Apa Itu Chromebook? Cek Perbedaannya dengan Laptop Standar
05 September 2025 |
14:37 WIB
Chromebook bisa menjadi pilihan menarik bagi Genhype yang tengah mencari laptop dengan harga terjangkau. Perangkat yang banyak dicari untuk berbagai aktivitas ini memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan laptop standar. Utamanya terletak pada sistem operasi, yakni ChromeOS buatan Google.
Dikutip dari laman Support Google dan berbagai sumber lainnya, Chromebook adalah jenis komputer yang dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan berbagai aktivitas dengan lebih cepat dan lebih mudah.
Berbeda dengan kebanyakan laptop standar yang menggunakan sistem operasi Windows, Chromebook menggunakan ChromeOS, yakni suatu sistem yang mengandalkan penyimpanan berbasis awan atau cloud dan berbagai fitur bawaan dari Google.
Baca juga: Kompanio Ultra, Chipset Baru Chromebook Plus dari MediaTek yang Tawarkan Kemampuan AI
Walaupun demikian, bukan berarti laptop ini tidak memiliki penyimpanan internal. Pengguna dapat tetap menyimpan file di hard drive dengan ukuran yang bervariasi, tetapi umumnya berkapasitas lebih kecil dari laptop standar.
Meskipun memiliki penyimpanan berbasis awan, laptop standar biasanya masih mengandalkan hard disk. Hal ini membuat kapasitas storage laptop non-Chromebook rata-rata cukup besar.
Penyimpanan internal dalam laptop Chromebook dapat digunakan sebagai salah satu pilihan ketika kapasitas berbasis awan gratis telah penuh. Selain itu, pengguna juga dapat membeli penyimpanan cloud tambahan dengan kapasitas yang lebih besar.
Pengguna Chromebook juga memerlukan akun Google untuk masuk ke dalam laptop agar bisa memperoleh berbagai fitur yang ada di dalamnya. Kondisi ini berbeda dengan device standar lainnya.
Pengguna laptop dengan sistem operasi Windows dan MacOS dapat masuk ke dalam sistem dengan menggunakan akun lokal. Dengan kata lain, akun Microsoft dan Apple ID bukan persyaratan wajib untuk masuk ke dalam laptop.
Pengguna laptop dengan sistem operasi Linux lebih bebas lagi jika dibandingkan dengan Windows, MacOS, dan ChromeOS lantaran merupakan sistem terbuka (open source) dan terbebas dari ekosistem vendor.
Meskipun memiliki berbagai perbedaan, pengguna juga bisa tetap melakukan banyak hal dengan Chromebook, seperti mengetik dengan aplikasi Microsoft Office, berkreasi dengan Adobe Lightroom, atau menonton film di Netflix.
Laptop ini juga bisa digunakan untuk bermain sejumlah gim dengan kualitas tinggi, seperti Cyberpunk 2077, Assassin's Creed Valhalla, dan lainnya di GeForce NOW. Genhype juga bisa menemukan game seluler seperti Clash of Clans, Star Wars: KOTOR, dan lainnya di Play Store.
Jika Genhype mencari perangkat dengan daya lebih besar, tersedia juga Chromebook yang dirancang khusus oleh sejumlah perusahaan untuk multitasking dan beban kerja berat.
Baca juga: Rekomendasi Laptop Terbaik Tahun 2025 yang Bermanfaat dan Terjangkau
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Dikutip dari laman Support Google dan berbagai sumber lainnya, Chromebook adalah jenis komputer yang dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan berbagai aktivitas dengan lebih cepat dan lebih mudah.
Berbeda dengan kebanyakan laptop standar yang menggunakan sistem operasi Windows, Chromebook menggunakan ChromeOS, yakni suatu sistem yang mengandalkan penyimpanan berbasis awan atau cloud dan berbagai fitur bawaan dari Google.
Baca juga: Kompanio Ultra, Chipset Baru Chromebook Plus dari MediaTek yang Tawarkan Kemampuan AI
Walaupun demikian, bukan berarti laptop ini tidak memiliki penyimpanan internal. Pengguna dapat tetap menyimpan file di hard drive dengan ukuran yang bervariasi, tetapi umumnya berkapasitas lebih kecil dari laptop standar.
Meskipun memiliki penyimpanan berbasis awan, laptop standar biasanya masih mengandalkan hard disk. Hal ini membuat kapasitas storage laptop non-Chromebook rata-rata cukup besar.
Penyimpanan internal dalam laptop Chromebook dapat digunakan sebagai salah satu pilihan ketika kapasitas berbasis awan gratis telah penuh. Selain itu, pengguna juga dapat membeli penyimpanan cloud tambahan dengan kapasitas yang lebih besar.
Pengguna Chromebook juga memerlukan akun Google untuk masuk ke dalam laptop agar bisa memperoleh berbagai fitur yang ada di dalamnya. Kondisi ini berbeda dengan device standar lainnya.
Pengguna laptop dengan sistem operasi Windows dan MacOS dapat masuk ke dalam sistem dengan menggunakan akun lokal. Dengan kata lain, akun Microsoft dan Apple ID bukan persyaratan wajib untuk masuk ke dalam laptop.
Pengguna laptop dengan sistem operasi Linux lebih bebas lagi jika dibandingkan dengan Windows, MacOS, dan ChromeOS lantaran merupakan sistem terbuka (open source) dan terbebas dari ekosistem vendor.
Meskipun memiliki berbagai perbedaan, pengguna juga bisa tetap melakukan banyak hal dengan Chromebook, seperti mengetik dengan aplikasi Microsoft Office, berkreasi dengan Adobe Lightroom, atau menonton film di Netflix.
Laptop ini juga bisa digunakan untuk bermain sejumlah gim dengan kualitas tinggi, seperti Cyberpunk 2077, Assassin's Creed Valhalla, dan lainnya di GeForce NOW. Genhype juga bisa menemukan game seluler seperti Clash of Clans, Star Wars: KOTOR, dan lainnya di Play Store.
Jika Genhype mencari perangkat dengan daya lebih besar, tersedia juga Chromebook yang dirancang khusus oleh sejumlah perusahaan untuk multitasking dan beban kerja berat.
Baca juga: Rekomendasi Laptop Terbaik Tahun 2025 yang Bermanfaat dan Terjangkau
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.