Bali Jadi Pusat Wisata Gastronomi, Kemenpar Kenalkan Wonderful Indonesia Gourmet
03 October 2025 |
17:30 WIB
Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan kuliner yang beragam dan autentik. Dari Sabang sampai Merauke, setiap daerah memiliki ciri khas makanan yang menggugah selera sekaligus menyimpan cerita budaya, tradisi, hingga filosofi hidup masyarakatnya.
Potensi ini mendorong pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk mengembangkan pariwisata berbasis gastronomi. Tujuannya agar kuliner Nusantara mendapat panggung lebih luas di kancah internasional.
Baca juga: Hypereport: Gastronomi Indonesia Mencari Jalan Tengah di Antara Keberagaman
Sebagai langkah konkret, Kementerian Pariwisata meluncurkan program flagship Wonderful Indonesia Gourmet (WIG). Setelah sempat diluncurkan di Jakarta, sejumlah rangkaian kegiatan WIG pun berlanjut ke Bali. Kegiatan dimulai dengan Wonderful Indonesia Gourmet Talkshow.
Talkshow ini mengangkat 5 topik seputar gastronomi dan industri food and beverage (F&B) dengan menghadirkan sejumlah panelis terkemuka di bidangnya untuk berbagi wawasan dan memberikan edukasi.
Dalam agenda tersebut, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa gastronomi menjadi salah satu daya tarik wisata yang penting untuk dikembangkan ke depan.
"Indonesia adalah negara dengan potensi luar biasa, mulai dari alam dan budayanya hingga warisan kuliner yang kaya, beragam, dan autentik. Dan hari ini, kami memfokuskan perhatian pada gastronomi," kata Widiyanti dalam sambutannya di agenda Wonderful Indonesia Gourmet Talkshow di The Meru Sanur, Bali, Selasa (30/9/2025).
Bali dipilih sebagai destinasi percontohan berikutnya setela Jakarta. Dipilihnya Bali karena Pulau Dewata ini memiliki karakter unik yang menggabungkan rasa dengan makna lebih dalam. Menurut Menpar, kuliner di Pulau Dewata tidak hanya soal cita rasa, melainkan juga menyatukan unsur spiritualitas, komunitas, dan budaya.
Bali juga dikenal dengan inisiatif keberlanjutan dalam industri kuliner. Mulai dari praktik farm to table, pertanian organik, perkebunan kopi, hingga wisata kuliner berbasis komunitas menjadi bagian dari perjalanan wisata yang lebih autentik. Hal ini membuat pengalaman gastronomi di Bali lebih dari menikmati makanan saja, tetapi ada tentang filosofi di balik setiap sajian.
Dari sisi ekonomi, sektor kuliner berkontribusi besar terhadap ekonomi Bali. Pada 2024, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali dari restoran mencapai Rp27,6 triliun, sementara manufaktur makanan dan minuman menyumbang Rp9,71 triliun. Total kontribusi sektor ini terhadap PDRB Bali mencapai 12,5%.
Sementara itu, secara nasional jumlah wisatawan mancanegara hingga Juli 2025 tercatat 8,53 juta orang. Dari angka tersebut, 3,97 juta datang ke Bali atau setara 46,5?ri total kunjungan. Data ini menegaskan bahwa Bali masih menjadi destinasi utama pariwisata Indonesia.
Widiyanti menegaskan, program Wonderful Indonesia Gourmet tidak berhenti pada percontohan di Jakarta dan Bali. Ke depan, Kemenpar menyiapkan paket wisata kuliner di berbagai destinasi lain baik untuk wisatawan mancanegara maupun domestik.
"Kami juga berharap dapat mengundang koki internasional ternama untuk berkolaborasi dengan ikon kuliner Indonesia," ujar Widiyanti.
Sementara itu, Penulis kuliner Indonesia Kevindra Soemantri juga menekankan pentingnya kuliner sebagai identitas bangsa. Pemerhati gastronomi yang juga merupakan anggota Wonderful Indonesia Gourmet Committee tersebut menyebut bahwa sebelum diperkenalkan ke dunia, gastronomi Indonesia perlu diposisikan terlebih dahulu sebagai national statement atau bagian dari jati diri bangsa.
“WIG diharapkan akan menarik wisatawan berkualitas dan talenta kuliner internasional yang berbakat sehingga membangun reputasi serta kepercayaan global,” ujarnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Potensi ini mendorong pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk mengembangkan pariwisata berbasis gastronomi. Tujuannya agar kuliner Nusantara mendapat panggung lebih luas di kancah internasional.
Baca juga: Hypereport: Gastronomi Indonesia Mencari Jalan Tengah di Antara Keberagaman
Sebagai langkah konkret, Kementerian Pariwisata meluncurkan program flagship Wonderful Indonesia Gourmet (WIG). Setelah sempat diluncurkan di Jakarta, sejumlah rangkaian kegiatan WIG pun berlanjut ke Bali. Kegiatan dimulai dengan Wonderful Indonesia Gourmet Talkshow.
Talkshow ini mengangkat 5 topik seputar gastronomi dan industri food and beverage (F&B) dengan menghadirkan sejumlah panelis terkemuka di bidangnya untuk berbagi wawasan dan memberikan edukasi.
Dalam agenda tersebut, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa gastronomi menjadi salah satu daya tarik wisata yang penting untuk dikembangkan ke depan.
"Indonesia adalah negara dengan potensi luar biasa, mulai dari alam dan budayanya hingga warisan kuliner yang kaya, beragam, dan autentik. Dan hari ini, kami memfokuskan perhatian pada gastronomi," kata Widiyanti dalam sambutannya di agenda Wonderful Indonesia Gourmet Talkshow di The Meru Sanur, Bali, Selasa (30/9/2025).
Bali dipilih sebagai destinasi percontohan berikutnya setela Jakarta. Dipilihnya Bali karena Pulau Dewata ini memiliki karakter unik yang menggabungkan rasa dengan makna lebih dalam. Menurut Menpar, kuliner di Pulau Dewata tidak hanya soal cita rasa, melainkan juga menyatukan unsur spiritualitas, komunitas, dan budaya.
Bali juga dikenal dengan inisiatif keberlanjutan dalam industri kuliner. Mulai dari praktik farm to table, pertanian organik, perkebunan kopi, hingga wisata kuliner berbasis komunitas menjadi bagian dari perjalanan wisata yang lebih autentik. Hal ini membuat pengalaman gastronomi di Bali lebih dari menikmati makanan saja, tetapi ada tentang filosofi di balik setiap sajian.
Dari sisi ekonomi, sektor kuliner berkontribusi besar terhadap ekonomi Bali. Pada 2024, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali dari restoran mencapai Rp27,6 triliun, sementara manufaktur makanan dan minuman menyumbang Rp9,71 triliun. Total kontribusi sektor ini terhadap PDRB Bali mencapai 12,5%.
Sementara itu, secara nasional jumlah wisatawan mancanegara hingga Juli 2025 tercatat 8,53 juta orang. Dari angka tersebut, 3,97 juta datang ke Bali atau setara 46,5?ri total kunjungan. Data ini menegaskan bahwa Bali masih menjadi destinasi utama pariwisata Indonesia.
Misi Global Gastronomi Indonesia

Agenda Wonderful Indonesia Gourmet Talkshow di The Meru Sanur, Bali, Selasa (30/9/2025).
Widiyanti menegaskan, program Wonderful Indonesia Gourmet tidak berhenti pada percontohan di Jakarta dan Bali. Ke depan, Kemenpar menyiapkan paket wisata kuliner di berbagai destinasi lain baik untuk wisatawan mancanegara maupun domestik.
"Kami juga berharap dapat mengundang koki internasional ternama untuk berkolaborasi dengan ikon kuliner Indonesia," ujar Widiyanti.
Sementara itu, Penulis kuliner Indonesia Kevindra Soemantri juga menekankan pentingnya kuliner sebagai identitas bangsa. Pemerhati gastronomi yang juga merupakan anggota Wonderful Indonesia Gourmet Committee tersebut menyebut bahwa sebelum diperkenalkan ke dunia, gastronomi Indonesia perlu diposisikan terlebih dahulu sebagai national statement atau bagian dari jati diri bangsa.
“WIG diharapkan akan menarik wisatawan berkualitas dan talenta kuliner internasional yang berbakat sehingga membangun reputasi serta kepercayaan global,” ujarnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.