Wisman Makin Suka Naik Kereta Api di Indonesia, Tembus 453.000 Penumpang
14 September 2025 |
16:30 WIB
Kereta api bukan hanya menjadi sarana transportasi favorit wisatawan Nusantara. Layanan berbasis rel ini juga kian diminati wisatawan mancanegara yang berkunjung ke berbagai destinasi di Indonesia. Hal ini terbukti dengan jumlah turis yang menggunakannya.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan bahwa ada 453.030 wisatawan mancanegara dari Januari sampai Agustus 2025 yang menggunakan kereta api untuk bepergian ke beberapa daerah di Indonesia. Jumlah ini lebih tinggi 10,69 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama 2024.
Baca juga: 43 Kereta Api Jarak Jauh Ini Berhenti Luar Biasa di Stasiun Lempuyungan
Peningkatan ini menjadi bukti bahwa kereta api kian menjadi kepercayaan turis asing sebagai moda transportasi utama untuk menjelajahi keindahan dan kekayaan budaya yang ada di Indonesia.
“Kereta api menjadi andalan karena menawarkan perjalanan yang nyaman, tepat waktu, dan menghubungkan langsung wisatawan ke berbagai destinasi unggulan di Jawa dan Sumatera,” katanya dalam siaran pers yang dikutip hypeabis.id pada Minggu, 14 September 2026.
Dia menambahkan, jumlah wisman yang menggunakan kereta api juga mencapai rektor tertinggi dalam dua tahun terakhir dalam satu bulan pada Agustus 2025, yakni 89.166 orang. Lonjakan ini dipicu oleh musim liburan global, cuaca cerah yang ideal, hingga meriahnya agenda budaya berskala internasional seperti Jember Fashion Carnaval (JFC) yang menarik perhatian dunia.
Anne menilai, kehadiran ajang JFC menjadi salah satu pendorong wisatawan dari berbagai negara untuk menjelajah Indonesia lebih jauh, terutama menuju Banyuwangi dengan Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, dan pantai-pantai eksotis.
Di antara berbagai daerah yang ada di Indonesia, Yogyakarta adalah destinasi terbanyak wisatawan mancanegara yang menggunakan kereta api. Ada 21.657 warga negara asing yang tercatat di Stasiun Yogyakarta pada Agustus 2025.
Anne mengatakan, Yogyakarta konsisten menjadi primadona berkat kekayaan budaya dan sejarahnya, mulai dari Candi Borobudur, Prambanan, hingga Malioboro.
Di posisi kedua ada Jakarta (Gambir dan Pasarsenen). Daerah ini merupakan gerbang utama perjalanan bagi para wisatawan asing. Sementara itu, Bandung memikat dengan kombinasi wisata alam, kuliner, dan belanja bagi turis dari luar negeri.
Di Jawa Timur, Stasiun Probolinggo ramai dengan wisatawan asing karena akses menuju Gunung Bromo. Kemudian, Surabaya Gubeng menghadirkan wisata kota besar dengan sentuhan sejarah, sedangkan Malang menawarkan kesejukan dan wisata keluarga di Batu.
“Semarang Tawang dikenal lewat pesona Kota Lama dan lumpia, sementara Banyuwangi kian mantap menyandang julukan ‘The Sunrise of Jawa’,” ujarnya.
10 Stasiun Keberangkatan Favorit Wisman (Agustus 2025):
1. Yogyakarta – 21.657 WNA
2. Gambir – 13.349 WNA
3. Bandung – 7.431 WNA
4. Probolinggo – 4.982 WNA
5. Surabaya Gubeng – 4.317 WNA
6. Malang – 4.248 WNA
7. Pasarsenen – 4.124 WNA
8. Semarang Tawang – 2.816 WNA
9. Lempuyangan – 1.864 WNA
10. Banyuwangi Kota – 1.696 WNA
Baca juga: Serba-Serbi Kereta Api Khusus Petani-Pedagang yang Masuk Tahap Uji Coba
Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan bahwa ada 453.030 wisatawan mancanegara dari Januari sampai Agustus 2025 yang menggunakan kereta api untuk bepergian ke beberapa daerah di Indonesia. Jumlah ini lebih tinggi 10,69 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama 2024.
Baca juga: 43 Kereta Api Jarak Jauh Ini Berhenti Luar Biasa di Stasiun Lempuyungan
Peningkatan ini menjadi bukti bahwa kereta api kian menjadi kepercayaan turis asing sebagai moda transportasi utama untuk menjelajahi keindahan dan kekayaan budaya yang ada di Indonesia.
“Kereta api menjadi andalan karena menawarkan perjalanan yang nyaman, tepat waktu, dan menghubungkan langsung wisatawan ke berbagai destinasi unggulan di Jawa dan Sumatera,” katanya dalam siaran pers yang dikutip hypeabis.id pada Minggu, 14 September 2026.
Dia menambahkan, jumlah wisman yang menggunakan kereta api juga mencapai rektor tertinggi dalam dua tahun terakhir dalam satu bulan pada Agustus 2025, yakni 89.166 orang. Lonjakan ini dipicu oleh musim liburan global, cuaca cerah yang ideal, hingga meriahnya agenda budaya berskala internasional seperti Jember Fashion Carnaval (JFC) yang menarik perhatian dunia.
Anne menilai, kehadiran ajang JFC menjadi salah satu pendorong wisatawan dari berbagai negara untuk menjelajah Indonesia lebih jauh, terutama menuju Banyuwangi dengan Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, dan pantai-pantai eksotis.
Di antara berbagai daerah yang ada di Indonesia, Yogyakarta adalah destinasi terbanyak wisatawan mancanegara yang menggunakan kereta api. Ada 21.657 warga negara asing yang tercatat di Stasiun Yogyakarta pada Agustus 2025.
Anne mengatakan, Yogyakarta konsisten menjadi primadona berkat kekayaan budaya dan sejarahnya, mulai dari Candi Borobudur, Prambanan, hingga Malioboro.
Di posisi kedua ada Jakarta (Gambir dan Pasarsenen). Daerah ini merupakan gerbang utama perjalanan bagi para wisatawan asing. Sementara itu, Bandung memikat dengan kombinasi wisata alam, kuliner, dan belanja bagi turis dari luar negeri.
Di Jawa Timur, Stasiun Probolinggo ramai dengan wisatawan asing karena akses menuju Gunung Bromo. Kemudian, Surabaya Gubeng menghadirkan wisata kota besar dengan sentuhan sejarah, sedangkan Malang menawarkan kesejukan dan wisata keluarga di Batu.
“Semarang Tawang dikenal lewat pesona Kota Lama dan lumpia, sementara Banyuwangi kian mantap menyandang julukan ‘The Sunrise of Jawa’,” ujarnya.
10 Stasiun Keberangkatan Favorit Wisman (Agustus 2025):
1. Yogyakarta – 21.657 WNA
2. Gambir – 13.349 WNA
3. Bandung – 7.431 WNA
4. Probolinggo – 4.982 WNA
5. Surabaya Gubeng – 4.317 WNA
6. Malang – 4.248 WNA
7. Pasarsenen – 4.124 WNA
8. Semarang Tawang – 2.816 WNA
9. Lempuyangan – 1.864 WNA
10. Banyuwangi Kota – 1.696 WNA
Baca juga: Serba-Serbi Kereta Api Khusus Petani-Pedagang yang Masuk Tahap Uji Coba
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.