Literasi Sejak Dini, Dorong Perkembangan Kognitif dan Daya Imajinasi Anak
16 September 2025 |
09:00 WIB
Literasi menjadi salah satu esensi penting dalam tumbuh kembang anak sehingga perlu ditanamkan sejak dini. Namun, literasi tak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga pondasi yang membentuk pola pikir kritis, kemampuan komunikasi, imajinasi kreatif, hingga kepercayaan diri anak menghadapi tantangan hidup.
Literasi yang ditanamkan sejak dini juga berpengaruh besar terhadap perkembangan kognitif, sosial, dan well-being emosional anak. Tanpa dasar literasi yang kuat, anak-anak berisiko kesulitan mengakses pengetahuan, mengekspresikan pendapat, dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
Gubernur Jakarta, Dr. Ir. Pramono Anung, M.M., menegaskan bahwa literasi merupakan pilar pembangunan manusia. Karena itulah, Pemerintah Provinsi Jakarta terus mendorong peningkatan literasi di segala jenjang, mulai dari anak usia dini hingga dewasa.
Baca juga: Perpustakaan Achmad Bakrie Bakal Hadir di Museum Nasional Maret 2026
“Literasi sangat erat kaitannya dengan kualitas pembangunan manusia. Maka, program literasi harus diperluas, termasuk pembukaan perpustakaan 24 jam dan pendidikan inklusif untuk anak berkebutuhan khusus,” ujarnya dalam peringatan Hari Literasi Internasional yang diselenggarakan oleh Happy Hope International Preeschool.
CEO dan Founder BATAS Group, Issyarah Feah mengatakan dalam pandangan pendidikan Islam, literasi menempati posisi strategis. Hal ini tercermin dari wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad yaitu perintah Iqra’ (membaca).
“Membaca tidak hanya dipahami sebagai aktivitas linguistik, melainkan juga sebagai proses spiritual yang menyempurnakan fitrah manusia sebagai pembelajar sepanjang hayat,” tuturnya.
Dia juga menekankan literasi sebagai jembatan penting antara anak dengan dunia dan kehidupannya. Literasi tidak dimaknai sebatas keterampilan akademis, tetapi juga kemampuan memahami, memaknai, mengamalkan, serta menghubungkan pengalaman dengan ilmu pengetahuan. “Inilah yang akan menyiapkan generasi emas di masa depan,” ungkapnya.
Peringatan Hari Literasi Internasional tahun ini turut dirayakan oleh Happy Hope International Preschool, lembaga pendidikan di bawah naungan BATAS Group. Sejak berdiri pada 2021, BATAS Group menghadirkan ekosistem pembelajaran berbasis fitrah yang berstandar internasional.
Melalui pendekatan pembelajaran HIKMA (Approach to Learning Happy Hope Preschool), setiap proses belajar ditutup dengan aksi nyata (Action). Pada perayaan literasi kali ini, sejumlah kegiatan diselenggarakan, di antaranya Literacy Week yang melibatkan murid Happy Hope Preschool, BATAS Learn and Play, dan BATAS Ngaji Private.
Selain itu juga ada donasi buku dan uang tunai bagi sekolah yang membutuhkan serta kampanye media sosial “Raise Readers, Raise Leaders.”
BATAS dan Happy Hope juga membuka donasi melalui kitabisa untuk memperluas dampak, khususnya bagi anak-anak yang masih terbatas akses membaca. Dengan cara ini, literasi tidak hanya dimaknai sebagai keterampilan, tetapi juga sebagai budaya hidup yang ditanamkan sejak dini menuju visi Generasi Emas Indonesia 2045.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Literasi yang ditanamkan sejak dini juga berpengaruh besar terhadap perkembangan kognitif, sosial, dan well-being emosional anak. Tanpa dasar literasi yang kuat, anak-anak berisiko kesulitan mengakses pengetahuan, mengekspresikan pendapat, dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
Gubernur Jakarta, Dr. Ir. Pramono Anung, M.M., menegaskan bahwa literasi merupakan pilar pembangunan manusia. Karena itulah, Pemerintah Provinsi Jakarta terus mendorong peningkatan literasi di segala jenjang, mulai dari anak usia dini hingga dewasa.
Baca juga: Perpustakaan Achmad Bakrie Bakal Hadir di Museum Nasional Maret 2026

Pramono Anung dalam acara Hari Literasi Internasional (sumber : BATAS Group)
CEO dan Founder BATAS Group, Issyarah Feah mengatakan dalam pandangan pendidikan Islam, literasi menempati posisi strategis. Hal ini tercermin dari wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad yaitu perintah Iqra’ (membaca).
“Membaca tidak hanya dipahami sebagai aktivitas linguistik, melainkan juga sebagai proses spiritual yang menyempurnakan fitrah manusia sebagai pembelajar sepanjang hayat,” tuturnya.
Dia juga menekankan literasi sebagai jembatan penting antara anak dengan dunia dan kehidupannya. Literasi tidak dimaknai sebatas keterampilan akademis, tetapi juga kemampuan memahami, memaknai, mengamalkan, serta menghubungkan pengalaman dengan ilmu pengetahuan. “Inilah yang akan menyiapkan generasi emas di masa depan,” ungkapnya.
Peringatan Hari Literasi Internasional tahun ini turut dirayakan oleh Happy Hope International Preschool, lembaga pendidikan di bawah naungan BATAS Group. Sejak berdiri pada 2021, BATAS Group menghadirkan ekosistem pembelajaran berbasis fitrah yang berstandar internasional.
Melalui pendekatan pembelajaran HIKMA (Approach to Learning Happy Hope Preschool), setiap proses belajar ditutup dengan aksi nyata (Action). Pada perayaan literasi kali ini, sejumlah kegiatan diselenggarakan, di antaranya Literacy Week yang melibatkan murid Happy Hope Preschool, BATAS Learn and Play, dan BATAS Ngaji Private.
Selain itu juga ada donasi buku dan uang tunai bagi sekolah yang membutuhkan serta kampanye media sosial “Raise Readers, Raise Leaders.”
BATAS dan Happy Hope juga membuka donasi melalui kitabisa untuk memperluas dampak, khususnya bagi anak-anak yang masih terbatas akses membaca. Dengan cara ini, literasi tidak hanya dimaknai sebagai keterampilan, tetapi juga sebagai budaya hidup yang ditanamkan sejak dini menuju visi Generasi Emas Indonesia 2045.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.