F1 Umumkan Enam Tuan Rumah Sprint 2026, Tiga Lokasi Baru Masuk Kalender
18 September 2025 |
07:30 WIB
Formula 1 bersama FIA resmi mengumumkan enam sirkuit yang akan menjadi tuan rumah Sprint Race pada musim 2026, termasuk tiga lokasi baru. Musim tersebut sekaligus akan menandai era baru regulasi F1 serta tahun keenam penerapan format Sprint.
Shanghai akan membuka rangkaian Sprint pada Maret, disusul Miami pada Mei. Keduanya kembali menggelar Sprint untuk ketiga tahun beruntun. Silverstone juga kembali masuk kalender Sprint untuk pertama kalinya sejak ajang perdana pada 2021, sementara Montreal, Zandvoort, dan Singapura akan melakoni debut sebagai penyelenggara Sprint Weekend.
Baca juga: Valtteri Bottas dan Sergio Pérez Resmi Jadi Pembalap Cadillac F1 2026
Format Sprint menghadirkan balapan kompetitif di setiap hari akhir pekan Grand Prix. Usai sesi latihan bebas pertama pada Jumat, Sprint Qualifying digelar untuk menentukan posisi start Sprint pada Sabtu, yang dilanjutkan dengan kualifikasi Grand Prix pada hari yang sama, sebelum puncaknya balapan utama pada hari Minggu.
Popularitas format ini terus meningkat sejak 2021, dengan catatan penonton TV Sprint Weekend pada 2024 rata-rata 10 persen lebih tinggi dibanding akhir pekan non-Sprint. Musim 2025 juga memperlihatkan tren positif, termasuk lonjakan 84 persen penonton siaran langsung saat Lewis Hamilton meraih kemenangan perdana bersama Ferrari di Sprint Shanghai, serta 26,6 juta penonton yang menyaksikan Sprint Miami saat Lando Norris keluar sebagai pemenang.
Balapan Sprint di Belgia tahun ini yang dimenangkan Max Verstappen juga mencatat kenaikan signifikan di berbagai pasar, termasuk Jerman, Prancis, China, dan Argentina. Presiden dan CEO Formula 1, Stefano Domenicali, menyebut F1 Sprint terus tumbuh dalam dampak positif dan popularitas sejak diluncurkan.
“Sprint F1 terus berkembang dalam dampak positif dan popularitas sejak diperkenalkan pada 2021. Dengan empat sesi kompetitif alih-alih dua pada akhir pekan Grand Prix konvensional, Sprint F1 menawarkan lebih banyak aksi setiap hari bagi para penggemar, mitra siaran, dan promotor, mendorong peningkatan jumlah penonton dan kehadiran,” ujarnya.
Domenicali menambahkan bahwa musim 2026 akan menjadi era baru regulasi yang diwarnai tiga lokasi Sprint debutan. “Musim 2026 akan menjadi awal era baru regulasi, sehingga hadirnya tiga venue Sprint baru akan menambah drama di lintasan. Saya ingin berterima kasih kepada FIA, seluruh promotor, mitra, marshal, relawan, dan klub olahraga lokal yang terus menjadikan Sprint sebagai kesuksesan besar,” katanya.
Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, turut menegaskan bahwa format Sprint kini menjadi bagian penting dari Kejuaraan Dunia Formula 1.
“Format Sprint telah menjadi bagian yang semakin menarik dalam Kejuaraan Dunia Formula 1 FIA, menghadirkan balapan berintensitas tinggi dan hiburan tambahan bagi penggemar di seluruh dunia. Menyongsong musim 2026 yang menjadi tonggak penting dengan hadirnya generasi baru mobil dan regulasi, saya senang melihat Sprint berkembang seiring dengan visi kami yang lebih luas untuk olahraga ini,” tuturnya.
Untuk Singapura, 2026 akan menjadi momentum bersejarah karena Marina Bay Street Circuit untuk pertama kalinya akan menggelar Sprint. Jonathan Hallett, Direktur Singapore GP Pte Ltd, menyatakan, pihaknya menantikan untuk menjadi tuan rumah F1 Sprint tahun depan.
"Dengan regulasi baru, satu tim baru yang masuk ke grid, serta hadirnya F1 Sprint, penggemar dapat menantikan balapan yang lebih kompetitif ketika para pembalap tampil habis-habisan di ketiga hari acara," katanya.
Dengan kombinasi sirkuit lama dan baru, kalender Sprint F1 2026 diyakini akan menghadirkan tontonan seru dan memperkuat tren peningkatan popularitas olahraga ini di berbagai belahan dunia.
Shanghai akan membuka rangkaian Sprint pada Maret, disusul Miami pada Mei. Keduanya kembali menggelar Sprint untuk ketiga tahun beruntun. Silverstone juga kembali masuk kalender Sprint untuk pertama kalinya sejak ajang perdana pada 2021, sementara Montreal, Zandvoort, dan Singapura akan melakoni debut sebagai penyelenggara Sprint Weekend.
Baca juga: Valtteri Bottas dan Sergio Pérez Resmi Jadi Pembalap Cadillac F1 2026
Format Sprint menghadirkan balapan kompetitif di setiap hari akhir pekan Grand Prix. Usai sesi latihan bebas pertama pada Jumat, Sprint Qualifying digelar untuk menentukan posisi start Sprint pada Sabtu, yang dilanjutkan dengan kualifikasi Grand Prix pada hari yang sama, sebelum puncaknya balapan utama pada hari Minggu.
Sprinting round the world in 2026
— Formula 1 (@F1) September 16, 2025
Announcing the six Grand Prix weekends which will feature #F1Sprint next season - including first-time trips to Canada, Netherlands and Singapore!#F1 pic.twitter.com/3KOhQ65jsQ
Popularitas format ini terus meningkat sejak 2021, dengan catatan penonton TV Sprint Weekend pada 2024 rata-rata 10 persen lebih tinggi dibanding akhir pekan non-Sprint. Musim 2025 juga memperlihatkan tren positif, termasuk lonjakan 84 persen penonton siaran langsung saat Lewis Hamilton meraih kemenangan perdana bersama Ferrari di Sprint Shanghai, serta 26,6 juta penonton yang menyaksikan Sprint Miami saat Lando Norris keluar sebagai pemenang.
Balapan Sprint di Belgia tahun ini yang dimenangkan Max Verstappen juga mencatat kenaikan signifikan di berbagai pasar, termasuk Jerman, Prancis, China, dan Argentina. Presiden dan CEO Formula 1, Stefano Domenicali, menyebut F1 Sprint terus tumbuh dalam dampak positif dan popularitas sejak diluncurkan.
“Sprint F1 terus berkembang dalam dampak positif dan popularitas sejak diperkenalkan pada 2021. Dengan empat sesi kompetitif alih-alih dua pada akhir pekan Grand Prix konvensional, Sprint F1 menawarkan lebih banyak aksi setiap hari bagi para penggemar, mitra siaran, dan promotor, mendorong peningkatan jumlah penonton dan kehadiran,” ujarnya.
Domenicali menambahkan bahwa musim 2026 akan menjadi era baru regulasi yang diwarnai tiga lokasi Sprint debutan. “Musim 2026 akan menjadi awal era baru regulasi, sehingga hadirnya tiga venue Sprint baru akan menambah drama di lintasan. Saya ingin berterima kasih kepada FIA, seluruh promotor, mitra, marshal, relawan, dan klub olahraga lokal yang terus menjadikan Sprint sebagai kesuksesan besar,” katanya.
Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, turut menegaskan bahwa format Sprint kini menjadi bagian penting dari Kejuaraan Dunia Formula 1.
“Format Sprint telah menjadi bagian yang semakin menarik dalam Kejuaraan Dunia Formula 1 FIA, menghadirkan balapan berintensitas tinggi dan hiburan tambahan bagi penggemar di seluruh dunia. Menyongsong musim 2026 yang menjadi tonggak penting dengan hadirnya generasi baru mobil dan regulasi, saya senang melihat Sprint berkembang seiring dengan visi kami yang lebih luas untuk olahraga ini,” tuturnya.
Untuk Singapura, 2026 akan menjadi momentum bersejarah karena Marina Bay Street Circuit untuk pertama kalinya akan menggelar Sprint. Jonathan Hallett, Direktur Singapore GP Pte Ltd, menyatakan, pihaknya menantikan untuk menjadi tuan rumah F1 Sprint tahun depan.
"Dengan regulasi baru, satu tim baru yang masuk ke grid, serta hadirnya F1 Sprint, penggemar dapat menantikan balapan yang lebih kompetitif ketika para pembalap tampil habis-habisan di ketiga hari acara," katanya.
Dengan kombinasi sirkuit lama dan baru, kalender Sprint F1 2026 diyakini akan menghadirkan tontonan seru dan memperkuat tren peningkatan popularitas olahraga ini di berbagai belahan dunia.
Jadwal Sprint F1 2026
- 13–15 Maret 2026: China – Shanghai International Circuit
- 1–3 Mei 2026: Amerika Serikat – Miami International Autodrome
- 22–24 Mei 2026: Kanada – Circuit Gilles Villeneuve, Montréal
- 3–5 Juli 2026: Inggris – Silverstone Circuit
- 21–23 Agustus 2026: Belanda – Circuit Zandvoort
- 9–11 Oktober 2026: Singapura – Marina Bay Street Circuit
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.