Aktris AI Pertama Tilly Norwood Mulai Dilirik Hollywood, Para Artis Resah
30 September 2025 |
15:16 WIB
Penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau AI dalam dunia perfilman nampaknya mulai mengambil tempat di industri. Studio talenta AI di Amerika Serikat bernama Xicoia memperkenalkan aktris AI pertama mereka, Tilly Norwood, yang dilaporkan telah dilirik oleh sejumlah agensi Hollywood untuk dilibatkan dalam proyek film mereka.
Hal itu diungkap oleh aktor, komedian sekaligus pemilik Xicoia Van der Velden di acara konferensi Festival Film Zurich. Dia mengatakan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan sejumlah agensi talenta Hollywood yang berminat untuk mengontrak aktris pertama buatan studionya, Tilly Norwood.
Tawaran kontrak Tilly Norwood dengan agensi Hollywood muncul beberapa hari setelah Van der Velden secara resmi mengumumkan Xicoia, sebuah studio bakat AI yang dirancang untuk menciptakan, mengelola, dan memonetisasi generasi baru bintang digital hiperealistis.
Baca juga: Profil Kim Tae-ri, Peraih Penghargaan Aktris Terbaik di Baeksang Arts Awards 2025
Jika kesepakatan itu benar-benar terjadi, Tilly Norwood akan menjadi salah satu aktris AI pertama yang terlibat dalam proyek-proyek film dan televisi dari agensi Hollywood, yang secara umum bekerja dengan bintang-bintang di dunia nyata.
"Kami berada di banyak ruang rapat sekitar Februari, dan semua orang seperti, 'Tidak, ini bukan apa-apa. Ini tidak akan terjadi'. Lalu, pada Mei, orang-orang seperti, 'Kami perlu melakukan sesuatu dengan kalian.' Ketika kami pertama kali meluncurkan Tilly, orang-orang seperti, 'Apa itu?', dan sekarang kami akan mengumumkan agensi mana yang akan mewakilinya dalam beberapa bulan ke depan," kata Van der Velden dikutip dari Deadline.
Kondisi tersebut juga dialami oleh AI Puhm selaku kepala dari studio bakat AI, Dream Lab, milik Luma AI. Dia mengungkap bahwa pihaknya kerap menjadi penghubung antara sutradara dan talenta AI bagi studio dan rumah produksi, yang membutuhkan gelombang kreatif baru sekaligus tertarik mengintegrasikan teknologi kreatif baru.
"Saya ingat pernah bertemu dengan studio-studio sebagai seniman AI sebelum bergabung dengan Luma. Beberapa bilang, 'Oh, tidak, kami tidak pakai AI.' Saya tahu beberapa berbohong, mereka memang diam-diam mengerjakan beberapa hal, tetapi beberapa tidak terbuka sama sekali. Lalu, tahun ini, seperti Maret, April, orang-orang menelepon saya dan ingin bicara," ungkapnya.
Hal itu pun membuat dirinya sering melakukan diskusi dengan sejumlah studio dan rumah produksi, memberikan edukasi tentang alur kerja, pipeline, termasuk bagaimana cara mengintegrasikan talenta AI ke dalam proyek mereka. "Tiba-tiba hal itu menjadi sangat menarik bagi mereka. Bahasanya berbeda bagi mereka dan mereka berkata, 'Kita benar-benar harus melibatkan orang-orang dari luar yang pernah bekerja di industri AI'," imbuhnya.
AI Puhm juga mengatakan bahwa kini banyak perusahaan hiburan dan studio besar di Hollywood yang tengah menggarap proyek dengan AI. Menurutnya, awal 2026 akan banyak kejutan terkait penggunaan AI dalam industri film. Akan tetapi, lantaran masih proses produksi, mereka belum bisa mengungkapkan bocorannya.
"Kami benar-benar ingin mereka merasa nyaman selama pengujian dan pengerjaan proyek. Kami ingin mereka yang memutuskan kapan mereka ingin mengungkapkannya, tapi sejujurnya, saya rasa tahun ini akan menarik. Di awal tahun depan, akan ada banyak pengumuman," bebernya.
"Apakah ini mengecewakan saya? Saya tidak tahu bagaimana menjawabnya, selain mengatakan betapa mengerikannya ini," katanya dikutip dari Variety. Ketika diperlihatkan gambar Tilly Norwood, ia berseru, "Tidak, apa kau serius? Itu AI? Ya Tuhan, kita celaka. Itu benar-benar sangat menakutkan. Ayo, agensi, jangan lakukan itu. Tolong hentikan. Tolong hentikan," serunya.
Blunt menilai Tilly Norwood dirancang menyerupai gabungan para aktris dan aktor yang selama ini sudah dikenal. "Mereka ingin dia menjadi Scarlett Johannson berikutnya, tapi kita punya Scarlett Johansson," imbuh aktris berusia 42 tahun itu.
Sejumlah aktor dan aktris juga mengkritisi agensi-agensi Hollywood yang telah menggunakan talenta AI dalam proyek mereka. Aktris asal Meksiko, Melissa Barrera, di akun Instagramnya mengunggah ulang kabar penggunaan aktris AI Tilly Norwood dan menuliskan "Semoga semua aktor yang diwakili oleh agen yang melakukan ini, angkat bicara. Sangat menjijikkan, baca situasinya," tulisnya.
Aktris Kiersey Clemons juga angkat bicara dan menantang studio bakat AI untuk mengungkap ke publik siapa saja agensi film yang bekerja sama dengan mereka. "Sebutkan agen-agennya. Saya ingin tahu," tulisnya di kolom komentar unggahan berita soal Tilly Norwood di Instagram.
Aktris sekaligus penulis Mara Wilson juga meluapkan sentimen serupa dan menuliskan "Lalu bagaimana dengan ratusan perempuan muda yang masih hidup yang wajahnya digabung menjadi satu untuk membentuknya [Tilly Norwood]? Anda tidak bisa mempekerjakan mereka?" tulisnya.
Begitupun dengan aktris Trace Lysette yang menuliskan "Suatu hari dia memotong antrean saya saat makan siang dan bahkan tidak meminta maaf. Dia tidak akan pergi jauh," tulisnya.
Termasuk, aktor Lukas Gage yang berkomentar "Dia [Tilly Norwood] mimpi buruk untuk diajak bekerja sama!!!! Dia tidak bisa mencapai targetnya dan dia terlambat!" tulisnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Hal itu diungkap oleh aktor, komedian sekaligus pemilik Xicoia Van der Velden di acara konferensi Festival Film Zurich. Dia mengatakan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan sejumlah agensi talenta Hollywood yang berminat untuk mengontrak aktris pertama buatan studionya, Tilly Norwood.
Tawaran kontrak Tilly Norwood dengan agensi Hollywood muncul beberapa hari setelah Van der Velden secara resmi mengumumkan Xicoia, sebuah studio bakat AI yang dirancang untuk menciptakan, mengelola, dan memonetisasi generasi baru bintang digital hiperealistis.
Baca juga: Profil Kim Tae-ri, Peraih Penghargaan Aktris Terbaik di Baeksang Arts Awards 2025
Jika kesepakatan itu benar-benar terjadi, Tilly Norwood akan menjadi salah satu aktris AI pertama yang terlibat dalam proyek-proyek film dan televisi dari agensi Hollywood, yang secara umum bekerja dengan bintang-bintang di dunia nyata.
"Kami berada di banyak ruang rapat sekitar Februari, dan semua orang seperti, 'Tidak, ini bukan apa-apa. Ini tidak akan terjadi'. Lalu, pada Mei, orang-orang seperti, 'Kami perlu melakukan sesuatu dengan kalian.' Ketika kami pertama kali meluncurkan Tilly, orang-orang seperti, 'Apa itu?', dan sekarang kami akan mengumumkan agensi mana yang akan mewakilinya dalam beberapa bulan ke depan," kata Van der Velden dikutip dari Deadline.
Kondisi tersebut juga dialami oleh AI Puhm selaku kepala dari studio bakat AI, Dream Lab, milik Luma AI. Dia mengungkap bahwa pihaknya kerap menjadi penghubung antara sutradara dan talenta AI bagi studio dan rumah produksi, yang membutuhkan gelombang kreatif baru sekaligus tertarik mengintegrasikan teknologi kreatif baru.
"Saya ingat pernah bertemu dengan studio-studio sebagai seniman AI sebelum bergabung dengan Luma. Beberapa bilang, 'Oh, tidak, kami tidak pakai AI.' Saya tahu beberapa berbohong, mereka memang diam-diam mengerjakan beberapa hal, tetapi beberapa tidak terbuka sama sekali. Lalu, tahun ini, seperti Maret, April, orang-orang menelepon saya dan ingin bicara," ungkapnya.
Hal itu pun membuat dirinya sering melakukan diskusi dengan sejumlah studio dan rumah produksi, memberikan edukasi tentang alur kerja, pipeline, termasuk bagaimana cara mengintegrasikan talenta AI ke dalam proyek mereka. "Tiba-tiba hal itu menjadi sangat menarik bagi mereka. Bahasanya berbeda bagi mereka dan mereka berkata, 'Kita benar-benar harus melibatkan orang-orang dari luar yang pernah bekerja di industri AI'," imbuhnya.
AI Puhm juga mengatakan bahwa kini banyak perusahaan hiburan dan studio besar di Hollywood yang tengah menggarap proyek dengan AI. Menurutnya, awal 2026 akan banyak kejutan terkait penggunaan AI dalam industri film. Akan tetapi, lantaran masih proses produksi, mereka belum bisa mengungkapkan bocorannya.
"Kami benar-benar ingin mereka merasa nyaman selama pengujian dan pengerjaan proyek. Kami ingin mereka yang memutuskan kapan mereka ingin mengungkapkannya, tapi sejujurnya, saya rasa tahun ini akan menarik. Di awal tahun depan, akan ada banyak pengumuman," bebernya.
Tuai Kritik dari Para Artis
Rencana keterlibatan aktris AI dalam industri film langsung menuai kritik dari para aktor Hollywood, salah satunya Emily Blunt. Aktris pemeran film The Devil Prada menyebut bahwa penggunaan aktris AI dalam industri perfilman sebagai sesuatu yang mengerikan. Dia pun menyerukan kepada para agensi untuk tidak melakukannya."Apakah ini mengecewakan saya? Saya tidak tahu bagaimana menjawabnya, selain mengatakan betapa mengerikannya ini," katanya dikutip dari Variety. Ketika diperlihatkan gambar Tilly Norwood, ia berseru, "Tidak, apa kau serius? Itu AI? Ya Tuhan, kita celaka. Itu benar-benar sangat menakutkan. Ayo, agensi, jangan lakukan itu. Tolong hentikan. Tolong hentikan," serunya.
Blunt menilai Tilly Norwood dirancang menyerupai gabungan para aktris dan aktor yang selama ini sudah dikenal. "Mereka ingin dia menjadi Scarlett Johannson berikutnya, tapi kita punya Scarlett Johansson," imbuh aktris berusia 42 tahun itu.
Sejumlah aktor dan aktris juga mengkritisi agensi-agensi Hollywood yang telah menggunakan talenta AI dalam proyek mereka. Aktris asal Meksiko, Melissa Barrera, di akun Instagramnya mengunggah ulang kabar penggunaan aktris AI Tilly Norwood dan menuliskan "Semoga semua aktor yang diwakili oleh agen yang melakukan ini, angkat bicara. Sangat menjijikkan, baca situasinya," tulisnya.
Aktris Kiersey Clemons juga angkat bicara dan menantang studio bakat AI untuk mengungkap ke publik siapa saja agensi film yang bekerja sama dengan mereka. "Sebutkan agen-agennya. Saya ingin tahu," tulisnya di kolom komentar unggahan berita soal Tilly Norwood di Instagram.
Aktris sekaligus penulis Mara Wilson juga meluapkan sentimen serupa dan menuliskan "Lalu bagaimana dengan ratusan perempuan muda yang masih hidup yang wajahnya digabung menjadi satu untuk membentuknya [Tilly Norwood]? Anda tidak bisa mempekerjakan mereka?" tulisnya.
Begitupun dengan aktris Trace Lysette yang menuliskan "Suatu hari dia memotong antrean saya saat makan siang dan bahkan tidak meminta maaf. Dia tidak akan pergi jauh," tulisnya.
Termasuk, aktor Lukas Gage yang berkomentar "Dia [Tilly Norwood] mimpi buruk untuk diajak bekerja sama!!!! Dia tidak bisa mencapai targetnya dan dia terlambat!" tulisnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.