Seniman Mangmoel berpose di depan dua karya modularnya dalam pameran Playful Bites di Dialogue Jakarta. (sumber gambar: Hypebais.id/Prasetyo Agung Ginanjar)

Food Monster Mangmoel Hadir dalam Duo Pameran Edible Dreams & Playful Bites

02 October 2025   |   13:42 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Nama Mulyana, yang akrab disapa Mangmoel, bukanlah sosok asing di dunia seni rupa Indonesia. Seniman asal Bandung yang kini menetap di Yogyakarta ini telah menorehkan jejak panjang di kancah seni, baik lewat pameran galeri maupun ajang internasional. Kali ini, Mangmoel kembali menyita perhatian publik lewat eksplorasi terbaru dari seri Food Monster.

Seniman yang dikenal dengan medium rajut benang ini menghadirkan karyanya di dua ruang berbeda, yakni Artotel  Thamrin, Jakarta melalui pameran Edible Dreams dan Dialogue Jakarta lewat pameran Playful Bites.

Food Monster merupakan karya yang mulai berkembang sejak Mangmoel menjalani residensi di Korea saat pandemi Covid-19. Kala itu, seri makanan "hidup" ini menjadi representasi simbolik dari perasaan, pengalaman, dan cerita sang seniman dalam menghadapi situasi global penuh ketidakpastian.

Baca juga: Seniman Prabu Perdana Hadirkan Dialektika Lanskap di Vice & Virtue Gallery

Setelah beberapa kali berpameran di sejumlah galeri, kini seri Food Monster terus berevolusi menjadi karya yang lebih inovatif. Dalam pameran di Artotel misalnya, Mangmoel menampilkan 11 seri karya lukis dan satu instalasi interaktif berjudul Butho Lemu (2025) yang bisa dimainkan, bahkan dipeluk pengunjung.

Menariknya, alih-alih menghadirkan Food Monster dalam bentuk rajutan, kali ini Mangmoel justru bereksperimen dengan medium lukis. Salah satunya tampak dalam karya berjudul Gola, yang terinspirasi dari kuliner asal Korea namun digambarkan sebagai sosok yang gemar bermeditasi.

“Tahun ini aku memang sedang mengeksplorasi medium, mulai dari lego hingga keramik. Saya sedang residensi di Bali juga, selain itu nyoba membuat karya di atas kanvas,” katanya saat ditemui Hypeabis.id, Selasa (30/9/2025), di Jakarta.
 

Sejumlah lukisan karya Mngmoel dalam pameran Edible Dreams di Artotel Thamrin, Jakarta

Sejumlah lukisan karya Mngmoel dalam pameran Edible Dreams di Artotel Thamrin, Jakarta,  (sumber gambar: Hypebais.id/Prasetyo Agung Ginanjar)

Sementara itu, di Dialogue Jakarta, Mangmoel menampilkan sebagian besar karya rajut hasil residensinya di Korea. Di sini, pengunjung dapat berinteraksi dengan Modular Monster (2025) melalui permainan dan pengalaman inderawi lewat pantulan cermin.

Ada pula 41 seri Food Monster (2024) yang merepresentasikan pengalamannya memaknai kuliner selama berada di Negeri Ginseng. Keunikan karya-karya ini terletak pada cara penyajiannya: dibungkus dalam kaca akrilik transparan. Rajutan berbentuk sayur, rumput laut, hingga telur dikolase dalam komposisi unik.

Tak hanya itu, kali ini Mangmoel juga mengeksplorasi jajanan pasar Nusantara menggunakan benang dacron. Deretan karya ini meliputi Ubi Kukus Gulung, Kue Tok, Kue Lumpur, Putu Bambu, Lemper, Getuk Lindri, Bolu Kukus, Kue Apem, Lapis, dan banyak lagi.

Namun pengunjung perlu jeli. Pasalnya, karya-karya jajanan pasar tersebut dipajang di atas gerobak layaknya pedagang kaki lima, sehingga tampilannya begitu mirip aslinya dan bisa membuat orang menelan ludah karena tergiur.

Kurator pameran, Nala Nandana, mengatakan Playful Bites lahir dari gagasan utama Food Monster Project yang mengeksplorasi hubungan antara seni, permainan, dan pengalaman inderawi. Berangkat dari imajinasi tentang makanan, proyek ini menghadirkan seni bukan hanya sebagai objek visual, melainkan pengalaman hidup.

Nala menjelaskan, dalam proyek ini makanan diposisikan bukan semata kebutuhan biologis, melainkan simbol sosial yang merekatkan hubungan antarmanusia. Ia berharap pameran ini dapat menjadi ruang refleksi bagaimana kuliner mampu menjadi bahasa universal kebersamaan.

“Warna cerah dan bentuk organik dalam karya ini juga mengundang penonton untuk menegosiasikan kembali memori mereka. Tentang rasa, kebersamaan, dan keintiman dalam relasi sosial,” ujarnya.

Bagi Genhype yang ingin menyaksikan duo pameran Mangmoel, ekshibisi ini masih berlangsung hingga 31 Desember 2025. Pameran dapat dinikmati gratis dengan jam kunjungan pukul 11.00–20.00 WIB pada awal pekan, serta 08.00–20.00 WIB di akhir pekan.
 

SEBELUMNYA

Review Film No Other Choice, Karya Terbaru Park Chan-wook yang Penuh Ketegangan

BERIKUTNYA

Jangan Asal, Kenali Bahaya Konsumsi Ikan Bermekuri Tinggi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga