Fenomena Harvest Supermoon Bakal Hiasi Langit Indonesia, Cek Waktunya
07 October 2025 |
16:10 WIB
Malam ini, langit malam Indonesia akan tampak istimewa dengan kehadiran bulan purnama pertama pada tahun ini. Melansir laman NASA, fenomena Supermoon pertama yang dikenal juga sebagai Harvest Moon atau Harvest Supermoon terjadi pada Selasa (7/10/ 2025) pukul 10.48 WIB.
Meski momen puncaknya berlangsung pada siang hari, masyarakat di Indonesia dapat menikmati keindahan purnama ini saat malam tiba hingga beberapa malam setelahnya. Terlebih pada 8 Oktober sekitar pukul 19.30 WIB, ketika Bulan berada di titik terdekat dengan Bumi.
Harvest Moon sendiri merupakan sebutan tradisional bagi bulan purnama terdekat dengan waktu ekuinoks musim gugur di belahan bumi utara. Nama ini berasal dari masa pertanian kuno yang mengacu pada cahaya bulan purnama yang membantu para petani memanen hasil panen mereka di malam hari.
Tahun ini, keindahan Harvest Moon bertepatan dengan fenomena supermoon yang menjadikannya pemandangan langit yang sangat spektakuler.
Baca juga: Asal Usul Nama-Nama Bulan Purnama: Dari Wolf Moon hingga Blue Moon
Dalam setiap 27 hari orbitnya, bulan mencapai dua titik penting yaitu perigee (sekitar 363.300 kilometer dari bumi) dan apogee (sekitar 405.500 kilometer). Ketika dua momen ini bertepatan dengan fase purnama, maka ukuran bulan tampak sedikit lebih besar dan cahayanya sedikit lebih terang di langit malam. NASA menyebut perbedaan ini bisa mencapai 14% lebih besar dan 30% lebih terang dibandingkan bulan purnama biasa.
Meskipun perbedaannya sulit dikenali dengan mata telanjang, supermoon memberikan efek nyata pada bumi, seperti pasang surut air laut yang lebih tinggi dari biasanya. Fenomena semacam ini biasanya terjadi 3 hingga 4 kali dalam setahun dan selalu muncul secara berurutan. Setelah malam ini, NASA memperkirakan 2 peristiwa supermoon berikutnya akan hadir pada 5 November dan 4 Desember 2025.
Masyarakat di Indonesia dapat mulai menikmati keindahan Harvest Supermoon setelah matahari terbenam malam ini. Cobalah mencari lokasi dengan langit yang cerah dan minim polusi cahaya untuk pengalaman terbaik.
Hindari area dengan terlalu banyak lampu buatan, karena cahaya berlebih dapat mengurangi kontras sinar bulan yang seharusnya tampak lembut namun terang di langit malam.
Area terbuka seperti pantai, perbukitan, hingga halaman rumah bisa menjadi lokasi sempurna. Waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah sekitar pukul 18.00 hingga 21.00 WIB, saat Bulan mulai naik di ufuk timur dan tampak paling besar karena efek ilusi optik dekat horizon. Jika cuaca cerah, supermoon akan tampak jelas bahkan tanpa teleskop.
Bagi pencinta fotografi, fenomena ini juga menjadi momen ideal untuk mengabadikan keindahan langit. Gunakan tripod dan mode manual agar hasil tangkapan lebih tajam. Untuk menangkap gambar secara sempurna, Genhype bisa memanfaatkan objek siluet seperti pepohonan, gedung, atau garis pantai.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Meski momen puncaknya berlangsung pada siang hari, masyarakat di Indonesia dapat menikmati keindahan purnama ini saat malam tiba hingga beberapa malam setelahnya. Terlebih pada 8 Oktober sekitar pukul 19.30 WIB, ketika Bulan berada di titik terdekat dengan Bumi.
Harvest Moon sendiri merupakan sebutan tradisional bagi bulan purnama terdekat dengan waktu ekuinoks musim gugur di belahan bumi utara. Nama ini berasal dari masa pertanian kuno yang mengacu pada cahaya bulan purnama yang membantu para petani memanen hasil panen mereka di malam hari.
Tahun ini, keindahan Harvest Moon bertepatan dengan fenomena supermoon yang menjadikannya pemandangan langit yang sangat spektakuler.
Baca juga: Asal Usul Nama-Nama Bulan Purnama: Dari Wolf Moon hingga Blue Moon
Apa Itu Supermoon?
Dalam astronomi, orbit bulan mengelilingi bumi tidak berbentuk lingkaran sempurna, melainkan elips. Karena itu, jarak bulan dari bumi selalu berubah, kadang sedikit lebih dekat, kadang sedikit lebih jauh. Saat Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi (perigee) dan pada saat yang sama juga mencapai fase purnama, maka terjadilah supermoon.Dalam setiap 27 hari orbitnya, bulan mencapai dua titik penting yaitu perigee (sekitar 363.300 kilometer dari bumi) dan apogee (sekitar 405.500 kilometer). Ketika dua momen ini bertepatan dengan fase purnama, maka ukuran bulan tampak sedikit lebih besar dan cahayanya sedikit lebih terang di langit malam. NASA menyebut perbedaan ini bisa mencapai 14% lebih besar dan 30% lebih terang dibandingkan bulan purnama biasa.
Meskipun perbedaannya sulit dikenali dengan mata telanjang, supermoon memberikan efek nyata pada bumi, seperti pasang surut air laut yang lebih tinggi dari biasanya. Fenomena semacam ini biasanya terjadi 3 hingga 4 kali dalam setahun dan selalu muncul secara berurutan. Setelah malam ini, NASA memperkirakan 2 peristiwa supermoon berikutnya akan hadir pada 5 November dan 4 Desember 2025.
Waktu & Cara Terbaik Untuk Menyaksikan

Ilustrasi super moon (Sumber gambar: Pexels)
Hindari area dengan terlalu banyak lampu buatan, karena cahaya berlebih dapat mengurangi kontras sinar bulan yang seharusnya tampak lembut namun terang di langit malam.
Area terbuka seperti pantai, perbukitan, hingga halaman rumah bisa menjadi lokasi sempurna. Waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah sekitar pukul 18.00 hingga 21.00 WIB, saat Bulan mulai naik di ufuk timur dan tampak paling besar karena efek ilusi optik dekat horizon. Jika cuaca cerah, supermoon akan tampak jelas bahkan tanpa teleskop.
Bagi pencinta fotografi, fenomena ini juga menjadi momen ideal untuk mengabadikan keindahan langit. Gunakan tripod dan mode manual agar hasil tangkapan lebih tajam. Untuk menangkap gambar secara sempurna, Genhype bisa memanfaatkan objek siluet seperti pepohonan, gedung, atau garis pantai.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.