Pecah! Setelah Hampir 50 Tahun Guruh Gipsy Perdana Tampil di Synchronize Fest 2025
05 October 2025 |
08:04 WIB
Sejarah tercipta di panggung Synchronize Fest pada Sabtu (4/10/2025) malam. Untuk pertama kalinya setelah hampir 50 tahun dirilis, keseluruhan karya dalam album legendaris Guruh Gipsy (1977) dibawakan secara penuh di atas panggung. Menyuguhkan pertunjukan musik yang megah, kaya, dan sangat berkesan.
Pertunjukan semalam menampilkan tiga musisi legendaris yakni Guruh Soekarnoputra, Keenan Nasution, dan Abadi Soesman. Mereka berkolaborasi dengan sejumlah kolaborator berbakat lainnya yakni Bubi Sutomo, Andy/Rif, Irang Arkad, Karisk, Daryl Nasution, Biko Nasution, Kompiang Raka, Gamelan Saraswati, dan Harry Murti.
Seni tradisional Bali sangat kental hadir dalam pertunjukan Guruh Gipsy semalam. Pertunjukan dimuat dengan format seperti kolosal, menghadirkan sekitar 50 penampil yang terdiri dari musisi, pemain musik tradisional gamelan Bali, band orkestra, choir, hingga penari.
Keenan Nasution bertindak sebagai drummer sekaligus vokalis, Abadi Oesman memainkan synthesizer, sementara Guruh Soekarnoputra dipercaya memainkan beberapa alat musik tradisional Bali.
Baca juga: Ruang Rupa Hadirkan Pameran Seni Rayakan 25 Tahun Berkarya di Synchronize Fest 2025
Baca juga: Ruang Rupa Hadirkan Pameran Seni Rayakan 25 Tahun Berkarya di Synchronize Fest 2025

Penampilan para penari Bali dalam konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025, Sabtu (4/10/2025) malam. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Eusebio C)
Pertunjukan Guruh Gipsy dibuka dengan permainan musik yang memadukan gamelan Bali dengan orkestra, juga atraksi tari Barong. Meski dalam usia yang tak lagi muda, trio Keenan, Guruh dan Abadi memainkan alat musik mereka masing-masing dengan penuh energi, membuat penonton sejak awal terbius dengan penampilan mereka.
Guruh Gipsy menyuguhkan permainan musik yang sangat kaya, perpaduan progresif antara rock modern dan etnik. Kemegahan musik orkestra bisa berpadu harmonis dengan permainan musik gamelan Bali, membuktikan kualitas mereka sebagai salah satu proyek musik terbaik yang pernah terlahir di Indonesia pada era 1970-an.
Daryl Nasution, anak dari Keenan Nasution, menjadi penyanyi pertama yang tampil membawakan lagu "Smaradhana" yang dulu dinyanyikan mendiang Chrisye. Vokalnya terasa kuat dan khas membawakan lagu ini, diiringi dengan para choir sebagai vokal latar.

Penampilan Andy/Rif dalam konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025, Sabtu (4/10/2025) malam. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Eusebio C)
Setelah itu, giliran lagu "Janger 1897 Saka" dibawakan. Keenan membuka penampilan dengan menyanyikan sebagian dari lagu ini diiringi sejumlah penari. Tiba-tiba di pertengahan lagu, Andy/Rif melanjutkan lagu side B dalam album Guruh Gipsy tersebut. Vokal Andy yang sangat khas menambah kuat perpaduan rock dan etnik yang epik dalam pertunjukan ini.
"Boleh saja bersikap selalu ramah tamah, bukanlah berarti bangsa kita murah. Kalau kawan tak hati-hati bisa punah budaya asli. Kalau punah budaya asli harga diri tak ada lagi, harga diri tak ada lagi maka tak dapat berbangga hati," demikian penggalan lirik lagu "Janger 1897 Saka", menegaskan pentingnya untuk menjaga akar budaya Indonesia.
Lagu itu juga menjadi pengingat betapa kuatnya visi Guruh Gipsy kala itu dibuat. Album Guruh Gipsy yang rilis tahun 1977 merupakan pernyataan artistik yang menantang dominasi musik Barat kala itu, dengan memadukan harmonisasi modern dan kekayaan tradisional Indonesia.
Musiknya hadir sebagai perpaduan progresif antara rock modern dengan nuansa Bali, menghasilkan komposisi kompleks yang kaya akan nilai budaya sekaligus kritik sosial.

Penampilan Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025, Sabtu (4/10/2025) malam. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Eusebio C)
Pesan itu pun kian kuat kala Keenan dan penyanyi Irang Arkad membawakan lagu "Geger Gelgel". Lagu ini dibuat dengan tema lirik yang kelam, sebuah kritik dan ajakan untuk berani dalam menghadapi ketidakadilan. Dibawakan dengan iringan musik yang agresif, menampilkan klimaks yang kacau, membangkitkan keributan yang mengacu kepada judul lagunya.
Tak ketinggalan para kolaborator menunjukkan kebolehan mereka. Seperti aksi solo gitar yang memukau dari Karisk, permainan piano lincah dari Bubi Sutomo, hingga tabuhan drum yang kuat dari Raidy Noor.
Puncaknya, Keenan membawakan lagu "Indonesia Maharddhika" yang menjadi klimaks epik dalam pertunjukan Guruh Gipsy. Penampilannya semakin megah dengan kehadiran iringan marching band, parade sejumlah penari yang membawa bebanten, hingga tari Barong.
Suasana semakin terasa magis kala layar besar di panggung menampilkan potret para personel Guruh Gipsy, termasuk tiga anggota yang telah berpulang yakni Chrisye, Roni Harahap, dan Oding Nasution. Menegaskan bahwa proyek musik mereka selamanya akan menjadi karya yang patut dirayakan dan dikenang sebagai salah satu musik terbaik yang pernah ada.
Di akhir pertunjukan, ketiga anggota Guruh Gipsy dan para kolaborator berbaris di tengah panggung menyapa para penonton. Keenan menyampaikan bahwa penampilan Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 menjadi wujud dari keinginan para mendiang personel agar mereka tampil di panggung.
Guruh pun menambahkan dengan menyampaikan, "Alhamdulillah [pertunjukannya] telah berjalan dengan baik dan lancar berkat kalian semua. Ini juga kami persembahkan untuk teman-teman kami yang sudah almarhum. Kami mohon teman-teman semua memanjatkan doa untuk mereka semua agar khusnul khotimah. Merdeka!."
Tak ketinggalan, Abadi Oesman menyampaikan keinginannya agar budaya Indonesia tetap lestari. "Kita dulu rekaman Guruh Gipsy ini belum kawin dan sekarang cucunya udah banyak, kita tidak ada artinya tanpa kalian, terima kasih atas support dan perhatian kalian. Budaya Indonesia adalah harga mati."
Baca juga: Cek Rundown Lengkap Day 1-3 Synchronize Fest 2025 Akhir Pekan Ini
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Baca juga: Cek Rundown Lengkap Day 1-3 Synchronize Fest 2025 Akhir Pekan Ini
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.