Koleksi Modest Fashion di IN2MOTIONFEST 2025, KHANAAN sampai Batik Widayati
12 October 2025 |
06:56 WIB
Deretan rumah mode dan desainer berbakat Tanah Air menampilkan koleksi busana terbarunya di IN2MF atau IN2MOTIONFEST 2025. Ini merupakan festival modest fashion terbesar di Indonesia yang digelar pada 8-12 Oktober 2025 di JIEXPO Convention Center & Theatre, Jakarta.
Gelarannya tahun ini mengusung tema “One Vision, One Movement: Advancing Indonesia Modest Fashion Through Synergy & Collaboration”. Sebuah komitmen untuk menyatukan pelaku industri, mendukung kualitas produk lokal, dan memperluas jangkauan kreasi modest fashion Indonesia ke panggung global.
Baca juga: Tampil di IN2MF 2025, Rumah Rahma Hadirkan Koleksi Harmony of Coastal Nature Madura
Acara IN2MF mencakup beragam kegiatan menarik, mulai dari fashion show, pameran, seminar, hingga business matching antar pelaku industri mode. Desainer Indonesia dan internasional menampilkan karya busana dengan fokus penggunaan bahan lokal seperti tenun, batik, eco-print, serta berbagai teknik tekstil tradisional dengan sentuhan kontemporer.
Berikut sejumlah rumah mode dan desainer yang menampilkan koleksi busana terbarunya di IN2MOTIONFEST 2025.
KHANAAN memperkenalkan sub-koleksi terbarunya bertajuk KHANAAN Heritage, yang menampilkan perpaduan budaya Nusantara melalui kolaborasi dua warisan tekstil dari daerah berbeda. Ada batik khas pengrajin Pekalongan di Pulau Jawa dan kain tenun Lintau Padang dari Sumatra Barat.
"Kedua kain ini dipilih karena memiliki karakter kuat dengan dominasi motif geometris, yang dipadukan dalam desain kontemporer," kata Khanaan Shamlan, pendiri dan desainer KHANAAN
Koleksi ini dirilis untuk menyambut musim Fall/Winter 2025. Desainnya banyak eksplorasi warna gelap dan berani seperti burgundy, yang berpadu lembut dengan nuansa pale green dan abu-abu. Palet warna tersebut menciptakan kesan modern, elegan, dan tegas, sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai tradisi.
Melalui KHANAAN Heritage, merek ini ini menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan karya perajin lokal, sambil menghadirkan interpretasi baru yang relevan di panggung mode internasional. Setiap helai busana menjadi simbol pertemuan dua budaya yang menyatukan warisan leluhur, serta memancarkan identitas kaya makna.
Jenama lainnya ada Batik Widayati, merek batik asal Solo yang dikenal konsisten menggunakan pewarna alami, kembali menghadirkan koleksi terbarunya bertajuk “Kun Anta, Blossom As You Are”.
Dirancang oleh sang pendiri dan desainer utama, Wiwiek Widayati, koleksi ini terinspirasi dari konsep vertical garden, yang menggambarkan bunga-bunga indah yang mampu tumbuh meski dalam keterbatasan lahan.
"Kami mengajak perempuan untuk tetap bertumbuh dan menampilkan keindahan autentiknya, apa pun ruang dan tantangan yang dihadapi," ujar Wiwiek.
Detail desain koleksi ini mengambil inspirasi dari motif Truntum, motif batik klasik yang bermakna cinta tulus dan abadi. Unsur vertical garden dan motif Truntum dihadirkan sebagai ornamen utama untuk memperkaya detail desain, berpadu harmonis dengan filosofi alam yang menjadi napas dalam setiap lembar batik indigo hasil pewarnaan alami.
Material Cotton Voal dan Cotton Primis dibuat dalam siluet modest yang sederhana namun elegan, mencerminkan karakter perempuan modern yang anggun, kuat, dan autentik. Dengan total delapan looks, Kun Anta, Blossom As You Are mempertegas komitmen Batik Widayati untuk menjaga warisan wastra nusantara.
Koleksi terbaru merek LIF karya desainer Alma Hairunisa bertajuk Bee Spirit menghadirkan interpretasi elegan dari semangat kerja keras dan kolaborasi yang terinspirasi dari kehidupan lebah. Mengusung konsep modest fashion dengan sentuhan elemen heksagonal, Alma menampilkan rancangan yang menggabungkan nilai estetika dan filosofi mendalam.
Bentuk heksagonal yang identik dengan sarang lebah diterjemahkan ke dalam motif, siluet, dan potongan pola geometris yang modern serta dinamis. Ini mencerminkan karakter perempuan berhijab yang aktif, profesional, dan mandiri.
"Ada delapan looks, materialnya memadukan Tenun Dayak Kalimantan Barat, Lurik Jogja, katun, linen, dan suede untuk menghasilkan tekstur yang kaya namun tetap nyaman dikenakan," ujar Alma.
Teknik patchwork menjadi elemen penting dalam desain ini, memanfaatkan kain perca sebagai bentuk dukungan terhadap konsep keberlanjutan. Warna-warna coklat, biru, dan nude dipilih untuk menghadirkan kesan lembut namun tegas, memperkuat citra perempuan yang elegan dan berkarakter.
Detail ornamen heksagonal serta siluet A-line dan tailored mempertegas harmoni antara kekuatan dan kelembutan, seolah menjadi metafora visual bagi sosok perempuan yang bekerja dengan efisien, penuh dedikasi, namun tetap anggun dalam setiap langkahnya.
Tak ketinggalan ada koleksi merek ANFIHA karya desainer Andi Fitri Hartuti bertajuk “Stillness in Shades” yang menggambarkan perjalanan batin penuh refleksi tentang kekuatan dalam keheningan. Terinspirasi dari kisah dan semangat Palestina, koleksi ini menjadi bentuk kontemplasi visual bahwa dalam diam, harapan dapat tumbuh dan perlawanan tetap hidup.
Melalui delapan tampilan, merek ini menghadirkan busana yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat makna spiritual dan kemanusiaan. Setiap busana dibuat dengan material pilihan seperti euca marocaine, lyco linen, cotton cashmere, black denim, tc crush, dan corn pleats yang menampilkan perpaduan tekstur lembut namun berkarakter kuat.
Motif batik tampuk manggis ditambahkan bukan sekadar ornamen, melainkan sebagai simbol kehalusan budi, keteguhan diri, martabat, dan kesatuan dalam keberagaman nilai-nilai yang terus dihayati dan diperjuangkan. Dominasi warna hitam, putih, dan abu-abu menjadi representasi dari keseimbangan antara duka dan harapan, antara kesunyian dan kekuatan.
Detail seperti slashing, ruching, running stitch, dan macrame memperkaya tampilan busana, menciptakan kesan artistik yang emosional sekaligus kontemporer. Melalui koleksi busana terbarunya, ANFIHA berhasil menarasikan bahwa dalam kesenyapan, terdapat kekuatan yang tidak selalu harus bersuara, namun tetap lantang dalam makna.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Gelarannya tahun ini mengusung tema “One Vision, One Movement: Advancing Indonesia Modest Fashion Through Synergy & Collaboration”. Sebuah komitmen untuk menyatukan pelaku industri, mendukung kualitas produk lokal, dan memperluas jangkauan kreasi modest fashion Indonesia ke panggung global.
Baca juga: Tampil di IN2MF 2025, Rumah Rahma Hadirkan Koleksi Harmony of Coastal Nature Madura
Acara IN2MF mencakup beragam kegiatan menarik, mulai dari fashion show, pameran, seminar, hingga business matching antar pelaku industri mode. Desainer Indonesia dan internasional menampilkan karya busana dengan fokus penggunaan bahan lokal seperti tenun, batik, eco-print, serta berbagai teknik tekstil tradisional dengan sentuhan kontemporer.
Berikut sejumlah rumah mode dan desainer yang menampilkan koleksi busana terbarunya di IN2MOTIONFEST 2025.

Koleksi KHANAAN di IN2MOTIONFEST 2025 (Sumber Foto: IFC)
KHANAAN memperkenalkan sub-koleksi terbarunya bertajuk KHANAAN Heritage, yang menampilkan perpaduan budaya Nusantara melalui kolaborasi dua warisan tekstil dari daerah berbeda. Ada batik khas pengrajin Pekalongan di Pulau Jawa dan kain tenun Lintau Padang dari Sumatra Barat.
"Kedua kain ini dipilih karena memiliki karakter kuat dengan dominasi motif geometris, yang dipadukan dalam desain kontemporer," kata Khanaan Shamlan, pendiri dan desainer KHANAAN
Koleksi ini dirilis untuk menyambut musim Fall/Winter 2025. Desainnya banyak eksplorasi warna gelap dan berani seperti burgundy, yang berpadu lembut dengan nuansa pale green dan abu-abu. Palet warna tersebut menciptakan kesan modern, elegan, dan tegas, sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai tradisi.
Melalui KHANAAN Heritage, merek ini ini menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan karya perajin lokal, sambil menghadirkan interpretasi baru yang relevan di panggung mode internasional. Setiap helai busana menjadi simbol pertemuan dua budaya yang menyatukan warisan leluhur, serta memancarkan identitas kaya makna.

Koleksi Batik Widayati di IN2MOTIONFEST 2025 (Sumber Foto: IFC)
Jenama lainnya ada Batik Widayati, merek batik asal Solo yang dikenal konsisten menggunakan pewarna alami, kembali menghadirkan koleksi terbarunya bertajuk “Kun Anta, Blossom As You Are”.
Dirancang oleh sang pendiri dan desainer utama, Wiwiek Widayati, koleksi ini terinspirasi dari konsep vertical garden, yang menggambarkan bunga-bunga indah yang mampu tumbuh meski dalam keterbatasan lahan.
"Kami mengajak perempuan untuk tetap bertumbuh dan menampilkan keindahan autentiknya, apa pun ruang dan tantangan yang dihadapi," ujar Wiwiek.
Detail desain koleksi ini mengambil inspirasi dari motif Truntum, motif batik klasik yang bermakna cinta tulus dan abadi. Unsur vertical garden dan motif Truntum dihadirkan sebagai ornamen utama untuk memperkaya detail desain, berpadu harmonis dengan filosofi alam yang menjadi napas dalam setiap lembar batik indigo hasil pewarnaan alami.
Material Cotton Voal dan Cotton Primis dibuat dalam siluet modest yang sederhana namun elegan, mencerminkan karakter perempuan modern yang anggun, kuat, dan autentik. Dengan total delapan looks, Kun Anta, Blossom As You Are mempertegas komitmen Batik Widayati untuk menjaga warisan wastra nusantara.

Koleksi LIF di IN2MOTIONFEST 2025 (Sumber Foto: IFC)
Koleksi terbaru merek LIF karya desainer Alma Hairunisa bertajuk Bee Spirit menghadirkan interpretasi elegan dari semangat kerja keras dan kolaborasi yang terinspirasi dari kehidupan lebah. Mengusung konsep modest fashion dengan sentuhan elemen heksagonal, Alma menampilkan rancangan yang menggabungkan nilai estetika dan filosofi mendalam.
Bentuk heksagonal yang identik dengan sarang lebah diterjemahkan ke dalam motif, siluet, dan potongan pola geometris yang modern serta dinamis. Ini mencerminkan karakter perempuan berhijab yang aktif, profesional, dan mandiri.
"Ada delapan looks, materialnya memadukan Tenun Dayak Kalimantan Barat, Lurik Jogja, katun, linen, dan suede untuk menghasilkan tekstur yang kaya namun tetap nyaman dikenakan," ujar Alma.
Teknik patchwork menjadi elemen penting dalam desain ini, memanfaatkan kain perca sebagai bentuk dukungan terhadap konsep keberlanjutan. Warna-warna coklat, biru, dan nude dipilih untuk menghadirkan kesan lembut namun tegas, memperkuat citra perempuan yang elegan dan berkarakter.
Detail ornamen heksagonal serta siluet A-line dan tailored mempertegas harmoni antara kekuatan dan kelembutan, seolah menjadi metafora visual bagi sosok perempuan yang bekerja dengan efisien, penuh dedikasi, namun tetap anggun dalam setiap langkahnya.

Koleksi ANFIHA di IN2MOTIONFEST 2025 (Sumber Foto: IFC)
Tak ketinggalan ada koleksi merek ANFIHA karya desainer Andi Fitri Hartuti bertajuk “Stillness in Shades” yang menggambarkan perjalanan batin penuh refleksi tentang kekuatan dalam keheningan. Terinspirasi dari kisah dan semangat Palestina, koleksi ini menjadi bentuk kontemplasi visual bahwa dalam diam, harapan dapat tumbuh dan perlawanan tetap hidup.
Melalui delapan tampilan, merek ini menghadirkan busana yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat makna spiritual dan kemanusiaan. Setiap busana dibuat dengan material pilihan seperti euca marocaine, lyco linen, cotton cashmere, black denim, tc crush, dan corn pleats yang menampilkan perpaduan tekstur lembut namun berkarakter kuat.
Motif batik tampuk manggis ditambahkan bukan sekadar ornamen, melainkan sebagai simbol kehalusan budi, keteguhan diri, martabat, dan kesatuan dalam keberagaman nilai-nilai yang terus dihayati dan diperjuangkan. Dominasi warna hitam, putih, dan abu-abu menjadi representasi dari keseimbangan antara duka dan harapan, antara kesunyian dan kekuatan.
Detail seperti slashing, ruching, running stitch, dan macrame memperkaya tampilan busana, menciptakan kesan artistik yang emosional sekaligus kontemporer. Melalui koleksi busana terbarunya, ANFIHA berhasil menarasikan bahwa dalam kesenyapan, terdapat kekuatan yang tidak selalu harus bersuara, namun tetap lantang dalam makna.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.