Salah satu map yang ada di Robox. (Sumber gambar: Roblox/X)

Psikolog Ungkap Dampak Positif & Negatif Main Roblox bagi Anak-Anak

14 September 2025   |   17:00 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Roblox tengah populer di kalangan anak-anak. Platform ini menawarkan pengalaman menarik kepada para penggunanya karena mereka tidak hanya bisa menjajal beragam permainan, tetapi juga membuat gim sendiri sesuai dengan imajinasi dan kreativitas masing-masing.

Psikolog Anak di MY JCDC Nadia Emanuella Gideon menerangkan Roblox bagaikan dua sisi mata uang. Pada satu sisi, platform ini bisa menjadi wadah positif untuk anak-anak. Roblox mampu merangsang daya nalar dan melatih kemampuan memecahkan masalah pada anak melalui gim yang dihadirkan. 

Baca juga: 4 Rekomendasi Gamepad Murah Berkualitas untuk Main Roblox

Selain itu, gim dengan fitur multiplayer di Roblox juga menjadi ruang bagi anak untuk belajar bekerja sama dan berinteraksi dengan teman-teman daring. Gim ini juga bisa menjadi sarana rekreasi untuk mengelola emosi ketika anak tengah menghadapi stres atau tekanan. “Tapi ini sifatnya jangka pendek, hanya untuk mengalihkan sesaat,” ujarnya kepada Hypeabis.id, belum lama ini.

Kendati demikian, dari banyaknya sisi positif yang ditawarkan, dampak negatif turut menyertai anak-anak yang menggunakan platform ini. Ketika Roblox dijadikan alat untuk rekreasi, risikonya anak menjadi adiksi sehingga mempengaruhi waktu tidur, belajar, aktivitas fisik, kegiatan keseharian lainnya. 

Interaksi sosial di dunia maya juga menyimpan risiko pelecehan hingga penipuan daring mengintai di platform Roblox. Selain itu, anak-anak berpotensi mengalami perundungan, terpapar kata-kata kasar, atau bahkan menjadi korban manipulasi hingga penipuan oleh orang-orang tak bertanggung jawab.

Dampak negatif lainnya adalah fitur pembelian Robux yang menawarkan kelebihan seperti mendapatkan akses gim atau item yang lebih bagus. Anak-anak bisa menjadi tantrum ketika orang tuanya tidak membelikan koin Robux.

Terakhir, menghabiskan terlalu banyak waktu di dunia virtual menurut Nadia, dapat menggerus interaksi sosial di dunia nyata. Hal ini berpotensi mempengaruhi perkembangan sosial dan emosi anak.

Menyikapi fenomena Roblox di kalangan anak-anak ini, Nadia menyebut ada beberapa kunci yang bisa diterapkan para orang tua. Pertama, membangun hubungan yang positif dengan anak.

Hubungan yang kuat antara orang tua dan anak akan membuat anak merasa nyaman untuk berbagi kesulitan atau emosi yang intens tanpa harus lari ke gim sebagai mekanisme koping. "Ketika anaknya lagi stres, sedih, atau marah, mereka bukan lari ke gim, tapi lari ke orang tuanya. Ketika main gim, juga dilakukan bersama orang tuanya," sebut Nadia.
 
Kedua, perbanyak aktivitas fisik dan interaksi sosial yang nyata. Nadia menegaskan, kedua hal ini merupakan pondasi penting bagi perkembangan diri mereka. Ajak anak bermain di luar, berolahraga bersama, atau sekadar jalan sore. Pastikan mereka memiliki cukup waktu untuk berinteraksi dengan teman sebaya di lingkungan yang positif.

Ketiga, Nadia menyarankan agar orang tua tidak bersikap otoriter dengan melarang semua kegiatan atau terlalu permisif dengan membolehkan semua keinginan anak. Jika ingin mengizinkan anak bermain gim, gunakan sebagai pelengkap dunia bermain nyata, bukan pengganti.

Pemerintah Tegaskan Aturan

Kementerian Komunikasi dan Digital sempat ingin memblokir Roblox. Namun rencana tersebut urung dilakukan. Pada Kamis pekan lalu, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan bahwa Roblox dalam surat resminya menyampaikan komitmen untuk mendukung Indonesia dalam melindungi anak-anak di ruang digital.

Dalam surat tersebut, Roblox menegaskan kesiapannya untuk bekerja sama dengan Indonesia Game Rating System (IGRS) dalam meninjau klasifikasi gim dan melakukan penyesuaian bila diperlukan, sebagai wujud dukungan terhadap pengembang gim lokal. “Ini menunjukkan bahwa dialog konstruktif dapat menghasilkan langkah nyata untuk melindungi anak-anak Indonesia sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif digital,” ujar Meutya yang sempat bertemu perwakilan Roblox pada Agustus lalu.

Keamanan ruang digital untuk anak-anak juga telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak. Dikenal sebagai PP Tunas, regulasi ini secara khusus mewajibkan setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk menyaring konten yang berpotensi membahayakan anak-anak, menyediakan mekanisme pelaporan yang mudah diakses, serta memastikan proses remediasi yang cepat dan transparan. 

Selain itu, PP ini mengatur kewajiban PSE untuk memverifikasi usia pengguna dan menerapkan pengamanan teknis yang dapat memitigasi risiko paparan konten negatif. Bagi pelanggar, PP Tunas menetapkan sanksi administratif hingga pemutusan akses terhadap platform yang tidak patuh.

Baca juga: 5 Rekomendasi Map Gunung Roblox yang Ramah untuk Pemula, Bebas Horor dan Jumpscare
 

SEBELUMNYA

Wisman Makin Suka Naik Kereta Api di Indonesia, Tembus 453.000 Penumpang

BERIKUTNYA

Tiket Tur Ariana Grande The Eternal Sunshine Tour Ludes dalam Hitungan Menit

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga