Hari Kesaktian Pancasila Diperingati 1 Oktober 2025, Ini Sejarah dan Nilai Pentingnya
01 October 2025 |
07:49 WIB
Hari Kesaktian Pancasila diperingati pada 1 Oktober tiap tahunnya. Peringatan ini dibuat sebagai momentum untuk mengenang sekaligus menghormati jasa para pejuang bangsa yang gugur dalam upaya mempertahankan ideologi Pancasila.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila memasuki usia ke-58 tahun sejak resmi ditetapkan dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia No 153 Tahun 1967. Dalam surat itu tertulis setidaknya ada tiga latar belakang dibuatnya Hari Kesaktian Pancasila.
Pertama, Hari Kesaktian Pancasila dibuat untuk mengenang keberhasilan rakyat Indonesia dalam meredam gerakan yang disebut "Pengkhianatan G30S/PKI". Menurut narasi Kepres era Orde Baru, gerakan itu dianggap hendak menghancurkan Pancasila sehingga harus ditumpas dan digagalkan.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila memasuki usia ke-58 tahun sejak resmi ditetapkan dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia No 153 Tahun 1967. Dalam surat itu tertulis setidaknya ada tiga latar belakang dibuatnya Hari Kesaktian Pancasila.
Pertama, Hari Kesaktian Pancasila dibuat untuk mengenang keberhasilan rakyat Indonesia dalam meredam gerakan yang disebut "Pengkhianatan G30S/PKI". Menurut narasi Kepres era Orde Baru, gerakan itu dianggap hendak menghancurkan Pancasila sehingga harus ditumpas dan digagalkan.
Kedua, Hari Kesaktian Pancasila juga dibuat untuk semakin mempertebal dan meresapi akan kebenaran, keunggulan serta kesaktian pancasila sebagai satu-satunya pandangan hidup, yang dapat menyatukan seluruh rakyat Indonesia.
Adapun yang ketiga, berdasarkan Kepres tersebut, Hari Kesaktian Pancasila dibuat agar diperingati oleh seluruh rakyat Indonesia secara khidmat dan tertib.
Tahun ini, Hari Kesaktian Pancasila mengusung tema "Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya" sebagaimana tertulis dalam dokumen Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025 yang dirilis oleh Kementerian Kebudayaan RI.
Tema ini menegaskan fungsi Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia. Artinya, segala perbedaan, baik dari segi suku, agama, hingga budaya, dapat disatukan di bawah naungan Pancasila sehingga meredam konflik etnosentrisme.
Adapun potongan tema 'Menuju Indonesia Raya' menjabarkan cita-cita besar Indonesia yang maju. Dengan dasar Pancasila untuk menyatukan bangsa Indonesia, seluruh rakyat Indonesia diharapkan bisa saling bergotong royong untuk dapat melangkah maju menciptakan kehidupan bangsa yang maju dan sejahtera.
Arti & Makna Hari Kesaktian Pancasila
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak bisa dilepaskan dari peristiwa sejarah Gerakan 30 September (G30S) tahun 1965. Pada malam dini hari 1 Oktober 1965, sekelompok militer yang menamakan dirinya Gerakan 30 September (G30S) melakukan kudeta yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Sukarno dan mengganti ideologi negara Pancasila dengan ideologi lain.
Kelompok tersebut membunuh enam perwira tinggi Angkatan Darat dan seorang perwira pertama di Jakarta. Namun, kudeta ini gagal. Dalam beberapa hari dan minggu berikutnya, tentara, kelompok sosial-politik, dan organisasi agama menuduh Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai dalang di balik upaya kudeta tersebut.
Tak lama kemudian, "pembersihan massal" dilakukan berupa penumpasan dan penghancuran lembaga-lembaga yang dianggap berafiliasi pada PKI serta anggota-anggotanya. Lembaga Komando Pemulian Keamanan dan ketertiban (Kopkamtib) dibentuk pada 10 Oktober 1965 yang memiliki wewenang besar untuk mengambil tindakan apa saja dalam rangka “memulihkan keamanan dan ketertiban”.
Hasilnya, jutaan orang diperkirakan mengalami kekerasan, dibunuh dan ditangkap tanpa proses peradilan karena didakwa sebagai anggota atau simpatisan PKI dan ormas-ormas yang beafiliasi dengannya. Hingga kini, banyak penyintas peristiwa 65 yang harus hidup dalam trauma mendalam karena tindakan kekerasan yang mereka alami.
Gagalnya aksi kudeta itu pun dianggap sebagai keberhasilan militer bersama kekuatan rakyat dalam menguasai situasi, memulihkan ketertiban sekaligus mempertahankan ideologi Pancasila, yang akhirnya diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Di sisi lain, para korban dan penyintas peristiwa 65 yang dituduh sebagai simpatisan PKI sampai saat ini tidak mendapatkan keadilan.
Mengutip dari laman Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, peringatan Hari Kesaktian Pancasila memiliki makna yang mendalam bagi bangsa Indonesia. Kesaktian Pancasila merujuk pada kekuatan dan ketahanan ideologi Pancasila sebagai dasar negara dalam menghadapi berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.
Pancasila sebagai ideologi negara memiliki nilai-nilai luhur yang mampu mempersatukan seluruh elemen bangsa, menjaga keutuhan NKRI, dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
1. Simbol Ketahanan Ideologi
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan kita bahwa Pancasila bukan sekadar slogan, tetapi adalah ideologi yang telah teruji kekuatannya dalam menghadapi ancaman terhadap keutuhan negara. Kesaktian Pancasila menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila seperti persatuan, keadilan, dan musyawarah mampu mengatasi perbedaan dan konflik, serta menjadi landasan kuat dalam membangun bangsa yang adil dan makmur.
2. Penghormatan kepada Petinggi Militer
Hari Kesaktian Pancasila juga merupakan momentum untuk mengenang dan menghormati para petinggi militer yang gugur dalam mempertahankan ideologi Pancasila. Peristiwa G30S menorehkan sejarah kelam dengan gugurnya para jenderal dan perwira yang setia kepada negara. Peringatan ini menjadi simbol penghormatan kepada mereka yang telah mengorbankan jiwa raga demi tegaknya Pancasila dan keutuhan NKRI.
3. Implementasi Nilai Pancasila
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga bukan hanya seremonial belaka, tetapi momentum untuk merenungkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi nilai-nilai Pancasila menjadi penting untuk menjaga harmoni dan persatuan bangsa.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.