Nasi goreng kerap menjadi pilihan untuk sarapan (Sumber gambar: Pexels/ Markus Winkler)

Hypereport: Sarapan dan Kandungan Gizinya yang Tepat

02 October 2025   |   12:00 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Sarapan merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan seseorang, sehingga tidak boleh terlewatkan. Namun, beberapa individu menilai bahwa kegiatan makan pada pagi hari ini justru sebaliknya. Tidak heran, menu yang dikonsumsi pun kerap jauh dari pemenuhan gizi seimbang. Dalam laman Kementerian Kesehatan, makan pada pagi hari bukan sekadar pelipur lapar.

Sarapan akan membuat organ bekerja dengan maksimal dan tubuh mampu beraktivitas untuk menghadapi hari. Tanpa sarapan, berbagai dampak negatif dapat menghampiri seseorang karena kekurangan stamina, seperti konsentrasi yang mudah terganggu, pingsan, dan sebagainya. Tidak hanya itu, tidak sarapan dapat membuat tubuh kerap meminta asupan tinggi gula yang berpotensi membuat bobot berat badan bertambah dan tekanan darah bisa kacau.

Baca juga: Hypereport : Bahaya Ancaman Kesehatan Fisik dan Mental Akibat Gaya Hidup Rebahan

Saat sarapan, seseorang harus memperhatikan makanan yang hendak dikonsumsinya. Sumber karbohidrat kompleks seperti gandum utuh atau nasi merah dapat menjadi pilihan bijak lantaran membuat rasa kenyang lebih tahan lama, tetapi tidak membuat gula darah naik.

Selain itu, asupan protein juga penting untuk diperhatikan, sehingga makanan seperti telur, ayam, atau daging bisa dikonsumsi. Penelitian dari Pennington Biomedical Research Center mengungkapkan berat badan perempuan yang rutin makan telur 5 kali seminggu selama 8 minggu turun sampai 65 persen. Kemudian, lingkar pinggang mereka juga menyusut sampai 83 persen. Energi yang dihasilkan pun lebih tinggi, membuat tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.

Sayur dan buah juga menjadi bagian penting yang harus masuk dalam menu sarapan setiap pagi. Sebagai pelengkap pemenuhan kebutuhan caira, air putih atau susu dapat menjadi pilihan.

Lebih dari itu, dalam laman American College of Cardiology, efek buruk melewatkan sarapan dapat terlihat sejak dini dalam bentuk obesitas anak. Individu yang kerap tidak sarapan dengan alasan menurunkan berat badan justru mengonsumsi lebih banyak makanan tidak sehat setelahnya.

Tidak sarapan juga dapat menjadi penyebab hormon tidak seimbang dan mengubah ritme sirkadian. Kemudian, aterosklerosis lebih sering terjadi pada orang yang melewatkan sarapan atau hanya makan sarapan rendah energi dibandingkan mereka yang sarapan sehat. Mereka juga lebih banyak menunjukkan risiko kardiometabolik, seperti lingkar pinggang, indeks massa tubuh, tekanan darah, kadar lemak, dan gula darah puasa yang lebih tinggi.

Dengan berbagai manfaat sarapan yang baik bagi tubuh dan produktivitas, ternyata masih banyak yang melewatkannya. Tidak hanya itu, beberapa di antaranya cenderung sarapan sekadarnya.

Di Indonesia, beberapa makanan identik dengan menu sarapan, seperti bubur ayam, nasi uduk, mi instan, roti tawar, dan sebagainya. Lantas, seperti apa kandungan gizinya? Berikut nilai gizi yang dikutip dari laman fatsecret:

Nasi uduk
Nasi uduk merupakan salah satu menu sarapan yang lazim dimakan oleh orang Indonesia. Makanan yang diolah dari nasi dengan santan itu memiliki rasa yang gurih dan enak. Tidak hanya itu, campurannya, seperti telor, orek tempe, dan timun juga membuatnya menjadi favorit banyak orang.

Nilai gizi nasi uduk tanpa pendampingnya dengan ukuran 1 porsi 160 gram adalah 260 kalori dengan perincian 44 persen lemak (12,95 gram), 50 persen karbohidrat (32,84 gram), dan 6 persen protein (4,07 gram).

Nasi Gogreng Ayam
Nasi goreng ayam juga menjadi salah satu favorit sarapan masyarakat Indonesia sebelum memulai aktivitas. Makanan ini memiliki rasa gurih dengan aroma khas bumbu yang membuat selera makan meningkat.

1 porsi nasi goreng ayam berukuran 149 gram memiliki total kalori 247 dengan rincian 33 persen lemak (9 gram), 52 persen karbohidrat (31,47 gram), dan 15 protein (9,37 gram).

Bubur Ayam
Bubur ayam juga merupakan hidangan yang digemari oleh masyarakat untuk sarapan. Selain tekstur yang lembut, menu ini juga mudah untuk dicerna dan tentu memiliki rasa yang enak. 

Bubur ayam 1 porsi seukuran 240 gram memiliki kalori sebesar 372. Dari total tersebut, 30 persen atau 12,39 gram terdiri dari lemak, 39 persen karbohidrat atau 36,12 gram, dan 30 persen protein atau 27,56 gram.

Lontong Sayur
Banyak orang juga memilih lontong sayur sebagai sarapan lantaran rasanya gurih, porsinya mengenyangkan, dan mudah ditemukan di berbagai penjaja makanan pagi. Hidangan berbahan lontong dengan kuah santan, sayuran, dan lauk pelengkap seperti telur atau tahu ini memberikan energi cukup besar untuk memulai hari.

Lontong sayur berukuran 400 gram per satu porsinya memiliki total kalori 357 dengan 21 persen di antaranya terdiri dari lemak. Kemudian, 66 persen karbohidrat, dan 12 persen protein.

Roti Tawar
Roti tawar juga kerap menjadi pilihan banyak keluarga untuk sarapan. Kepraktisan menjadi alasan terbesar menu santap pagi ini dipilih. Roti biasanya dipadukan dengan selai/mentega atau kental manis.

Roti tawar saja dengan ukuran 37 gram per lembar memiliki kandungan gizi 100 kalori. Dari total tersebut, 13 persen berupa lemak (1,5 gram), 73 persen karbohidrat (18,5 gram), dan 14 protein (3,50 gram).
 

SEBELUMNYA

Rayakan Identitas Bangsa, Cek 30 Ucapan Penuh Makna di Hari Batik Nasional 2025

BERIKUTNYA

HP Tiba-tiba Lag saat Main Gim? Atasi dengan 3 Cara Ini

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga