JICAF 2025 Hadirkan Kolaborasi Lomba Sihir dan Rezza Rainaldy
26 September 2025 |
08:30 WIB
Jakarta Illustration & Creative Arts Fair (JICAF) kembali digelar pada 18 September–5 Oktober 2025 di The Space, Senayan City. Lebih dari 100 seniman dari Indonesia dan mancanegara akan tampil merayakan ajang seni kreatif terbesar di Indonesia ini.
Tahun ini, JICAF mengusung tema New Heights. Sebuah ajakan untuk melampaui batas imajinasi, meruntuhkan sekat antarindustri, dan menciptakan kolaborasi yang memberi dampak jangka panjang bagi ekosistem kreatif.
Baca juga: JICAF Soroti Pertumbuhan Art Toys & Seni Dekoratif yang Makin Marak di Indonesia
Berbeda dari sebelumnya, salah satu daya tarik utama tahun ini adalah keterlibatan sejumlah musisi ternama yang berani mengekspresikan diri lewat medium baru. Mereka hadir bukan untuk bernyanyi, melainkan unjuk kebolehan dalam seni visual.
Salah satunya datang dari grup musik Lomba Sihir yang berkolaborasi dengan ilustrator Rezza Rainaldy atau lebih dikenal dengan nama Dusharne. Keduanya menghadirkan rilisan spesial dari album terbaru mereka Obrolan Jam 3 Pagi berupa CD dengan sleeve eksklusif, poster, stiker, dan kartu pos untuk penggemar.
Natasha Udu, vokalis Lomba Sihir, mengatakan kolaborasi ini merupakan cara memperpanjang napas kreatif kedua belah pihak. Selain merespons lirik dalam bentuk visual, dia berharap karya bersama ini dapat mendorong batas-batas seni yang kian cair.
“Awalnya kami hanya fokus membuat musik untuk album Obrolan Jam 3 Pagi. Jadi saat diajak JICAF dan Dusharne berkolaborasi, kami kaget sekaligus senang. Rasanya ini kesempatan menarik, apalagi bisa dikaryakan bersama Rezza,” kata Natasha dalam acara peluncuran merchandise Lomba Sihir X Dusharne di Jakarta, Kamis (25/9/2025) malam.
Sejalan dengan itu, Rezza Rainaldy menyebut kolaborasi ini bagian penting dari perjalanan artistiknya. Visual artist jebolan Fakultas Seni dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB) ini dikenal lewat karya-karyanya yang mengeksplorasi tema emosional dan eksperimen warna.
Dia mengungkap proses pembuatan kolaborasi ini memakan waktu sekitar dua bulan. Rezza mendengarkan lagu-lagu dalam album Obrolan Jam 3 Pagi dan merespons salah satunya, “Sofa”, untuk diterjemahkan ke bahasa visual.
“Setelah observasi dan beberapa percobaan, pihak Lomba Sihir ternyata meng-embrace simbol Sofa Merah ini. Sofa itu kemudian jadi elemen yang selalu dibawa. Dari situlah aku meresponsnya menjadi artwork,” ujarnya.
Meski sudah diluncurkan, Rezza tidak merinci berapa jumlah seri eksklusif yang akan hadir di JICAF. Namun, di booth pameran tampak dummy berupa poster, buku berisi lirik lagu, serta pembungkus bergambar album terbaru Lomba Sihir.
Kolaborasi lintas medium ini bukan yang pertama kali hadir di JICAF. Sebelumnya, musisi Bernadya bekerja sama dengan seniman visual Wickana menghadirkan karakter orisinal bernama Lulla Bear. Karakter yang terinspirasi dari musik Bernadya itu kemudian dialihwahanakan menjadi art toys, art print, hingga T-shirt.
JICAF mulai dibuka untuk publik selama tiga pekan penuh, dari 18 September hingga 5 November 2025 di The Space, Senayan City. Selama 16 hari penyelenggaraan, publik akan disuguhkan beragam karya seni aplikatif berbagai medium dari 100 seniman Indonesia dan luar negeri.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Tahun ini, JICAF mengusung tema New Heights. Sebuah ajakan untuk melampaui batas imajinasi, meruntuhkan sekat antarindustri, dan menciptakan kolaborasi yang memberi dampak jangka panjang bagi ekosistem kreatif.
Baca juga: JICAF Soroti Pertumbuhan Art Toys & Seni Dekoratif yang Makin Marak di Indonesia
Berbeda dari sebelumnya, salah satu daya tarik utama tahun ini adalah keterlibatan sejumlah musisi ternama yang berani mengekspresikan diri lewat medium baru. Mereka hadir bukan untuk bernyanyi, melainkan unjuk kebolehan dalam seni visual.
Salah satunya datang dari grup musik Lomba Sihir yang berkolaborasi dengan ilustrator Rezza Rainaldy atau lebih dikenal dengan nama Dusharne. Keduanya menghadirkan rilisan spesial dari album terbaru mereka Obrolan Jam 3 Pagi berupa CD dengan sleeve eksklusif, poster, stiker, dan kartu pos untuk penggemar.
Natasha Udu, vokalis Lomba Sihir, mengatakan kolaborasi ini merupakan cara memperpanjang napas kreatif kedua belah pihak. Selain merespons lirik dalam bentuk visual, dia berharap karya bersama ini dapat mendorong batas-batas seni yang kian cair.
“Awalnya kami hanya fokus membuat musik untuk album Obrolan Jam 3 Pagi. Jadi saat diajak JICAF dan Dusharne berkolaborasi, kami kaget sekaligus senang. Rasanya ini kesempatan menarik, apalagi bisa dikaryakan bersama Rezza,” kata Natasha dalam acara peluncuran merchandise Lomba Sihir X Dusharne di Jakarta, Kamis (25/9/2025) malam.
Sejalan dengan itu, Rezza Rainaldy menyebut kolaborasi ini bagian penting dari perjalanan artistiknya. Visual artist jebolan Fakultas Seni dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB) ini dikenal lewat karya-karyanya yang mengeksplorasi tema emosional dan eksperimen warna.
Dia mengungkap proses pembuatan kolaborasi ini memakan waktu sekitar dua bulan. Rezza mendengarkan lagu-lagu dalam album Obrolan Jam 3 Pagi dan merespons salah satunya, “Sofa”, untuk diterjemahkan ke bahasa visual.
“Setelah observasi dan beberapa percobaan, pihak Lomba Sihir ternyata meng-embrace simbol Sofa Merah ini. Sofa itu kemudian jadi elemen yang selalu dibawa. Dari situlah aku meresponsnya menjadi artwork,” ujarnya.
Meski sudah diluncurkan, Rezza tidak merinci berapa jumlah seri eksklusif yang akan hadir di JICAF. Namun, di booth pameran tampak dummy berupa poster, buku berisi lirik lagu, serta pembungkus bergambar album terbaru Lomba Sihir.
Kolaborasi lintas medium ini bukan yang pertama kali hadir di JICAF. Sebelumnya, musisi Bernadya bekerja sama dengan seniman visual Wickana menghadirkan karakter orisinal bernama Lulla Bear. Karakter yang terinspirasi dari musik Bernadya itu kemudian dialihwahanakan menjadi art toys, art print, hingga T-shirt.
JICAF mulai dibuka untuk publik selama tiga pekan penuh, dari 18 September hingga 5 November 2025 di The Space, Senayan City. Selama 16 hari penyelenggaraan, publik akan disuguhkan beragam karya seni aplikatif berbagai medium dari 100 seniman Indonesia dan luar negeri.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.