Petenis Indonesia Janice Tjen Raih Juara Kedua di WTA Sao Paulo Brasil 2025
15 September 2025 |
07:30 WIB
Petenis Indonesia, Janice Tjen, harus puas finis sebagai runner-up di Sao Paulo Open 2025 yang digelar di Parque Villa Lobos, Brasil. Pada final turnamen WTA 250 perdananya, Minggu, 14 September 2025, dia takluk dari wakil Prancis, Tiantsoa Rakotomanga Rajaonah, dengan skor 3-6, 4-6.
Final tersebut mempertemukan dua petenis yang sama-sama baru menembus partai puncak WTA. Akan tetapi, Janice mesti mengakui Rakotomanga yang tampil lebih tajam kali ini. Rakotomanga berhasil memastikan kemenangan di pertandingan ini usai bermain 1 jam 30 menit.
Sejak set pertama, pertandingan berjalan alot dan penuh tekanan. Set pembuka sempat berjalan imbang 1-1, tetapi Rakotomanga segera mengambil alih kendali hingga menutup set dengan keunggulan 6-3.
Baca juga: Mengenal Janice Tjen, Petenis Indonesia yang Mencetak Sejarah di US Open 2025
Di set kedua, Rakotomanga segera unggul 3-0 sebelum Janice berusaha membalikkan keadaan. Walau sempat memberikan tekanan, Janice akhirnya kalah 4-6. Hasil ini membuatnya finis sebagai runner-up. Kendati demikian, capaian ini tetap menjadi torehan berharga di level internasional sekaligus menunjukkan progres signifikan dalam karier tenisnya.
Janice berhasil mencatat sejarah sebagai petenis Indonesia pertama dalam lebih dari 23 tahun yang berhasil mencapai final tunggal turnamen WTA. Terakhir kali prestasi serupa diraih Angelique Widjaja ketika menjuarai turnamen di Thailand pada 2002.
Dia juga tercatat menjadi petenis Indonesia ketiga di era Open yang mampu tampil di final WTA, melanjutkan jejak Yayuk Basuki dan Angelique Widjaja. Turnamen Sao Paulo sendiri menjadi debut Janice di final WTA di luar ajang Grand Slam.
Lebih istimewa lagi, pencapaiannya ke final dilalui dengan menyingkirkan sejumlah unggulan, termasuk mengalahkan mengalahkan petenis peringkat 85 dunia Francesca Jones 7-6 (0) 6-3. Sebagai catatan, saat ini Janice Tjen berada di peringkat nomor 130.
Sebelumnya, atlet kelahiran 2002 ini mulai mencuri perhatian setelah tampil gemilang di babak utama US Open 2025. Dia menjadi petenis Indonesia pertama yang kembali menembus babak utama grand slam sejak Angelique Widjaja terakhir kali melakukannya di US Open 2004.
Tak hanya itu, Janice juga mencatat sejarah sebagai petenis Tanah Air pertama yang mampu meraih kemenangan di babak utama grand slam setelah Angelique Widjaja di Wimbledon 2003. Perjalanan kariernya sendiri sudah dimulai sejak 2018 ketika dia resmi terjun ke dunia profesional.
Pada 2019, Janice menunjukkan potensinya dengan merebut medali emas tunggal putri dan medali perak nomor ganda di ASEAN School Games bersama Nur Rosida Mega Hadiati. Prestasi ini menjadi salah satu pijakan awalnya di level internasional.
Dia kemudian memperkuat Indonesia di Asian Games 2022, dan berhasil menyumbang medali perunggu ganda putri berpasangan dengan Aldila Sutjiadi. Janice juga tercatat sudah tiga kali tampil di Piala Fed, di mana ia mengemas dua kemenangan dari empat laga ganda putri.
Selain itu, Janice telah menorehkan banyak prestasi di ITF Women’s World Tennis Tour, ajang profesional bagi petenis pemula dan menengah. Hingga kini, ia mengoleksi 13 gelar tunggal ITF dan mencatatkan rekor impresif dengan memenangkan 100 dari 113 pertandingan dalam 18 bulan terakhir.
Saat ini, publik menunggu perkembangan prestasi Janice di turnamen-turnamen besar berikutnya. Pasalnya, namanya semakin diperhitungkan di kancah tenis internasional.
Baca juga: Profil Petenis Muda Carlos Alcaraz, Juara Turnamen Prancis Terbuka
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Final tersebut mempertemukan dua petenis yang sama-sama baru menembus partai puncak WTA. Akan tetapi, Janice mesti mengakui Rakotomanga yang tampil lebih tajam kali ini. Rakotomanga berhasil memastikan kemenangan di pertandingan ini usai bermain 1 jam 30 menit.
Sejak set pertama, pertandingan berjalan alot dan penuh tekanan. Set pembuka sempat berjalan imbang 1-1, tetapi Rakotomanga segera mengambil alih kendali hingga menutup set dengan keunggulan 6-3.
Baca juga: Mengenal Janice Tjen, Petenis Indonesia yang Mencetak Sejarah di US Open 2025
Di set kedua, Rakotomanga segera unggul 3-0 sebelum Janice berusaha membalikkan keadaan. Walau sempat memberikan tekanan, Janice akhirnya kalah 4-6. Hasil ini membuatnya finis sebagai runner-up. Kendati demikian, capaian ini tetap menjadi torehan berharga di level internasional sekaligus menunjukkan progres signifikan dalam karier tenisnya.
Janice berhasil mencatat sejarah sebagai petenis Indonesia pertama dalam lebih dari 23 tahun yang berhasil mencapai final tunggal turnamen WTA. Terakhir kali prestasi serupa diraih Angelique Widjaja ketika menjuarai turnamen di Thailand pada 2002.
Dia juga tercatat menjadi petenis Indonesia ketiga di era Open yang mampu tampil di final WTA, melanjutkan jejak Yayuk Basuki dan Angelique Widjaja. Turnamen Sao Paulo sendiri menjadi debut Janice di final WTA di luar ajang Grand Slam.
Lebih istimewa lagi, pencapaiannya ke final dilalui dengan menyingkirkan sejumlah unggulan, termasuk mengalahkan mengalahkan petenis peringkat 85 dunia Francesca Jones 7-6 (0) 6-3. Sebagai catatan, saat ini Janice Tjen berada di peringkat nomor 130.
Sebelumnya, atlet kelahiran 2002 ini mulai mencuri perhatian setelah tampil gemilang di babak utama US Open 2025. Dia menjadi petenis Indonesia pertama yang kembali menembus babak utama grand slam sejak Angelique Widjaja terakhir kali melakukannya di US Open 2004.
Tak hanya itu, Janice juga mencatat sejarah sebagai petenis Tanah Air pertama yang mampu meraih kemenangan di babak utama grand slam setelah Angelique Widjaja di Wimbledon 2003. Perjalanan kariernya sendiri sudah dimulai sejak 2018 ketika dia resmi terjun ke dunia profesional.
Pada 2019, Janice menunjukkan potensinya dengan merebut medali emas tunggal putri dan medali perak nomor ganda di ASEAN School Games bersama Nur Rosida Mega Hadiati. Prestasi ini menjadi salah satu pijakan awalnya di level internasional.
Dia kemudian memperkuat Indonesia di Asian Games 2022, dan berhasil menyumbang medali perunggu ganda putri berpasangan dengan Aldila Sutjiadi. Janice juga tercatat sudah tiga kali tampil di Piala Fed, di mana ia mengemas dua kemenangan dari empat laga ganda putri.
Selain itu, Janice telah menorehkan banyak prestasi di ITF Women’s World Tennis Tour, ajang profesional bagi petenis pemula dan menengah. Hingga kini, ia mengoleksi 13 gelar tunggal ITF dan mencatatkan rekor impresif dengan memenangkan 100 dari 113 pertandingan dalam 18 bulan terakhir.
Saat ini, publik menunggu perkembangan prestasi Janice di turnamen-turnamen besar berikutnya. Pasalnya, namanya semakin diperhitungkan di kancah tenis internasional.
Baca juga: Profil Petenis Muda Carlos Alcaraz, Juara Turnamen Prancis Terbuka
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.