Zodiak, Cinta, dan Keresahan Pernikahan di Balik Film Yakin Nikah
03 October 2025 |
15:00 WIB
Film Yakin Nikah bukan sekadar kisah romantis di layar lebar. Di baliknya, ada perjalanan panjang rumah produksi Imajinari dan Adhya Pictures, keresahan pribadi penulis Bene Dion Rajagukguk, hingga sentuhan unik sutradara Pritagita Arianegara yang mengandalkan zodiak untuk membangun setiap karakter dalam karya ini.
Ernest Prakasa, Co-Founder Imajinari, mengungkapkan Adhya Pictures merupakan klien pertama dengan cerita Yakin Nikah. Pada saat itu, Imajinari bersama dengan Adhya Pictures dan Ibnu Jamil sebagai produser web series Yakin Nikah berdiskusi. “Terus, ya sudah, kita develop [skrip film Yakin Nikah],” ujarnya.
Dia menuturkan, Bene Dion Rajagukguk pun ditunjuk sebagai penulis dengan beberapa alasan. Pertama, dikenal sebagai sosok yang paling romantis. Kedua, sama-sama gemar menonton film romantic comedy. Ketiga, dia juga tumbuh di era keemasan genre tersebut pada 1990an, sehingga jenis film ini selalu terasa menyenangkan.
Ernest mengungkapkan, dalam penulisan naskah Yakin Nikah itu pun, Bene mendapatkan bantuan Erwin Wu dan Sigit, yang kerap memberikan masukan ketika sedang mengalami buntu ide atau sebagainya. “Mereka yang membaca draftnya juga untuk kemudian memberikan masukan dan segala macam,” ujarnya.
Baca juga: Sinopsis & Daftar Pemain Film Yakin Nikah, Tayang 9 Oktober 2025 di Bioskop
Pada kesempatan yang sama, Bene mengungkapkan, proses pengembangan cerita Yakin Nikah diawali dengan pembagian tahapan penulisan dan penentuan garis besar cerita. Kemudian, setelah itu, bagian dari premis ke plot poin merupakan tanggung jawab Erwin.
Sigit adalah pihak yang bertanggung jawab dari plot poin ke draft pertama. Sementara bagian akhirnya, dari draft kedua sampai selesai berada di tangan Bene. “Jadi, kami sudah janjian semua prosesnya itu,” katanya.
Bene kemudian menuturkan bahwa pengalaman pribadinya ikut berpengaruh dalam penulisan naskah Yakin Nikah. Dia mengaku sempat menghadapi berbagai keresahan seputar pernikahan, terutama ketika dirinya belum menikah.
“Tantangannya itu sebenarnya. Ya masalah menikah atau tidak menikah ini. Waktu itu saya belum menikah gitu. Apalagi waktu itu saya sangat susah mendapatkan restu. Jadi ada banyak keresahan soal menikah yang mencoba dituangkan di sana,” ujarnya.
Pertama kali bertemu, dia mengumpulkan semua pemain. Kemudian, para pemain melakukan reading tanpa ada briefing terlebih dahulu. Dari situ, dia dapat mengetahui cara para aktor atau aktris membawakan peran yang diamanahkan.
Lalu, dari table reading masuk ke sesi one-on-one. Pada bagian ini, dia membagikan bibel yang sudah dimilikinya yang berisi zodiak, waktu lahir, kondisi psikologis, love language, dan sebagainya.
Zodiak merupakan salah satu hal yang digunakan oleh Pritagita dalam pengembangan karakter Yakin Nikah. Menurutnya, penggunaan zodiak dilakukan karena terdapat keterbatasan waktu dari para cast. Sementara itu, zodiak adalah bahasa paling universal yang bisa dikerjakan di rumah dan mudah untuk disepakati bersama.
“Jadi, zodiak itu yang paling gampang untuk men-develop karakter. Paling tidak, setengah jadi,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa semua film yang digarapnya selalu menggunakan zodiak sebagai acuan, hanya saja bedanya ada yang dibagikan kepada pemain dan ada yang tidak. Dalam film Yakin Nikah, informasi tersebut dibagikan karena jumlah karakter yang cukup banyak.
Menurutnya, jika hanya dijelaskan secara umum, bisa menimbulkan perbedaan persepsi, misalnya sifat baik hati Taurus akan berbeda dengan sifat baik hati Gemini.
Yakin Nikah mengisahkan perjuangan karakter bernama Niken (Enzy Storia), wanita modern yang pusing dengan tekanan keluarga dan sosial untuk memintanya segera menikah. Niken yang tidak dilamar atau tidak ada pembicaraan tentang pernikahan dengan sang pacar pun mulai memberikan kode. Namun, sang pacar tidak peka.
Pada momen itu, sang mantan yang hampir menikahinya kembali dalam kehidupannya. Tidak hanya itu, mantan juga kembali mengajak untuk melanjutkan pernikahan yang sempat gagal. Saat masih berpikir, sang kekasih datang untuk melamarnya.
Niken pun menghadapi lamaran dari 2 pria. Kondisi ini membuatnya bingung untuk memilih yang terbaik. Dia meminta bantuan kedua orang tuanya yang ternyata juga tidak menyelesaikan masalah karena mereka memiliki pendapat yang berbeda.
Baca juga: Daftar Adegan Film "Ada Apa Dengan Cinta?" yang Tidak Ada Dalam "Rangga & Cinta"
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Ernest Prakasa, Co-Founder Imajinari, mengungkapkan Adhya Pictures merupakan klien pertama dengan cerita Yakin Nikah. Pada saat itu, Imajinari bersama dengan Adhya Pictures dan Ibnu Jamil sebagai produser web series Yakin Nikah berdiskusi. “Terus, ya sudah, kita develop [skrip film Yakin Nikah],” ujarnya.
Dia menuturkan, Bene Dion Rajagukguk pun ditunjuk sebagai penulis dengan beberapa alasan. Pertama, dikenal sebagai sosok yang paling romantis. Kedua, sama-sama gemar menonton film romantic comedy. Ketiga, dia juga tumbuh di era keemasan genre tersebut pada 1990an, sehingga jenis film ini selalu terasa menyenangkan.
Ernest mengungkapkan, dalam penulisan naskah Yakin Nikah itu pun, Bene mendapatkan bantuan Erwin Wu dan Sigit, yang kerap memberikan masukan ketika sedang mengalami buntu ide atau sebagainya. “Mereka yang membaca draftnya juga untuk kemudian memberikan masukan dan segala macam,” ujarnya.
Baca juga: Sinopsis & Daftar Pemain Film Yakin Nikah, Tayang 9 Oktober 2025 di Bioskop

Screening Film Yakin Nikah (Sumber gambar: Hypeabis.id/Yudi Supriyanto)
Sigit adalah pihak yang bertanggung jawab dari plot poin ke draft pertama. Sementara bagian akhirnya, dari draft kedua sampai selesai berada di tangan Bene. “Jadi, kami sudah janjian semua prosesnya itu,” katanya.
Bene kemudian menuturkan bahwa pengalaman pribadinya ikut berpengaruh dalam penulisan naskah Yakin Nikah. Dia mengaku sempat menghadapi berbagai keresahan seputar pernikahan, terutama ketika dirinya belum menikah.
“Tantangannya itu sebenarnya. Ya masalah menikah atau tidak menikah ini. Waktu itu saya belum menikah gitu. Apalagi waktu itu saya sangat susah mendapatkan restu. Jadi ada banyak keresahan soal menikah yang mencoba dituangkan di sana,” ujarnya.
Pendekatan Sutradara Film Yakin Nikah
Pada kesempatan yang sama, sutradara Pritagita Arianegara mengungkapkan memiliki sejumlah treatment ketika mengarahkan para pemain dalam suatu film. Pertama adalah sesi table reading.Pertama kali bertemu, dia mengumpulkan semua pemain. Kemudian, para pemain melakukan reading tanpa ada briefing terlebih dahulu. Dari situ, dia dapat mengetahui cara para aktor atau aktris membawakan peran yang diamanahkan.
Lalu, dari table reading masuk ke sesi one-on-one. Pada bagian ini, dia membagikan bibel yang sudah dimilikinya yang berisi zodiak, waktu lahir, kondisi psikologis, love language, dan sebagainya.
Zodiak merupakan salah satu hal yang digunakan oleh Pritagita dalam pengembangan karakter Yakin Nikah. Menurutnya, penggunaan zodiak dilakukan karena terdapat keterbatasan waktu dari para cast. Sementara itu, zodiak adalah bahasa paling universal yang bisa dikerjakan di rumah dan mudah untuk disepakati bersama.
“Jadi, zodiak itu yang paling gampang untuk men-develop karakter. Paling tidak, setengah jadi,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa semua film yang digarapnya selalu menggunakan zodiak sebagai acuan, hanya saja bedanya ada yang dibagikan kepada pemain dan ada yang tidak. Dalam film Yakin Nikah, informasi tersebut dibagikan karena jumlah karakter yang cukup banyak.
Menurutnya, jika hanya dijelaskan secara umum, bisa menimbulkan perbedaan persepsi, misalnya sifat baik hati Taurus akan berbeda dengan sifat baik hati Gemini.
Yakin Nikah mengisahkan perjuangan karakter bernama Niken (Enzy Storia), wanita modern yang pusing dengan tekanan keluarga dan sosial untuk memintanya segera menikah. Niken yang tidak dilamar atau tidak ada pembicaraan tentang pernikahan dengan sang pacar pun mulai memberikan kode. Namun, sang pacar tidak peka.
Pada momen itu, sang mantan yang hampir menikahinya kembali dalam kehidupannya. Tidak hanya itu, mantan juga kembali mengajak untuk melanjutkan pernikahan yang sempat gagal. Saat masih berpikir, sang kekasih datang untuk melamarnya.
Niken pun menghadapi lamaran dari 2 pria. Kondisi ini membuatnya bingung untuk memilih yang terbaik. Dia meminta bantuan kedua orang tuanya yang ternyata juga tidak menyelesaikan masalah karena mereka memiliki pendapat yang berbeda.
Baca juga: Daftar Adegan Film "Ada Apa Dengan Cinta?" yang Tidak Ada Dalam "Rangga & Cinta"
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.