Paramount Siap Angkat Gim Call of Duty ke Layar Lebar
03 September 2025 |
12:34 WIB
Paramount menggandeng Activision, penerbit gim ternama yang kini berada di bawah Microsoft, untuk mengadaptasi waralaba video game populer, Call of Duty menjadi film live-action. Langkah ini membuka peluang bagi salah satu seri gim tembak-menembak paling laris di dunia untuk hadir di bioskop, bahkan bisa merambah ke serial streaming di masa depan.
Dikutip dari Variety, berdasarkan perjanjian kerja sama tersebut, Paramount akan menggarap, memproduksi, dan mendistribusikan film Call of Duty. Meski nilai kontraknya tidak diumumkan ke publik, proyek ini dipastikan menjadi gebrakan besar bagi Paramount. Studio ini sebelumnya baru saja menyelesaikan merger bernilai fantastis dengan Skydance, rumah produksi milik David Ellison, yang memperkuat posisi mereka di industri hiburan global.
Baca Juga: Sekuel One Piece Live Action Tampilkan Foto Perdana, Ada Bocoran Karakter Baru
Sampai saat ini, belum ada bocoran mengenai alur cerita yang akan diangkat ke layar lebar. Namun, Call of Duty sendiri dikenal sebagai gim tembak-menembak militer dengan sudut pandang orang pertama.
Seri ini punya banyak judul yang saling terhubung, baik lewat karakter maupun latar cerita, termasuk sub-seri populer Black Ops yang akan merilis judul ketujuhnya pada akhir tahun ini.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2003, Call of Duty telah menjual lebih dari 500 juta cetakan di seluruh dunia. Pendapatannya bahkan tercatat mencapai sekitar Rp480 triliun hingga 2022, menjadikannya salah satu waralaba gim tersukses sepanjang masa.
Menariknya, belum pernah ada adaptasi film atau serial dari gim ini sebelumnya. Padahal, sejumlah judul gim lain sudah lebih dulu sukses diadaptasi ke layar lebar, seperti Sonic the Hedgehog, Mortal Kombat, The Super Mario Bros., hingga A Minecraft Movie yang rilis tahun ini.
Kesepakatan ini juga jadi bagian dari rangkaian langkah berani Paramount setelah merger besar yang mereka lakukan. Studio ini sebelumnya berhasil menggaet kreator serial Stranger Things untuk proyek-proyek baru mereka, dan mengamankan kontrak siaran eksklusif Ultimate Fighting Championship (UFC) selama tujuh tahun ke depan. Kesepakatan jangka panjang tersebut semakin memperkuat posisi Paramount sebagai pemain utama dalam bisnis hiburan global, dari film, serial, hingga tayangan olahraga bergengsi.
CEO Paramount, David Ellison menyebut proyek ini bagaikan mimpi yang jadi kenyataan. “Dari gim pertama sampai seri Modern Warfare dan Black Ops, saya sudah menghabiskan banyak waktu memainkan franchise ini. Dipercaya membawa semesta luar biasa ini ke layar lebar adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar,” ujarnya.
Presiden Activision, Rob Kostich, menambahkan bahwa Paramount adalah mitra yang tepat untuk membawa aksi intens khas Call of Duty ke film. “Sepanjang sejarahnya, Call of Duty selalu memikat jutaan orang di seluruh dunia dengan aksi luar biasa dan cerita yang seru. Film ini akan menghormati dan mengembangkan apa yang membuat waralaba ini spesial sejak awal,” katanya.
Genhype penggemar gim Call of Duty, siapa yang tidak sabar menunggu film ini?
Baca Juga: Lady Gaga Main di Serial Wednesday Musim Kedua sebagai Rosaline Rotwood
Dikutip dari Variety, berdasarkan perjanjian kerja sama tersebut, Paramount akan menggarap, memproduksi, dan mendistribusikan film Call of Duty. Meski nilai kontraknya tidak diumumkan ke publik, proyek ini dipastikan menjadi gebrakan besar bagi Paramount. Studio ini sebelumnya baru saja menyelesaikan merger bernilai fantastis dengan Skydance, rumah produksi milik David Ellison, yang memperkuat posisi mereka di industri hiburan global.
Baca Juga: Sekuel One Piece Live Action Tampilkan Foto Perdana, Ada Bocoran Karakter Baru
Sampai saat ini, belum ada bocoran mengenai alur cerita yang akan diangkat ke layar lebar. Namun, Call of Duty sendiri dikenal sebagai gim tembak-menembak militer dengan sudut pandang orang pertama.
Seri ini punya banyak judul yang saling terhubung, baik lewat karakter maupun latar cerita, termasuk sub-seri populer Black Ops yang akan merilis judul ketujuhnya pada akhir tahun ini.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2003, Call of Duty telah menjual lebih dari 500 juta cetakan di seluruh dunia. Pendapatannya bahkan tercatat mencapai sekitar Rp480 triliun hingga 2022, menjadikannya salah satu waralaba gim tersukses sepanjang masa.
Menariknya, belum pernah ada adaptasi film atau serial dari gim ini sebelumnya. Padahal, sejumlah judul gim lain sudah lebih dulu sukses diadaptasi ke layar lebar, seperti Sonic the Hedgehog, Mortal Kombat, The Super Mario Bros., hingga A Minecraft Movie yang rilis tahun ini.
Kesepakatan ini juga jadi bagian dari rangkaian langkah berani Paramount setelah merger besar yang mereka lakukan. Studio ini sebelumnya berhasil menggaet kreator serial Stranger Things untuk proyek-proyek baru mereka, dan mengamankan kontrak siaran eksklusif Ultimate Fighting Championship (UFC) selama tujuh tahun ke depan. Kesepakatan jangka panjang tersebut semakin memperkuat posisi Paramount sebagai pemain utama dalam bisnis hiburan global, dari film, serial, hingga tayangan olahraga bergengsi.
CEO Paramount, David Ellison menyebut proyek ini bagaikan mimpi yang jadi kenyataan. “Dari gim pertama sampai seri Modern Warfare dan Black Ops, saya sudah menghabiskan banyak waktu memainkan franchise ini. Dipercaya membawa semesta luar biasa ini ke layar lebar adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar,” ujarnya.
Presiden Activision, Rob Kostich, menambahkan bahwa Paramount adalah mitra yang tepat untuk membawa aksi intens khas Call of Duty ke film. “Sepanjang sejarahnya, Call of Duty selalu memikat jutaan orang di seluruh dunia dengan aksi luar biasa dan cerita yang seru. Film ini akan menghormati dan mengembangkan apa yang membuat waralaba ini spesial sejak awal,” katanya.
Genhype penggemar gim Call of Duty, siapa yang tidak sabar menunggu film ini?
Baca Juga: Lady Gaga Main di Serial Wednesday Musim Kedua sebagai Rosaline Rotwood
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.