Desert Rain, Koleksi Terbaru Laxmi Tailors Untuk Tampilan Kasual & Edgy
27 September 2025 |
21:30 WIB
Jas selama ini identik dengan kesan formal dan kaku yang dipakai saat acara resmi. Namun seiring waktu, pakaian jenis ini telah bertransformasi menjadi salah satu item fesyen yang serba guna dan mampu menciptakan beragam tampilan, mulai dari kasual hingga edgy.
Seperti yang ditampilkan dalam koleksi terbaru Laxmi Tailors, bertema Desert Rain. Koleksi yang terdiri dari 20 rancangan terbaru ini menghadirkan jas untuk tampilan formal hingga kasual yang cocok dipakai masyarakat Indonesia.
Baca juga:
“Kalau mau ke kantor atau mau ke aktivitas yang lebih kasual, itu tinggal pakai blazer, di dalamnya kaos putih, kemudian jeans, sneakers, playing with accessories seperti pakai scarf. Jadi tetap ada kesan formal, ada kesan profesionalnya,” ujar Fashion Creative Director Laxmi Rahghutama Agata, dikutip Hypeabis.id, Sabtu (27/9/2025)
Adapun palet warna koleksi Desert Rain terinspirasi dari alam, memadukan cokelat gurun, biru air, hingga gradasi hangat ke dingin yang merefleksikan perubahan suhu sepanjang hari. Kondisi ini senada dengan iklim tropis Indonesia yang terkadang terik pada siang hari, namun terkadang hujan saat malam.
“Koleksi Desert Rain terinspirasi dari iklim yang panas, hampir seperti berada digurun, lalu kita merindukan kesejukan air sebagai oasis,” sebutnya.
Untuk membuatnya relevan dipakai sehari-hari dengan cuaca yang tidak menentu di Tanah Air, Ghutama lantas memilih material linen, katun, dan wool yang ringan tapi tetap refined pada koleksi Desert Rain ini. Material linen dikenal bukan hanya sebagai kain yang ringan dan adem, tetapi mudah menyerap keringat.
Menurutnya, linen juga sedang menjadi tren di kalangan pecinta fesyen dan cocok dipakai saat cuaca panas. Pada koleksi ini, dia menghadirkan jaket yang memiliki look seperti blazeryang terbuat dari linen.
“Itu bener-bener di-unwind, tidak di lining (pakai furing). Jadi supaya orang tetap terlihat terlihat structure, tapi tetap comfy, tetap relax,” jelas Ghutama.
Adapun kain atau bahan linen yang hadir dalam koleksi Desert Rain ini, 90% diimpor langsung dari Italia. Koleksi ini dikerjakannya dalam waktu 3 bulan.
Koleksi Desert Rain tampil pada ajang tahunan Fashion Nation 2025, yang digelar di Main Atrium Senayan City Jakarta. Tampilnya koleksi ini menjadi perayaan 77 tahun Laxmi Tailors, sekaligus menegaskan komitmen brand untuk terus merancang sekaligus menjaga warisan craftsmanship lintas generasi.
“Selama 77 tahun, kami belajar mendengarkan dan memahami pelanggan. Setiap jahitan adalah cerminan dari tradisi dan keahlian yang kami jaga,” ujar VP-Brand, Marketing, & Communication Laxmi Dalip Shahri, Kamis (25/9/2025).
Tidak hanya menjadi ruang untuk menghadirkan karya terbaru, tetapi juga menjadi cerminan bagaimana Laxmi terus beradaptasi dengan perubahan dunia mode tanpa melepaskan akar tradisitailoring. Laxmi Tailors katanya tumbuh bersama generasi, bukan hanya sebagai penjahit, tetapi sebagai bagian dari perjalanan gaya hidup pelanggan.
Sebagai brand Indonesia, Laxmi membuktikan bahwa karya lokal mampu bersaing dengan gempuran fastfashion global, dengan tetap menjunjung tinggi nilai keterampilan, kualitas, dan detail personalisasi yang menjadi DNA sejak awal berdiri. “Ini adalah warisan yang terus kami rawat hingga hari ini,” tegas Dalip.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Seperti yang ditampilkan dalam koleksi terbaru Laxmi Tailors, bertema Desert Rain. Koleksi yang terdiri dari 20 rancangan terbaru ini menghadirkan jas untuk tampilan formal hingga kasual yang cocok dipakai masyarakat Indonesia.
Baca juga:
“Kalau mau ke kantor atau mau ke aktivitas yang lebih kasual, itu tinggal pakai blazer, di dalamnya kaos putih, kemudian jeans, sneakers, playing with accessories seperti pakai scarf. Jadi tetap ada kesan formal, ada kesan profesionalnya,” ujar Fashion Creative Director Laxmi Rahghutama Agata, dikutip Hypeabis.id, Sabtu (27/9/2025)
Adapun palet warna koleksi Desert Rain terinspirasi dari alam, memadukan cokelat gurun, biru air, hingga gradasi hangat ke dingin yang merefleksikan perubahan suhu sepanjang hari. Kondisi ini senada dengan iklim tropis Indonesia yang terkadang terik pada siang hari, namun terkadang hujan saat malam.
“Koleksi Desert Rain terinspirasi dari iklim yang panas, hampir seperti berada digurun, lalu kita merindukan kesejukan air sebagai oasis,” sebutnya.
Untuk membuatnya relevan dipakai sehari-hari dengan cuaca yang tidak menentu di Tanah Air, Ghutama lantas memilih material linen, katun, dan wool yang ringan tapi tetap refined pada koleksi Desert Rain ini. Material linen dikenal bukan hanya sebagai kain yang ringan dan adem, tetapi mudah menyerap keringat.
Menurutnya, linen juga sedang menjadi tren di kalangan pecinta fesyen dan cocok dipakai saat cuaca panas. Pada koleksi ini, dia menghadirkan jaket yang memiliki look seperti blazeryang terbuat dari linen.
“Itu bener-bener di-unwind, tidak di lining (pakai furing). Jadi supaya orang tetap terlihat terlihat structure, tapi tetap comfy, tetap relax,” jelas Ghutama.
Adapun kain atau bahan linen yang hadir dalam koleksi Desert Rain ini, 90% diimpor langsung dari Italia. Koleksi ini dikerjakannya dalam waktu 3 bulan.

Koleksi Desert Rain dari Laxmi Tailors. (Sumber gambar: Laxmi Tailors)
“Selama 77 tahun, kami belajar mendengarkan dan memahami pelanggan. Setiap jahitan adalah cerminan dari tradisi dan keahlian yang kami jaga,” ujar VP-Brand, Marketing, & Communication Laxmi Dalip Shahri, Kamis (25/9/2025).
Tidak hanya menjadi ruang untuk menghadirkan karya terbaru, tetapi juga menjadi cerminan bagaimana Laxmi terus beradaptasi dengan perubahan dunia mode tanpa melepaskan akar tradisitailoring. Laxmi Tailors katanya tumbuh bersama generasi, bukan hanya sebagai penjahit, tetapi sebagai bagian dari perjalanan gaya hidup pelanggan.
Sebagai brand Indonesia, Laxmi membuktikan bahwa karya lokal mampu bersaing dengan gempuran fastfashion global, dengan tetap menjunjung tinggi nilai keterampilan, kualitas, dan detail personalisasi yang menjadi DNA sejak awal berdiri. “Ini adalah warisan yang terus kami rawat hingga hari ini,” tegas Dalip.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.