Nicholas Saputra di film Tukar Takdir (Sumber foto: Starvision)

Cerita Produksi & Ujian Sutradara Mouly Surya di Film Tukar Takdir

26 September 2025   |   12:48 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Bioskop Indonesia pada Oktober 2025 akan kedatangan sebuah film drama baru berjudul Tukar Takdir. Film produksi Starvision, Cinesurya, dan Legacy Pictures ini mengangkat kisah tragedi kecelakaan pesawat komersial yang mengubah hidup banyak orang.

Disutradarai Mouly Surya, film ini diadaptasi dari novel laris karya Valiant Budi atau Vabyo. Ceritanya menyoroti tiga karakter utama, yakni Rawa (Nicholas Saputra), Dita (Marsha Timothy), dan Zahra (Adhisty Zara) yang berusaha berdamai dengan takdir setelah tragedi.

Baca juga: Nicholas Saputra Ungkap Daya Tarik Film Tukar Takdir Garapan Mouly Surya

Mouly Surya mengungkapkan, proses produksi film ini sudah direncanakan sejak 2019, jauh sebelum pandemi. Sejak saat itu, ia aktif melakukan riset dengan menonton berbagai dokumenter, termasuk serial Air Crash Investigation, untuk memahami dinamika tragedi kecelakaan pesawat.

Uniknya, Tukar Takdir tidak hanya menampilkan drama emosional para karakternya. Film ini juga mengusung pendekatan investigatif, misalnya melalui metode reka ulang adegan untuk menyingkap penyebab kecelakaan pesawat. Perpaduan ini membuat film tampil berbeda dari drama konvensional.

Dari sisi teknis, tim produksi dituntut menghadirkan realisme tragedi dengan hati-hati. Sinematografer Lolang merancang visual kecelakaan tanpa kesan eksploitasi, terutama saat pesawat yang jatuh ditemukan di tengah hutan. Adegan ini menjadi salah satu ujian paling menantang dalam produksi.

“Film ini memang mengeksplorasi bentuk yang belum pernah saya jelajahi sebelumnya, yakni menampilkan bagaimana sebuah petaka pesawat ditampilkan di layar. Tak hanya itu, Tukar Takdir juga membutuhkan kematangan teknis untuk memberikan hasil maksimal,” ujar Mouly.
 
 

Lebih lanjut, sutradara yang meraih Piala Citra untuk Film Terbaik FFI 2008 itu mengaku bahwa proyek ini telah ia siapkan sejak lama. Masa persiapan tersebut beriringan dengan pendidikannya di Amerika, di mana dia kembali memperdalam ilmu sinema.

Menurut Mouly, pengalaman belajar di luar negeri memberinya perspektif baru. Jika sebelumnya ia cenderung menyederhanakan adegan karena alasan logistik, kini ia lebih berani mengeksplorasi teknik yang rumit untuk memperkuat pengalaman visual penonton.

Salah satu contohnya adalah adegan boarding atau masuknya penumpang ke dalam pesawat. Proses ini ternyata cukup menantang karena ruang sempit harus menampung kru, kameramen, dan aktor secara bersamaan. Jika ada kesalahan, seluruh pengambilan gambar harus diulang dari awal.

“Hal-hal kecil seperti itu sebenarnya bisa dibuat lebih sederhana. Tapi dengan mental dan pengalaman dari film-film sebelumnya, saya merasa lebih tertantang untuk mencari cara terbaik mengeksekusinya,” katanya.

Dari sisi produser, Chand Parwez Servia menilai film ini akan memberi warna baru bagi perfilman Indonesia. Ia sudah lama terpesona dengan gaya bertutur Mouly sejak karya awalnya yang sukses di ajang Festival Film Bandung.

Saat membaca novel Tukar Takdir pada 2019, Parwez merasa hanya Mouly yang mampu menghidupkan cerita ke layar lebar. “Saya sudah punya novelnya. Kemudian saya rasa yang bisa membuat ini nyata hanya Mouly Surya,” ujarnya.

Film Tukar Takdir dijadwalkan tayang di bioskop pada 2 Oktober 2025. Bukan sekadar hiburan, film ini diharapkan dapat menjadi ruang refleksi tentang kehilangan, duka, dan cara manusia menghadapi takdir yang tak bisa dipilih.

Tukar Takdir juga turut dibintangi sederet aktor dan aktris kenamaan. Selain Nicholas Saputra, beberapa pemain top lain yang terlibat ialah Meriam Bellina, Marcella Zalianty, Hannah Al Rashid, Teddy Syach, Tora Sudiro, Ringgo Agus Rahman, Devi Permatasari, Ariyo Wahab, Roy Sungkono, Revaldo, Bagus Ade Saputra, hingga Ayez Kassar. 

Dengan dukungan cerita yang kuat, arahan sutradara berpengalaman, serta jajaran aktor papan atas, Tukar Takdir berpotensi menjadi salah satu drama paling emosional tahun ini. Produksi film ini menunjukkan bagaimana sinema bisa meramu tragedi menjadi karya yang mendalam dan bermakna.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Avatar: Fire and Ash Rilis Trailer Baru, Jake dan Neytiri Hadapi Musuh Baru

BERIKUTNYA

JICAF 2025 Hadirkan Kolaborasi Lomba Sihir dan Rezza Rainaldy

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga