Mengenali Minat dan Bakat Anak, Fondasi Tumbuh Kembang yang Optimal
17 September 2025 |
16:30 WIB
Bakat sering kali dianggap sebagai talenta bawaan yang melekat pada anak sejak lahir. Padahal, bakat bukan hanya sekadar kemampuan khusus tetapi juga berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak yang sehat, percaya diri, dan bahagia.
Psikolog Yasinta Indrianti menjelaskan bahwa bakat anak perlu dilihat sebagai bagian dari proses perkembangan, bukan sekadar hasil akhir. Menurutnya, banyak orang tua yang terlalu cepat menilai atau bahkan membandingkan kemampuan anak dengan standar tertentu, padahal setiap anak memiliki ritme tumbuh kembang yang berbeda.
Baca juga: Sebelum Anak Ikut Les Penunjang Bakat, Simak Hal Penting Ini
"Mengenali minat dan bakat anak adalah langkah awal yang sangat penting," tuturnya dalam konferensi pers Peran Bakat Anak dalam Mendukung Pertumbuhan yang Sehat dan Berkembang, Selasa (16/9/2025).
Menurutnya, lingkungan keluarga maupun sekolah memiliki peran utama dalam mendukung minat dan bakat. "Anak yang memiliki ruang untuk berekspresi biasanya lebih bahagia, lebih resilien, dan lebih siap menghadapi tantangan hidup," jelas Yasinta.
Dia menambahkan, ketika anak diberi kesempatan untuk mengekspresikan diri sesuai minat, mereka belajar mengelola emosi, melatih fokus, dan membangun rasa percaya diri. Kegiatan yang sesuai dengan bakat juga dapat menjadi sarana anak menemukan makna dalam aktivitas sehari-hari.
"Bakat bukan soal kompetisi, melainkan jalan untuk anak mengenali diri mereka sendiri. Orang tua sebaiknya tidak hanya melihat bakat dari sisi prestasi, tapi juga sebagai sarana membentuk karakter yang tangguh dan optimistis," tambahnya.
Sementara itu, penyanyi Widi Mulia berbagi pandangannya dari sisi seni dan pengalaman pribadi sebagai orang tua. Menurutnya, dukungan keluarga adalah fondasi utama yang akan menentukan sejauh mana anak bisa mengasah bakatnya.
"Tujuan mengasah bakat bukan tentang menang atau kalah, tetapi bagaimana mengapresiasi daya juang, menumbuhkan rasa percaya diri, dan merasa bahagia saat melakukan hal yang mereka cintai," ujar Widi.
Dia menekankan bahwa proses mengasah bakat sebaiknya dipandang sebagai perjalanan, bukan target instan. Anak-anak perlu merasa didampingi, bukan ditekan.
"Pendampingan keluarga sangat penting untuk meneguhkan keberanian, melatih semangat, kompetensi, dan kreativitas dalam diri anak-anak. Dengan begitu, mereka tumbuh dengan rasa percaya diri yang sehat dan tidak mudah goyah ketika menghadapi tantangan," tuturnya.
Marketing Communication Manager PT. Yupi Indo Jelly Gum.Tbk Addyono H. Koloway mengatakan bahwa pihaknya memberikan dukungan dan memfasilitasi anak-anak Indonesia yang ingin mengembangkan bakatnya diberbagai bidang seni melalui Yupi Good Talent (YGT) 2025 dengan tema From Fun to Fame.
"Kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa yang layak untuk di tampikan dan di kembangkan," jelasnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Psikolog Yasinta Indrianti menjelaskan bahwa bakat anak perlu dilihat sebagai bagian dari proses perkembangan, bukan sekadar hasil akhir. Menurutnya, banyak orang tua yang terlalu cepat menilai atau bahkan membandingkan kemampuan anak dengan standar tertentu, padahal setiap anak memiliki ritme tumbuh kembang yang berbeda.
Baca juga: Sebelum Anak Ikut Les Penunjang Bakat, Simak Hal Penting Ini
"Mengenali minat dan bakat anak adalah langkah awal yang sangat penting," tuturnya dalam konferensi pers Peran Bakat Anak dalam Mendukung Pertumbuhan yang Sehat dan Berkembang, Selasa (16/9/2025).
Menurutnya, lingkungan keluarga maupun sekolah memiliki peran utama dalam mendukung minat dan bakat. "Anak yang memiliki ruang untuk berekspresi biasanya lebih bahagia, lebih resilien, dan lebih siap menghadapi tantangan hidup," jelas Yasinta.
Dia menambahkan, ketika anak diberi kesempatan untuk mengekspresikan diri sesuai minat, mereka belajar mengelola emosi, melatih fokus, dan membangun rasa percaya diri. Kegiatan yang sesuai dengan bakat juga dapat menjadi sarana anak menemukan makna dalam aktivitas sehari-hari.
"Bakat bukan soal kompetisi, melainkan jalan untuk anak mengenali diri mereka sendiri. Orang tua sebaiknya tidak hanya melihat bakat dari sisi prestasi, tapi juga sebagai sarana membentuk karakter yang tangguh dan optimistis," tambahnya.
Sementara itu, penyanyi Widi Mulia berbagi pandangannya dari sisi seni dan pengalaman pribadi sebagai orang tua. Menurutnya, dukungan keluarga adalah fondasi utama yang akan menentukan sejauh mana anak bisa mengasah bakatnya.
"Tujuan mengasah bakat bukan tentang menang atau kalah, tetapi bagaimana mengapresiasi daya juang, menumbuhkan rasa percaya diri, dan merasa bahagia saat melakukan hal yang mereka cintai," ujar Widi.
Dia menekankan bahwa proses mengasah bakat sebaiknya dipandang sebagai perjalanan, bukan target instan. Anak-anak perlu merasa didampingi, bukan ditekan.
"Pendampingan keluarga sangat penting untuk meneguhkan keberanian, melatih semangat, kompetensi, dan kreativitas dalam diri anak-anak. Dengan begitu, mereka tumbuh dengan rasa percaya diri yang sehat dan tidak mudah goyah ketika menghadapi tantangan," tuturnya.
Marketing Communication Manager PT. Yupi Indo Jelly Gum.Tbk Addyono H. Koloway mengatakan bahwa pihaknya memberikan dukungan dan memfasilitasi anak-anak Indonesia yang ingin mengembangkan bakatnya diberbagai bidang seni melalui Yupi Good Talent (YGT) 2025 dengan tema From Fun to Fame.
"Kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa yang layak untuk di tampikan dan di kembangkan," jelasnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.