Garena Gandeng Tahilalats Hingga Weird Genius Sambut Turnamen Esports FFWS Global Finals 2025
02 October 2025 |
21:56 WIB
Garena menggandeng talenta kreatif lokal dalam panggung turnamen Free Fire World Series (FFWS) Global Finals 2025 yang akan berlangsung di Jakarta. IP lokal seperti Tahilalats hingga Weird Genius bergabung menghadirkan kolaborasi unik yang menggabungkan esports dengan seni, musik, dan budaya Indonesia.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, mengatakan bahwa kolaborasi ini menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan industri kreatif Indonesia ke panggung global. Kolaborasi lintas sektor ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional, yang menegaskan kembali posisi batik sebagai warisan budaya Indonesia.
Baca juga: Garena Luncurkan Emote Pacu Jalur di Free Fire, Gratis Mulai 30 Juli 2025
“Dengan menghadirkan motif batik dalam gim Free Fire, kita melihat bagaimana budaya tradisional dapat diadaptasi ke dalam medium baru yang dekat dengan generasi digital,” ujarnya saat pengumuman kolaborasi Garena Indonesia dengan para kreator di bilangan Thamrin, Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Menurutnya, kolaborasi dengan para kreator lokal dalam menyambut Free Fire World Series Global Finals 2025 Jakarta ini menjadi ajang promosi untuk mengenalkan IP lokal dan budaya Indonesia. Para penggemar esports dunia bisa menikmati karya dari Weird Genius, yang meramu ulang lagu spesial untuk Free Fire dengan sentuhan musik khas lokal, Guru Batik yang menenun narasi budaya dalam motif batik modern, Muklay, dengan karakter visualnya yang unik dan otentik, hingga Tahilalats yang menghadirkan humor segar melalui animasi pendek dan comic feed.
Promosi ini cukup potensial mengingat gim Free Fire yang populer di ranah global dengan active user sektiar 250 juta. “Melalui kolaborasi ini, budaya Indonesia dapat hadir di panggung global, tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman bermain,” tutur Riefky.
Hans Saleh, Country Head Garena Indonesia menyebut, Jakarta dipilih sebagai tuan rumah mencerminkan kepercayaan global pada kapasitas Indonesia di ranah esports. FFWS Global Finals 2025 Jakarta akan menjadi kebanggaan Indonesia, sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara esports, kreativitas, dan semangat generasi muda.
“Kami ingin menegaskan bahwa ekosistem esports Indonesia inklusif, berkelanjutan, dan bisa memberi dampak positif bagi industri kreatif digital,” jelasnya.
Dengan melibatkan talenta kreatif Indonesia, mulai dari musik hingga batik, dunia katanya akan melihat bahwa Indonesia memiliki identitas budaya yang kuat sekaligus mampu berinovasi di ranah digital modern. Lewat kolaborasi lintas sektor inilah yang membuat ekosistem esports tumbuh lebih kuat dengan bersinergi dengan industri kreatif lainnya, serta menciptakan nilai tambah bagi komunitas dan industri digital secara keseluruhan.
Hans menegaskan esports menjadi medium baru diplomasi budaya yang dapat membuka peluang baru bagi kreator, seniman, serta talenta muda kreatif. Dengan demikian, membuat ekosistem esports semakin dinamis dan bernilai ekonomi tinggi.
Reza Oktovian atau yang dikenal sebagai Reza Arap yang tergabung dalam grup Weird Genius mengaku senang diajak untuk berkolaborasi dalam menyambut FFWS Global Finals yang akan berlangsung di Jakarta, pada 31 Oktober hingga 15 November 2025. Dalam kolaborasi ini, Weird Genius melakukan remix lagu Free Fire dengan nuansa lokal yang membuat audiens global merasakan pengalaman imersif sekaligus bangga dengan musik Indonesia. “Musik itu seperti bumbu yang membuat esports lebih hidup,” imbuhnya.
Di sisi lain, Dheni Nugroho, Guru Batik menambahkan bahwa Batik bukan sekadar motif, tapi cerita tentang Indonesia. Kolaborasi ini memberi napas baru bagi batik, membuat generasi muda melihatnya sebagai sesuatu yang keren dan relevan di dunia modern.
Sementara itu, Muchlis Fachri atau Muklay berkata bahwa karakter yang dia ciptakan untuk Free Fire akan dilihat jutaan orang. “ni kesempatan untuk mengekspresikan kreativitas Indonesia secara fun, otentik, dan memorable,” ujarnya.
Tak ketinggalan Nurfadli Mursyid, kreator Tahilalats pun menyoroti medium baru ini. Dengan short animation dan comic feed, esports jadi cara efektif untuk menjangkau audiens internasional. “Humor absurd tapi relate membuat orang ingat dan merasa dekat dengan kreativitas kita,” tambahnya.
Kreativitas dari para seniman muda lintas sektor dalam menjawab tantangan kolaborasi ini sangat beragam. Jika Weird Genius membuat background music official untuk FFWS Global Finals 2025 Jakarta, lewat budaya otentik Indonesia, Guru Batik menghadirkan skin di Free Fire yang bisa digunakan secara free, juga memberikan batik kepada seluruh player dan KOL (Key Opinion Leader) baik di dalam maupun luar negeri.
Muklay pun tak hanya menciptakan karakter khas rekaannya untuk Free Fire, namun dalam kolaborasi ini IP miliknya pun akan menggunakan ornamen FFWS, dan dari hasil desainnya akan dijadikan merchandise untuk FFWS Global Finals 2025 Jakarta. Adapun Tahilalats juga akan meramaikan FFWS Global Finals 2025 Jakarta melalui Promotional Content di platform Tahilalats, yang dikemas dalam unsur humor khas Indonesia dengan alur cerita yang dapat menjangkau dan menghibur audiens global.
Adapun FFWS Global Finals 2025 Jakarta akan hadir pada 31 Oktober-15 November 2025, dengan babak Grand Finals di Stadion Olahraga Indonesia Arena. FFWS Global Finals 2025 Jakarta ini akan menjadi ajang perebutan gelar juara dunia Free Fire antara 18 tim terbaik dari berbagai kawasan, mulai dari Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah dan Afrika Utara, hingga Amerika Latin
Baca juga: Garena Youth Championship (GYC) 2025 Free Fire Akan Diadakan, Berhadiah Miliaran Rupiah
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, mengatakan bahwa kolaborasi ini menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan industri kreatif Indonesia ke panggung global. Kolaborasi lintas sektor ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional, yang menegaskan kembali posisi batik sebagai warisan budaya Indonesia.
Baca juga: Garena Luncurkan Emote Pacu Jalur di Free Fire, Gratis Mulai 30 Juli 2025
“Dengan menghadirkan motif batik dalam gim Free Fire, kita melihat bagaimana budaya tradisional dapat diadaptasi ke dalam medium baru yang dekat dengan generasi digital,” ujarnya saat pengumuman kolaborasi Garena Indonesia dengan para kreator di bilangan Thamrin, Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Menurutnya, kolaborasi dengan para kreator lokal dalam menyambut Free Fire World Series Global Finals 2025 Jakarta ini menjadi ajang promosi untuk mengenalkan IP lokal dan budaya Indonesia. Para penggemar esports dunia bisa menikmati karya dari Weird Genius, yang meramu ulang lagu spesial untuk Free Fire dengan sentuhan musik khas lokal, Guru Batik yang menenun narasi budaya dalam motif batik modern, Muklay, dengan karakter visualnya yang unik dan otentik, hingga Tahilalats yang menghadirkan humor segar melalui animasi pendek dan comic feed.
Promosi ini cukup potensial mengingat gim Free Fire yang populer di ranah global dengan active user sektiar 250 juta. “Melalui kolaborasi ini, budaya Indonesia dapat hadir di panggung global, tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman bermain,” tutur Riefky.
Hans Saleh, Country Head Garena Indonesia menyebut, Jakarta dipilih sebagai tuan rumah mencerminkan kepercayaan global pada kapasitas Indonesia di ranah esports. FFWS Global Finals 2025 Jakarta akan menjadi kebanggaan Indonesia, sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara esports, kreativitas, dan semangat generasi muda.
“Kami ingin menegaskan bahwa ekosistem esports Indonesia inklusif, berkelanjutan, dan bisa memberi dampak positif bagi industri kreatif digital,” jelasnya.
Dengan melibatkan talenta kreatif Indonesia, mulai dari musik hingga batik, dunia katanya akan melihat bahwa Indonesia memiliki identitas budaya yang kuat sekaligus mampu berinovasi di ranah digital modern. Lewat kolaborasi lintas sektor inilah yang membuat ekosistem esports tumbuh lebih kuat dengan bersinergi dengan industri kreatif lainnya, serta menciptakan nilai tambah bagi komunitas dan industri digital secara keseluruhan.
Hans menegaskan esports menjadi medium baru diplomasi budaya yang dapat membuka peluang baru bagi kreator, seniman, serta talenta muda kreatif. Dengan demikian, membuat ekosistem esports semakin dinamis dan bernilai ekonomi tinggi.
Reza Oktovian atau yang dikenal sebagai Reza Arap yang tergabung dalam grup Weird Genius mengaku senang diajak untuk berkolaborasi dalam menyambut FFWS Global Finals yang akan berlangsung di Jakarta, pada 31 Oktober hingga 15 November 2025. Dalam kolaborasi ini, Weird Genius melakukan remix lagu Free Fire dengan nuansa lokal yang membuat audiens global merasakan pengalaman imersif sekaligus bangga dengan musik Indonesia. “Musik itu seperti bumbu yang membuat esports lebih hidup,” imbuhnya.
Di sisi lain, Dheni Nugroho, Guru Batik menambahkan bahwa Batik bukan sekadar motif, tapi cerita tentang Indonesia. Kolaborasi ini memberi napas baru bagi batik, membuat generasi muda melihatnya sebagai sesuatu yang keren dan relevan di dunia modern.
Sementara itu, Muchlis Fachri atau Muklay berkata bahwa karakter yang dia ciptakan untuk Free Fire akan dilihat jutaan orang. “ni kesempatan untuk mengekspresikan kreativitas Indonesia secara fun, otentik, dan memorable,” ujarnya.
Tak ketinggalan Nurfadli Mursyid, kreator Tahilalats pun menyoroti medium baru ini. Dengan short animation dan comic feed, esports jadi cara efektif untuk menjangkau audiens internasional. “Humor absurd tapi relate membuat orang ingat dan merasa dekat dengan kreativitas kita,” tambahnya.
Kreativitas dari para seniman muda lintas sektor dalam menjawab tantangan kolaborasi ini sangat beragam. Jika Weird Genius membuat background music official untuk FFWS Global Finals 2025 Jakarta, lewat budaya otentik Indonesia, Guru Batik menghadirkan skin di Free Fire yang bisa digunakan secara free, juga memberikan batik kepada seluruh player dan KOL (Key Opinion Leader) baik di dalam maupun luar negeri.
Muklay pun tak hanya menciptakan karakter khas rekaannya untuk Free Fire, namun dalam kolaborasi ini IP miliknya pun akan menggunakan ornamen FFWS, dan dari hasil desainnya akan dijadikan merchandise untuk FFWS Global Finals 2025 Jakarta. Adapun Tahilalats juga akan meramaikan FFWS Global Finals 2025 Jakarta melalui Promotional Content di platform Tahilalats, yang dikemas dalam unsur humor khas Indonesia dengan alur cerita yang dapat menjangkau dan menghibur audiens global.
Adapun FFWS Global Finals 2025 Jakarta akan hadir pada 31 Oktober-15 November 2025, dengan babak Grand Finals di Stadion Olahraga Indonesia Arena. FFWS Global Finals 2025 Jakarta ini akan menjadi ajang perebutan gelar juara dunia Free Fire antara 18 tim terbaik dari berbagai kawasan, mulai dari Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah dan Afrika Utara, hingga Amerika Latin
Baca juga: Garena Youth Championship (GYC) 2025 Free Fire Akan Diadakan, Berhadiah Miliaran Rupiah
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.