Pertunjukan Beauty and the Beast in Concert (Sumber gambar: Hypeabis.id/Robby Fathan)

Menikmati Nostalgia dan Kemegahan Musik dalam Beauty and the Beast in Concert

29 September 2025   |   07:00 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Beauty & The Beast in Concert bukan sekadar tontonan. Ia jadi pengalaman magis yang memadukan film klasik Disney dengan musik orkestra di Ciputra Artpreneur. Adegan legendaris hidup kembali melalui harmoni musik yang mengalir, membangkitkan emosi — tawa, haru, hingga ketegangan yang membuat cerita terasa lebih hidup.

Karya animasi yang dirilis puluhan tahun lalu ini tampil megah dan manis, seakan dibangkitkan kembali lewat sentuhan musik yang memukau dan panggung yang ditata dengan apik.

Jika menonton film di bioskop saja sudah menjadi pengalaman tak terlupakan, menyaksikan film yang diiringi musik orkestra secara langsung membawa penonton ke level yang sama sekali berbeda. Musik yang biasanya menjadi latar belakang kini hadir sebagai "bintang utama", sehingga memperkaya setiap momen yang tersaji di layar. 

Baca juga: Konduktor Wishnu Dewanta Ungkap Tantangan Pertunjukan Beauty and The Beast in Concert
 

Pertunjukan Beauty and The Beast (Sumber gambar: Hypeabis.id/ Robby Fathan)

Pertunjukan Beauty and The Beast (Sumber gambar: Hypeabis.id/ Robby Fathan)


Meski demikian, pertunjukan ini tetap menjaga keseimbangannya. Musik tidak mendominasi atau menutupi cerita, melainkan mengalir selaras dengan kisah Belle dan seorang pangeran yang dikutuk menjadi buruk rupa. Perpaduan visual dan bunyi tersebut membuat penonton tak hanya menonton, tetapi juga merasakan kisahnya secara lebih mendalam.

Pertunjukan ini juga memanjakan telinga dengan ragam warna suara, yakni dentingan lembut piano, gesekan biola dan cello, petikan harpa, hingga dentuman drum yang pas. Setiap instrumen memiliki peran yang jelas, bersatu membentuk lanskap musik yang kaya dan dinamis.Perpaduan kontras antara suara kuat dan lembut yang dipilih oleh konduktor berhasil menciptakan emosi yang begitu menawan. 

Lagu-lagu ikonik seperti Belle dan Be Our Guest terdengar lebih hidup, sementara balada penuh emosi seperti Beauty and the Beast mampu membuat penonton larut dalam kisah yang sudah begitu akrab—kali ini dengan rasa yang lebih intim dan menyentuh.
 

Pertunjukan Beauty and The Beast (Sumber gambar: Hypeabis.id/ Robby Fathan)

Pertunjukan Beauty and The Beast (Sumber gambar: Hypeabis.id/Robby Fathan)

Pertunjukan dibuka dengan visual khas Disney: kastil megah yang diterangi kembang api, disusul karakter Mickey Mouse yang mengemudikan kapal. Awalnya semua itu terasa sederhana.  Akan tetapi, begitu orkestra mulai mengiringi, suasana berubah total.

Sentuhan sang konduktor terasa sejak menit awal, perlahan membawa penonton masuk ke dalam cerita dengan emosi yang dibangun setahap demi setahap.

Ketegangan pertama muncul ketika narasi pembuka mengisahkan bagaimana sang pangeran tampan dikutuk menjadi Beast. Musik yang mengiringi adegan ini terasa tegas dan penuh tekanan. Atmosfer dramatis berlanjut dalam adegan ayah Belle yang dikejar serigala, sebelum akhirnya terjebak di istana Beast. Namun, di balik ketegangan tersebut, musik juga mampu memperkuat nuansa hangat dan lucu, membuat transisi antar-emosi terasa alami dan mulus.

Scoring Beauty and the Beast dikenal dinamis lantaran dalam satu momen musik dapat mengalun lembut, lalu seketika melonjak cepat dalam hitungan detik. Para musisi orkestra tampil tanpa cela mengikuti perubahan ini, menunjukkan presisi yang luar biasa. Hasilnya, penonton hanyut dalam cerita dan merasakan setiap perubahan emosi yang terjadi di layar. 

Tidak heran jika tawa penonton kerap pecah saat adegan-adegan lucu berlangsung, disusul tepuk tangan panjang sebagai bentuk apresiasi atas harmonisasi yang ditampilkan. Musik yang hadir pun tidak pernah terasa berlebihan atau kacau. Semuanya berada di tempat yang tepat, membentuk pengalaman unik di mana film dan musik benar-benar menyatu.
 

Pertunjukan Beauty and The Beast (Sumber gambar: Hypeabis.id/ Robby Fathan)

Pertunjukan Beauty and The Beast (Sumber gambar: Hypeabis.id/ Robby Fathan)

Pertunjukan ini juga menghadirkan momen istimewa ketika karakter-karakter dalam animasi bernyanyi. Dengan suara asli dari film yang diputar bersamaan dengan musik live, penonton seakan menyaksikan konser karakter Disney secara langsung sedang konser. Rasanya seperti menghadiri pertunjukan teater musikal, hanya saja pemeran utamanya adalah karakter animasi yang tetap setia pada kisah klasiknya. 

Tata panggung pun tidak kalah memikat. Layar lebar yang menampilkan film berpadu indah dengan formasi orkestra di panggung. Pencahayaan yang lembut menciptakan suasana megah sekaligus intim, sementara dekorasi bergaya kerajaan di sisi panggung menambah kesan elegan dan membawa penonton masuk ke dunia dongeng yang penuh keajaiban.

Secara keseluruhan, Beauty and the Beast in Concert berhasil memadukan nostalgia dengan kemegahan musikal. Bagi penggemar klasik Disney, pertunjukan ini bukan hanya menghidupkan kembali kisah Belle dan Beast, tetapi juga memberikan dimensi baru melalui musik live scoring yang memperdalam setiap emosi dan konflik, menjadikannya pengalaman yang tidak hanya ditonton, tetapi benar-benar dirasakan. 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Mayoritas Warga Indonesia Punya Masalah Gigi dan Mulut, Tapi Hanya 11% yang Berobat

BERIKUTNYA

Motif Polkadot Kembali Hits, Begini Cara Tampil Kekinian di 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga