Ilustrasi (Sumber: Negative Space/Pexels.com)

Konsumen Indonesia Makin Selektif, Ini Strategi Brand Sambut Harbolnas 2025

29 September 2025   |   17:30 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Belanja online kini bukan sekadar tren, melainkan gaya hidup. Riset YouGov 2025 menempatkan Indonesia sebagai pasar e-commerce terbesar kedua dunia di bawah China dan melampaui India. Namun, konsumen kian selektif, menuntut brand menghadirkan nilai lebih, bukan sekadar diskon, terutama jelang momentum Harbolnas.

Fakta ini menegaskan bahwa belanja online bukan lagi sekadar tren, melainkan telah menjadi bagian gaya hidup masyarakat. Namun, kedewasaan pasar juga membuat konsumen lebih selektif. Pertimbangan value for money kini menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan. Promo, ongkos kirim, kecepatan pengiriman, hingga pengalaman belanja yang lebih personal menjadi tolok ukur.

Baca Juga: Riset ASTRO Ungkap Belanja Cepat Jadi Kebiasaan Warga Kota

Danang Cahyono, Chief Operating Officer SIRCLO mengatakan, hal ini menandai fase baru industri e-commerce. “Tantangan brand bukan sekadar menawarkan harga bersaing, melainkan menjaga relevansi, membangun kepercayaan, dan memenuhi ekspektasi konsumen. Momen belanja daring seperti Harbolnas dapat menjadi peluang untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Data internal SIRCLO mencatat Harbolnas (10.10 hingga 12.12) pada 2023–2024 berhasil memicu lonjakan transaksi sebesar 79,6?n peningkatan konsumen hingga 75,4% year-on-year.

Angka ini membuktikan bahwa meski konsumen semakin selektif, Harbolnas masih menjadi momentum penting bagi brand untuk mendekatkan diri dengan audiensnya.

Agar tetap relevan, berikut empat strategi utama yang bisa diterapkan brand dalam menyambut Harbolnas: 
 

1. Menggandeng Content Creator yang Tepat

Dengan 97,8% pengguna internet di Indonesia aktif di media sosial (We Are Social 2025), content creator menjadi jembatan penting antara brand dan konsumen. Generasi berbeda punya preferensi yang juga berbeda. Gen Z misalnya, cenderung mengikuti influencer, milenial mempercayai ulasan produk, sementara Gen X lebih mengandalkan rekomendasi orang terdekat.

SIRCLO menemukan bahwa kolaborasi dengan content creator mampu menyumbang hingga 50% penjualan di kategori FMCG, F&B, Mom & Baby, dan Beauty. Angka ini menunjukkan relevansi strategi kreator dalam mendorong transaksi sekaligus memperkuat hubungan emosional dengan konsumen.
 

2. Live Shopping untuk Bangun Koneksi Emosional

Live shopping kini bukan sekadar ajang promo kilat, tetapi juga sarana membangun interaksi real-time. Demonstrasi produk, perbandingan, hingga tampilan before-after dapat membantu konsumen merasa lebih yakin sebelum membeli.

Kunci keberhasilan format ini ada pada storytelling, host yang autentik, serta kombinasi urgensi dengan sentuhan emosional. Dengan begitu, live shopping dapat berubah menjadi pengalaman shoppertainment yang menghadirkan belanja 360°.
 

3. Promosi yang Lebih Variatif

Promo tetap menjadi insentif utama. Survei Jakpat 2024 menegaskan bahwa diskon dan gratis ongkir adalah faktor penentu bagi generasi muda.

Selain flash sale, strategi seperti voucher stackable (gabungan gratis ongkir + cashback) atau bundling juga efektif. Misalnya paket rangkaian lengkap di kategori beauty, produk pelengkap untuk fesyen, atau pembelian lebih banyak untuk FMCG dengan harga hemat. Strategi ini tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga menciptakan momentum yang mendorong pembelian.
 

4. Inovasi Logistik untuk Pengiriman Lebih Cepat

Ongkos kirim dan durasi pengiriman masih jadi kekhawatiran utama, terutama di luar Jawa. Banyak brand masih terpusat di Jabodetabek, sehingga biaya logistik membengkak.

Solusi inovatif seperti strategi distribusi multi-origin dapat menjadi jawaban. SIRCLO, misalnya, menghadirkan integrasi teknologi antara brand dan distributor lokal, memungkinkan pengiriman dari berbagai titik distribusi. Hasilnya, efisiensi operasional meningkat, jangkauan pasar meluas, dan konsumen merasakan pengalaman belanja lebih nyaman.

Menurutnya, Harbolnas telah menajdi momen krusial bagi brand untuk membuktikan relevansi di tengah konsumen yang semakin selektif. “Brand dapat bekerja sama dengan end-to-end partner beserta ekosistemnya untuk mengimplementasikan strategi digital yang lebih terarah dan berdampak,” jelasnya.

Dengan konsumen yang makin cermat dan berorientasi pada value for money, Harbolnas 2025 bisa menjadi ajang penting bagi brand untuk tidak sekadar menjual produk, tetapi juga menghadirkan pengalaman belanja yang bernilai lebih.

Baca Juga: Indonesia Peringkat 2 Dunia untuk Belanja Online, Promo Jadi Magnet Utama

SEBELUMNYA

Pendampingan Psikososial Jadi Kunci Peningkatan Kualitas Hidup Penyintas Kanker

BERIKUTNYA

Wisata Ramah Muslim di Indonesia, Dari Lombok hingga Aceh Jadi Magnet Wisatawan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga