Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Ahmad Mahendra, dan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Kemenbud Bakal Gelar KMI 2025, Jakarta Music Con & Pasar Musik Dalam Satu Rangkaian

26 September 2025   |   06:30 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha menegaskan Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 tidak akan berdiri sendiri sebagai sebuah agenda. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci penting agar acara dapat memberikan dampak luas, baik bagi ekosistem musik maupun arah kebijakan pemerintah.

Oleh karena itu, dia merancang KMI digelar dalam satu rangkaian dengan sejumlah forum lain. Dengan begitu, keseluruhan rangkaian acara musik nasional ini diharapkan menghadirkan kesinambungan antara forum diskusi, perumusan kebijakan, dan praktik industri.

Baca juga: Hasil Konferensi Musik Indonesia Bakal Dorong Lahirnya Kebijakan Lintas Kementerian

Untuk tahun ini, setidaknya terdapat tiga agenda utama yang akan digelar beriringan. Pertama, Konferensi Musik Indonesia 2025 akan digelar pada 8–10 Oktober 2025 di Hotel Sultan, Jakarta, lalu langsung disambung dengan Jakarta Music Con dan Pasar Musik di Senayan Park pada 11–12 Oktober 2025.

"Ini sudah ada masukkan nih, bahwa 2026 KMI diusulkan berbarengan juga dengan AMI Awards. Jadi, KMI jalan, Music Con dan Pasar Musik Jalan, lalu penganugerahan di AMI. Jadi, benar-benar satu rangkaian," ungkap Giring di Jakarta, Rabu (24/9/2025).

Giring menjelaskan, masing-masing acara memiliki peran berbeda. KMI akan lebih fokus pada pertemuan antara pelaku musik dan regulator lintas kementerian, mulai dari Kementerian Kebudayaan, Keuangan, Hukum, Pariwisata, Ketenagakerjaan, hingga Komunikasi dan Digital.

Selama tiga hari, berbagai pemangku kepentingan akan duduk bersama membahas isu-isu krusial. Diskusi akan mencakup hak cipta dan royalti, pajak, perizinan konser, peluang pariwisata musik, hingga dinamika digitalisasi yang berhubungan dengan distribusi karya.

Adapun agenda utamanya adalah menyusun peta jalan sekaligus rekomendasi kebijakan strategis untuk keberlanjutan industri musik. Sementara itu, Jakarta Music Con akan menempati peran tersendiri, demikian pula halnya dengan Pasar Musik.

"Mudah-mudahan yang kita dambakan dan impikan adalah akan ada rancangan roadmap tata kelola musik Indonesia, setidaknya untuk lima hingga 15 tahun ke depan. Kemudian, juga ada rancangan rekomendasi untuk berbagai kementerian yang bersinggungan dengan musik," ujar Giring.

Program Director Jakarta Music Con, Kukuh, menjelaskan bahwa acaranya akan berfokus pada persoalan hilir industri musik. Menurutnya, perkembangan di sektor ini begitu menarik dan dinamis, dilihat dari munculnya berbagai model bisnis baru di dunia musik sekarang, potensi merchandise yang makin besar, hingga perluasan branding musisi yang melibatkan desainer visual hingga motion grafis.

Secara garis besar, Jakarta Music Con akan dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu pasar musik, bincang musik, dan pertunjukan musik. Konsep tersebut dirancang agar mampu menampung berbagai kebutuhan ekosistem, sekaligus menjadikan acara lebih inklusif bagi seluruh pelaku industri.

Untuk segmen pasar musik, pihak penyelenggara akan menghadirkan tenant yang beragam. Mulai dari brand merchandise milik band-band Indonesia, sekolah musik, hingga penyedia alat musik tradisional akan diajak untuk berpartisipasi dan bertemu langsung dengan audiens.

Pada segmen bincang musik, Jakarta Music Con akan bekerja sama dengan YouTube Music Academy. Selain itu, beberapa komunitas lokal seperti Vindes juga digandeng untuk menghadirkan diskusi interaktif yang membuka peluang kolaborasi lintas bidang.

Sementara itu, segmen pertunjukan musik dirancang dengan lebih berwarna. Pihak penyelenggara akan mengundang musisi dari Asia Tenggara untuk merasakan langsung dinamika industri musik Indonesia, kemudian akan ada kolaborasi musik tradisi dengan penulis lagu ternama, serta akan ada musisi independen yang tengah jadi sorotan.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 Siap Hadirkan 12 Kategori Apresiasi

BERIKUTNYA

Borobudur Masuk Daftar, Inilah 10 Tempat Warisan Dunia Paling Indah Versi UNESCO

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga