Dua Empat Siapkan Penampilan Spesial di Jazz Goes to Campus 2025
22 September 2025 |
12:00 WIB
Grup jazz Dua Empat akan kembali tampil di ajang Jazz Goes to Campus (JGTC) 2025 yang digelar pada 9 November 2025. Tahun ini, mereka menjanjikan penampilan spesial dengan membawakan sebagian besar materi dari album terbaru mereka yang berjudul Self Titled: Dua Empat.
Kabar itu disampaikan oleh duo jazz ini dalam wawancaranya kepada Hypeabis.id beberapa waktu lalu. Misi Lesar, salah satu anggota Dua Empat, mengatakan bahwa mereka akan banyak menampilkan karya-karya terbaru di atas panggung JGTC. “Jadi nanti akan mostly membawakan lagu di album terbaru,” kata Misi.
Meski demikian, penggemar tidak perlu khawatir karena Dua Empat tetap akan menyelipkan lagu-lagu dari album pertama mereka, serta beberapa aransemen lagu jazz standar. Hal ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman musik yang lebih kaya bagi para penonton.
Alvin Ghazalie menambahkan, dalam penampilan kali ini mereka juga akan berkolaborasi dengan sejumlah musisi lain. Di antaranya adalah Marini Nainggolan yang akan mengisi vokal, Eleazer Robby pada drum, serta Joshua Alexander di bass. “Pastinya nanti bakal ada nuansa berbeda dengan kehadiran mereka,” ucap Alvin.
Baca juga: Jazz Goes to Campus Digelar 9 November 2025, Usung Tema Serenading Jazz for the Youth
Bagi Dua Empat, tampil di Jazz Goes to Campus selalu memiliki arti khusus. Mereka menyebutkan bahwa penampilan tahun ini merupakan kali ketiga. “Uniknya, sebenarnya Dua Empat ini terbentuk di JGTC,” ujar Alvin. Karena itu, mereka mengaku sangat senang bisa kembali setelah sekitar tujuh hingga delapan tahun.
Tidak hanya Dua Empat, JGTC 2025 juga akan menghadirkan deretan musisi besar lintas generasi. Ketua Penyelenggara The 48th Jazz Goes to Campus Ravandika Radhi mengatakan, tahun ini ada puluhan musisi yang akan meramaikan acara. Tulus, Tompi, Maliq & D’Essentials, Reality Club, Rafi Sudirman, GAC, Ify Alyssa, hingga Sandhy Sondoro dipastikan tampil.
Selain itu, festival juga menghadirkan pertunjukan spesial. Barry Likumahuwa and The Rhythm Service akan berkolaborasi dengan Indra Dauna dan Rega Dauna dalam Tribute to Stevie Wonder. Ada pula Galaxy Big Band bersama Alonzo Brata yang akan membawakan karya-karya Frank Sinatra.
Sementara itu, Chandra Darusman bersama Nikita Dompas & Detik Waktu Quartet menggandeng Ardhito Pramono, Monita Tahalea, dan Bilal Indrajaya untuk mempersembahkan Detik Waktu #2: Perjalanan Karya Cipta Candra Darusman.
Ravandika menekankan bahwa seluruh pengisi acara JGTC tahun ini adalah musisi lokal. Hal itu menjadi strategi agar festival tetap setia pada marwahnya sebagai ajang musik jazz, sekaligus memberi ruang bagi musisi berbakat dari dalam negeri. Dua Empat sendiri termasuk salah satunya. Duo ini adalah peraih Album Jazz Terbaik dalam ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2023.
Kondisi tersebut membuat dinamika festival jazz di Indonesia kerap menimbulkan perdebatan. Ada yang menilai sebagian festival kurang menghadirkan “pedas” atau otentik dari jazz, padahal sebenarnya karakter itu masih ada.
Dia menilai bahwa kondisi tersebut tidak dapat dilepaskan dari kenyataan bahwa penyelenggaraan festival jazz juga berkaitan dengan bisnis. Jika sebuah acara hanya menampilkan musisi jazz murni, bisa jadi dukungan sponsor akan berkurang. Dengan begitu, diperlukan strategi untuk meramu program agar tetap menarik bagi sponsor sekaligus memperkenalkan jazz kepada khalayak lebih luas – termasuk generasi muda.
Chandra mencontohkan langkah Guruh Soekarnoputra pada awal 1980-an ketika memperkenalkan kelompok Swara Mahardhika dengan memadukan tari tradisional dan unsur modern. Saat itu, Guruh sempat dikritik karena dianggap merusak tari tradisional.
Kala itu, ujarnya, Guruh menjawab yang intinya bahwa perpaduan antara tari tradisional dan modern itu sengaja dilakukan agar anak-anak muda bisa terekspos tentangnya walaupun dengan cara modern. Anak muda bisa mencari tahu tentang bentuk tradisi dari tarian yang ditampilkan setelah mengetahui bentuknya secara modern.
Menurut Chandra, strategi serupa juga dapat berlaku di festival jazz. Kehadiran musisi populer di luar jazz dapat menjadi “pintu masuk” agar generasi muda tertarik dan pada akhirnya mengeksplorasi lebih dalam tentang musik jazz.
“Agak sulit kalau menampilkan formula pure jazz. Semua hidangannya pedas semua gitu kan. Agak susah ya. Jadi, kombinasi saya pikir, dan saya rasa bagaimana meramunya itu adalah tantangan dari setiap penyelenggara festival jazz,” katanya.
Dia menambahkan, hal penting yang tidak boleh dilupakan ketika melakukan kombinasi musisi adalah aspek edukasi. Penyelenggara bisa menyisipkan informasi dasar mengenai jazz melalui buku acara. Dengan begitu, penonton bukan hanya terhibur, tetapi juga mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai genre ini.
Pada akhirnya, festival jazz ibarat sebuah hidangan yang harus diracik dengan tepat. Ada yang ringan, ada yang pedas, bahkan ada yang sangat otentik. Dengan begitu, penonton terhibur, sponsor terpenuhi, dan musisi pun senang tampil di depan penonton.
Baca juga: Banyak Generasi Muda Berbakat, Regenerasi Musisi Jazz Perlu 2 Hal Ini
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Kabar itu disampaikan oleh duo jazz ini dalam wawancaranya kepada Hypeabis.id beberapa waktu lalu. Misi Lesar, salah satu anggota Dua Empat, mengatakan bahwa mereka akan banyak menampilkan karya-karya terbaru di atas panggung JGTC. “Jadi nanti akan mostly membawakan lagu di album terbaru,” kata Misi.
Meski demikian, penggemar tidak perlu khawatir karena Dua Empat tetap akan menyelipkan lagu-lagu dari album pertama mereka, serta beberapa aransemen lagu jazz standar. Hal ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman musik yang lebih kaya bagi para penonton.
Alvin Ghazalie menambahkan, dalam penampilan kali ini mereka juga akan berkolaborasi dengan sejumlah musisi lain. Di antaranya adalah Marini Nainggolan yang akan mengisi vokal, Eleazer Robby pada drum, serta Joshua Alexander di bass. “Pastinya nanti bakal ada nuansa berbeda dengan kehadiran mereka,” ucap Alvin.
Baca juga: Jazz Goes to Campus Digelar 9 November 2025, Usung Tema Serenading Jazz for the Youth
Bagi Dua Empat, tampil di Jazz Goes to Campus selalu memiliki arti khusus. Mereka menyebutkan bahwa penampilan tahun ini merupakan kali ketiga. “Uniknya, sebenarnya Dua Empat ini terbentuk di JGTC,” ujar Alvin. Karena itu, mereka mengaku sangat senang bisa kembali setelah sekitar tujuh hingga delapan tahun.
Tidak hanya Dua Empat, JGTC 2025 juga akan menghadirkan deretan musisi besar lintas generasi. Ketua Penyelenggara The 48th Jazz Goes to Campus Ravandika Radhi mengatakan, tahun ini ada puluhan musisi yang akan meramaikan acara. Tulus, Tompi, Maliq & D’Essentials, Reality Club, Rafi Sudirman, GAC, Ify Alyssa, hingga Sandhy Sondoro dipastikan tampil.
Selain itu, festival juga menghadirkan pertunjukan spesial. Barry Likumahuwa and The Rhythm Service akan berkolaborasi dengan Indra Dauna dan Rega Dauna dalam Tribute to Stevie Wonder. Ada pula Galaxy Big Band bersama Alonzo Brata yang akan membawakan karya-karya Frank Sinatra.
Sementara itu, Chandra Darusman bersama Nikita Dompas & Detik Waktu Quartet menggandeng Ardhito Pramono, Monita Tahalea, dan Bilal Indrajaya untuk mempersembahkan Detik Waktu #2: Perjalanan Karya Cipta Candra Darusman.
Ravandika menekankan bahwa seluruh pengisi acara JGTC tahun ini adalah musisi lokal. Hal itu menjadi strategi agar festival tetap setia pada marwahnya sebagai ajang musik jazz, sekaligus memberi ruang bagi musisi berbakat dari dalam negeri. Dua Empat sendiri termasuk salah satunya. Duo ini adalah peraih Album Jazz Terbaik dalam ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2023.
Menu Festival Jazz
Pada kesempatan yang sama, Chandra Darusman yang juga merupakan pendiri JGTC menilai bahwa penyelenggara festival jazz memiliki berbagai tantangan yang harus dihadapi, termasuk menyajikan musisi yang akan tampil.Kondisi tersebut membuat dinamika festival jazz di Indonesia kerap menimbulkan perdebatan. Ada yang menilai sebagian festival kurang menghadirkan “pedas” atau otentik dari jazz, padahal sebenarnya karakter itu masih ada.
Dia menilai bahwa kondisi tersebut tidak dapat dilepaskan dari kenyataan bahwa penyelenggaraan festival jazz juga berkaitan dengan bisnis. Jika sebuah acara hanya menampilkan musisi jazz murni, bisa jadi dukungan sponsor akan berkurang. Dengan begitu, diperlukan strategi untuk meramu program agar tetap menarik bagi sponsor sekaligus memperkenalkan jazz kepada khalayak lebih luas – termasuk generasi muda.
Chandra mencontohkan langkah Guruh Soekarnoputra pada awal 1980-an ketika memperkenalkan kelompok Swara Mahardhika dengan memadukan tari tradisional dan unsur modern. Saat itu, Guruh sempat dikritik karena dianggap merusak tari tradisional.
Kala itu, ujarnya, Guruh menjawab yang intinya bahwa perpaduan antara tari tradisional dan modern itu sengaja dilakukan agar anak-anak muda bisa terekspos tentangnya walaupun dengan cara modern. Anak muda bisa mencari tahu tentang bentuk tradisi dari tarian yang ditampilkan setelah mengetahui bentuknya secara modern.
Menurut Chandra, strategi serupa juga dapat berlaku di festival jazz. Kehadiran musisi populer di luar jazz dapat menjadi “pintu masuk” agar generasi muda tertarik dan pada akhirnya mengeksplorasi lebih dalam tentang musik jazz.
“Agak sulit kalau menampilkan formula pure jazz. Semua hidangannya pedas semua gitu kan. Agak susah ya. Jadi, kombinasi saya pikir, dan saya rasa bagaimana meramunya itu adalah tantangan dari setiap penyelenggara festival jazz,” katanya.
Dia menambahkan, hal penting yang tidak boleh dilupakan ketika melakukan kombinasi musisi adalah aspek edukasi. Penyelenggara bisa menyisipkan informasi dasar mengenai jazz melalui buku acara. Dengan begitu, penonton bukan hanya terhibur, tetapi juga mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai genre ini.
Pada akhirnya, festival jazz ibarat sebuah hidangan yang harus diracik dengan tepat. Ada yang ringan, ada yang pedas, bahkan ada yang sangat otentik. Dengan begitu, penonton terhibur, sponsor terpenuhi, dan musisi pun senang tampil di depan penonton.
Baca juga: Banyak Generasi Muda Berbakat, Regenerasi Musisi Jazz Perlu 2 Hal Ini
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.