penggemarnya.
Jakarta Film Week 2025 akan berlangsung pada 22-26 Oktober 2025. Sejak digelar pertama kali pada 2021, festival ini terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Tidak hanya jumlah film yang diterima meningkat, tetapi juga antusiasme masyarakat terhadap pesta sinema di Jakarta yang kian besar.
Tahun ini, JFW 2025 menghadirkan berbagai program yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Di antaranya Global Feature, Global Short, Global Animation, Direction Award, Jakarta Film Fund, Emergency Broadcast, Herstory, Fantasea, dan Classique.
Selain itu, ada pula program kolaborasi internasional seperti Made in Hong Kong, Postcards from Clermont-Ferrand, Bioscoop Belanda, Layar Indonesiana, Refleksi 20 Tahun Reza Rahardian, Fun Cican, dan Sekolah VR yang memperkaya keberagaman sinema sekaligus membuka ruang dialog lintas budaya.
Baca juga: 10 Film Lakukan World Premiere di Jakarta Film Week 2025, Termasuk Dopamin
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.