Mau Gabung Tim Legenda DOTA 2 Yukatheo ke APAC Predator League 2026? Begini Syaratnya
01 October 2025 |
11:12 WIB
Ada yang menarik dari turnamen Road to Asia Pacific Predator League 2026: Indonesian Series. Acer Indonesia kembali menghadirkan kolaborasi spesial pada kategori gim DOTA 2 dengan mengundang dua legenda Indonesia, yaitu you_K dan Dreamocel.
Marketing Communications Manager Acer Indonesia Renaldy Felani menerangkan berbeda dengan format tahun lalu, kedua legenda DOTA 2 ini tidak akan memilih individu yang berhasil lolos di tahap kualifikasi, melainkan akan bertanding melawan challengers dengan tim masing-masing untuk memperebutkan posisi final di Indonesia Final.
Baca juga: Pendaftaran Asia Pacific Predator League 2026 Dibuka Gratis, Cek Jadwal Turnamennya
You_K (Yukatheo Widjaja) akan memimpin tim Helios, sementara Dreamocel (Randy Muhammad Sapoetra) akan mengomandoi tim Nitro. Adapun, dua tim DOTA 2 yang akan lolos menjadi finalis berhak mengukuhkan posisi untuk bertanding di Road to Asia Pacific Predator League 2026: Indonesian Series selama dua hari pada 15–16 November 2025.
Bagi Genhype yang ingin ikutan dikomandoi Yuka, sebaiknya persiapkan diri dengan matang. Legenda DOTA 2 itu mengatakan, latihan menjadi faktor penting dalam esports, termasuk scrim dengan tim luar.
Scrim dalam esports merujuk pada kegiatan latihan tanding atau simulasi di luar gim dengan sparing. “Kalau ingin join, aku liat dari portofolio sama rekam jejaknya di kompetisi seperti apa,” imbuhnya saat diwawancarai Hypeabis.id, di Jakarta.
Selain itu, penting bagi tim DOTA 2 agar bisa mengontrol diri. Yuka menilai DOTA 2 merupakan gim yang dimainkan secara tim. Oleh karena itu, masing-masing pemain harus melepas ego untuk jadi yang paling unggul dan mengabaikan rekannya.
“Jadi, meredam ego, membiarkan satu sama lain bersinar itu yang susah,” tutur Yuka saat ditanya apa saja tantangan dalam pertandingan gim DOTA 2.
Terhadap tim yang nantinya lolos mewakili Indonesia ke Asia Pacific Predator League 2026, dia berharap mereka bisa berprestasi dengan membawa trofi kemenangan. “[Harapannya] Tidak menyia-nyiakan kesempatan yang dikasih Acer Indonesia,“ tambah Yuka.
Sebagai informasi, Grand Final Asia Pacific Predator League 2026 akan berlangsung di New Delhi, India, pada 10-11 Januari 2026. Turnamen esport kelas dunia ini menghadirkan total hadiah senilai US$400.000 atau setara dengan Rp6,6 miliar.
Adapun, Acer telah membuka pendaftaran turnamen Road to Asia Pacific Predator League 2026: Indonesian Series secara gratis, bagi peserta yang ingin mewakili Indonesia pada turnamen esports tersebut. Pendaftaran untuk tim DOTA 2 dibuka mulai 30 September hingga 26 Oktober 2025, termasuk untuk gim Valorant .
Pada turnamen Road to Asia Pacific Predator League 2026: Indonesian Series, Acer Indonesia menyiapkan total hadiah mencapai Rp250 juta bagi seluruh tim terbaik, termasuk di dalamnya tim DOTA 2 dengan total hadiah Rp60 juta.
Baca juga: 4 Tim Esports Indonesia Siap Berlaga di FFWS SEA 2025 Fall, Begini Harapan Kemenpora & PBESI
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Marketing Communications Manager Acer Indonesia Renaldy Felani menerangkan berbeda dengan format tahun lalu, kedua legenda DOTA 2 ini tidak akan memilih individu yang berhasil lolos di tahap kualifikasi, melainkan akan bertanding melawan challengers dengan tim masing-masing untuk memperebutkan posisi final di Indonesia Final.
Baca juga: Pendaftaran Asia Pacific Predator League 2026 Dibuka Gratis, Cek Jadwal Turnamennya

You_K (Yukatheo Widjaja) dan Dreamocel (Randy Muhammad Sapoetra), dua legenda DOTA 2 Indonesia. (Sumber gambar: Desyinta Nuraini/Hypeabis.id)
Bagi Genhype yang ingin ikutan dikomandoi Yuka, sebaiknya persiapkan diri dengan matang. Legenda DOTA 2 itu mengatakan, latihan menjadi faktor penting dalam esports, termasuk scrim dengan tim luar.
Scrim dalam esports merujuk pada kegiatan latihan tanding atau simulasi di luar gim dengan sparing. “Kalau ingin join, aku liat dari portofolio sama rekam jejaknya di kompetisi seperti apa,” imbuhnya saat diwawancarai Hypeabis.id, di Jakarta.
Selain itu, penting bagi tim DOTA 2 agar bisa mengontrol diri. Yuka menilai DOTA 2 merupakan gim yang dimainkan secara tim. Oleh karena itu, masing-masing pemain harus melepas ego untuk jadi yang paling unggul dan mengabaikan rekannya.
“Jadi, meredam ego, membiarkan satu sama lain bersinar itu yang susah,” tutur Yuka saat ditanya apa saja tantangan dalam pertandingan gim DOTA 2.
Terhadap tim yang nantinya lolos mewakili Indonesia ke Asia Pacific Predator League 2026, dia berharap mereka bisa berprestasi dengan membawa trofi kemenangan. “[Harapannya] Tidak menyia-nyiakan kesempatan yang dikasih Acer Indonesia,“ tambah Yuka.
Sebagai informasi, Grand Final Asia Pacific Predator League 2026 akan berlangsung di New Delhi, India, pada 10-11 Januari 2026. Turnamen esport kelas dunia ini menghadirkan total hadiah senilai US$400.000 atau setara dengan Rp6,6 miliar.
Adapun, Acer telah membuka pendaftaran turnamen Road to Asia Pacific Predator League 2026: Indonesian Series secara gratis, bagi peserta yang ingin mewakili Indonesia pada turnamen esports tersebut. Pendaftaran untuk tim DOTA 2 dibuka mulai 30 September hingga 26 Oktober 2025, termasuk untuk gim Valorant .
Pada turnamen Road to Asia Pacific Predator League 2026: Indonesian Series, Acer Indonesia menyiapkan total hadiah mencapai Rp250 juta bagi seluruh tim terbaik, termasuk di dalamnya tim DOTA 2 dengan total hadiah Rp60 juta.
Baca juga: 4 Tim Esports Indonesia Siap Berlaga di FFWS SEA 2025 Fall, Begini Harapan Kemenpora & PBESI
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.