Modest Fashion jadi Sorotan di Moscow Fashion Week 2025, Cek Koleksi Desainer Rusia
15 September 2025 |
19:20 WIB
Modest fashion kini telah melampaui statusnya sebagai tren niche dan menjelma menjadi fenomena global yang diperhitungkan dalam industri mode internasional. Gaya berbusana yang menekankan kesopanan ini tidak lagi hanya dirangkul oleh komunitas tertentu, kini mulai diapresiasi oleh masyarakat dunia.
Bagi Indonesia, momentum ini menjadi peluang emas untuk menegaskan posisinya sebagai negara dengan tradisi panjang dalam modest Fashion. Diharapkan negara kita bisa memperkenalkan budaya dan kreativitasnya di panggung global.
Baca juga: New York Fashion Week S/S 2026: Identitas, Budaya, dan Isu Sosial dalam Mode
Popularitas modest fashion kian terlihat dalam perhelatan Moscow Fashion Week yang dihelat 28 Agustus sampai 2 September 2025 di Zaryadye Park, Moscow, Rusia. Gelaran ini menghadirkan sejumlah label yang menampilkan koleksi bergaya modest, menandai semakin luasnya penerimaan industri mode terhadap konsep berbusana yang inklusif.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah DINÁ, label busana wanita asal Rusia yang dikenal dengan estetika autentik dan sophisticated. Koleksinya memadukan keanggunan dan feminitas, mulai dari busana sehari-hari hingga evening wear.
“Lebih dari sekadar pakaian, ini adalah cara untuk menyatakan jati diri dan keberanian untuk tetap menjadi diri sendiri,” ujar Diana Zhalilova, desainer DINÁ dikutip dari keterangan resminya.
Menurutnya, modesty bukanlah keterbatasan, melainkan peluang untuk berekspresi dan menyampaikan pesan lebih lantang daripada kata-kata. Setiap detail koleksi mencerminkan pilihan personal dan selera yang terbebas dari batasan serta stereotip.
Selain DINÁ, brand Rusia Hatsibana juga menghadirkan koleksi yang terinspirasi dari gaya modest dengan sentuhan potongan asimetris dan grafis print yang dinamis. Sementara label SaiJamin menonjolkan warisan budaya melalui ornamen dan siluet terinspirasi busana tradisional perempuan Circassian, menekankan pentingnya identitas budaya dalam karya mode.
Perwakilan Indonesia juga turut hadir di Moscow Fashion Week 2025 melalui Ali Charisma, selaku Advisory Board & Event Director Indonesian Fashion Chamber (IFC), yang datang ke Moscow dalam rangka BRICS+ Fashion Summit yang digelar bersamaan dengan Moscow Fashion Week. Kehadirannya memperkuat dukungan terhadap desainer nasional, khususnya yang bergerak di bidang modest fashion.
“Saya berharap dapat memperdalam koneksi, mengeksplorasi kolaborasi lebih lanjut, serta terus mengangkat kekuatan mode Indonesia, terutama tekstil tradisional, teknik handmade, dan gerakan modest fashion,” ungkap Ali Charisma.
Kehadiran koleksi busana modest di salah satu dari lima pekan mode terbesar dunia ini menjadi bukti nyata keterbukaan industri global terhadap nilai-nilai baru dan keberagaman budaya. Bagi Indonesia, peluang ini menegaskan bahwa modest fashion bukan hanya tren, melainkan juga bahasa modern dalam menyampaikan identitas serta kekayaan budaya ke panggung dunia.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Bagi Indonesia, momentum ini menjadi peluang emas untuk menegaskan posisinya sebagai negara dengan tradisi panjang dalam modest Fashion. Diharapkan negara kita bisa memperkenalkan budaya dan kreativitasnya di panggung global.
Baca juga: New York Fashion Week S/S 2026: Identitas, Budaya, dan Isu Sosial dalam Mode
Popularitas modest fashion kian terlihat dalam perhelatan Moscow Fashion Week yang dihelat 28 Agustus sampai 2 September 2025 di Zaryadye Park, Moscow, Rusia. Gelaran ini menghadirkan sejumlah label yang menampilkan koleksi bergaya modest, menandai semakin luasnya penerimaan industri mode terhadap konsep berbusana yang inklusif.

Koleksi DINÁ di Moscow Fashion Week (Sumber Foto: Moscow Fashion Week)
“Lebih dari sekadar pakaian, ini adalah cara untuk menyatakan jati diri dan keberanian untuk tetap menjadi diri sendiri,” ujar Diana Zhalilova, desainer DINÁ dikutip dari keterangan resminya.
Menurutnya, modesty bukanlah keterbatasan, melainkan peluang untuk berekspresi dan menyampaikan pesan lebih lantang daripada kata-kata. Setiap detail koleksi mencerminkan pilihan personal dan selera yang terbebas dari batasan serta stereotip.

Koleksi Hatsibana di Moscow Fashion Week (Sumber Foto: Moscow Fashion Week)
Selain DINÁ, brand Rusia Hatsibana juga menghadirkan koleksi yang terinspirasi dari gaya modest dengan sentuhan potongan asimetris dan grafis print yang dinamis. Sementara label SaiJamin menonjolkan warisan budaya melalui ornamen dan siluet terinspirasi busana tradisional perempuan Circassian, menekankan pentingnya identitas budaya dalam karya mode.

Koleksi SaiJamin di Moscow Fashion Week (Sumber Foto: Moscow Fashion Week)
Perwakilan Indonesia juga turut hadir di Moscow Fashion Week 2025 melalui Ali Charisma, selaku Advisory Board & Event Director Indonesian Fashion Chamber (IFC), yang datang ke Moscow dalam rangka BRICS+ Fashion Summit yang digelar bersamaan dengan Moscow Fashion Week. Kehadirannya memperkuat dukungan terhadap desainer nasional, khususnya yang bergerak di bidang modest fashion.
“Saya berharap dapat memperdalam koneksi, mengeksplorasi kolaborasi lebih lanjut, serta terus mengangkat kekuatan mode Indonesia, terutama tekstil tradisional, teknik handmade, dan gerakan modest fashion,” ungkap Ali Charisma.
Kehadiran koleksi busana modest di salah satu dari lima pekan mode terbesar dunia ini menjadi bukti nyata keterbukaan industri global terhadap nilai-nilai baru dan keberagaman budaya. Bagi Indonesia, peluang ini menegaskan bahwa modest fashion bukan hanya tren, melainkan juga bahasa modern dalam menyampaikan identitas serta kekayaan budaya ke panggung dunia.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.