Grup Bimbo yang terdiri dari Acil bersama kakaknya Sam dan adiknya Jaka (Sumber gambar: Instagram/triobimboofficial)

Rekam Jejak Acil bersama Grup Bimbo & Album-album Terbaiknya di Belantika Musik Indonesia

02 September 2025   |   08:04 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Musisi legendaris Raden Darmawan Dajat Hardjakusumah atau akrab disapa Acil Bimbo berpulang pada Senin, 1 September 2025. Kepergiannya terjadi hanya beberapa hari setelah dia merayakan ulang tahun ke-82 pada 20 Agustus lalu.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh cucu almarhum, Adhisty Zara. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, mantan personel JKT48 itu membagikan informasi mengenai wafatnya sang kakek tercinta.

“Innalilahi wa innailaihi rojiun. Darmawan Kusumawardhana Hardjakusumah. Pada Senin, 1 September 2025 pukul 22.13 WIB,” tulis Zara dalam unggahannya.

Baca juga: Musisi Legendaris Acil Bimbo Meninggal Dunia di Usia 82 Tahun
 

Acil Bimbo dikenal sebagai salah satu musisi legendaris Indonesia yang ikut membidani lahirnya grup musik Bimbo. Lahir di Bandung, Jawa Barat pada 20 Agustus 1943, dia bersama kakaknya Sam dan adiknya Jaka serta kemudian Iin Parlina, telah memberi warna besar bagi musik Indonesia sejak 1966.

Sebagai salah satu pendiri, Acil memegang peran penting dalam perjalanan panjang Bimbo. Bimbo merupakan grup yang tumbuh da dikenal menjadi ikon musik dengan ciri harmoni vokal khas serta lirik yang puitis.

Lewat lagu-lagunya, Bimbo tidak hanya menyanyikan tema cinta yang penuh canda dan hal-hal ringan sehari-hari. Mereka juga menghadirkan kritik sosial yang tajam. Bahkan, karya mereka lainnya juga menjadi medium spiritual melalui lagu-lagu bernuansa religius, membuktikan spektrum bermusiknya yang kaya.

Grup Bimbo lahir dari perjalanan panjang. Dari Band Aneka Nada pada era 1960-an, lalu berganti menjadi Trio Los Bimbos pada 1967, sebelum akhirnya memutuskan memakai nama Bimbo. Formasi awal terdiri atas tiga bersaudara, yakni Sam, Acil, dan Jaka, tetapi kemudian bertambah dengan Iin Parlina.

Nama Bimbo sendiri diberikan oleh sutradara TVRI, Hamid Gruno. Saat tampil perdana di televisi pada 1966, grup ini kala itu konon belum memiliki nama resmi. Lalu, Hamid menyarankan “Bimbo” yang berarti “bagus.” Sejak itu, identitas mereka melekat dengan nama tersebut.

Trio Los Bimbos sempat bergaya Latin, dipengaruhi oleh musik yang dianggap dekat dengan tembang Sunda. Keduanya memiliki kesamaan pada dominasi nada minor serta penggunaan instrumen perkusi dan gendang.

Namun, perjalanan menuju pengakuan publik band ini tidak mudah. Di awal karier, Bimbo diketahui sempat ditolak oleh perusahaan rekaman lokal. Meski begitu, semangat tak pernah padam hingga akhirnya kontrak pertama datang dari Singapura.

Di negeri tetangga, mereka bernyanyi di Ming Court Hotel sekaligus merekam album dengan label Fontana di bawah Polydor Singapura pada 1970. Album debut tersebut sukses dan memperkenalkan nama mereka lebih luas.

Salah satu yang jadi sorotan kala itu ialah sampul belakang albumnya menampilkan kalimat ikonik: “Menyanyi adalah media seni yang paling cepat menyentuh perasaan seseorang. Tanpa melalui kata-kata, seseorang bisa dibawa hanyut.” Kutipan itu mencerminkan filosofi musik mereka.

Kesuksesan di Singapura membuka jalan untuk menembus pasar Indonesia. Pada 1971, mereka merilis album Trio Bimbo yang kemudian tercatat sebagai salah satu album penting dalam sejarah musik Indonesia.

Rolling Stone Indonesia menempatkan album itu di posisi ke-19 dari daftar 150 Album Indonesia Terbaik. Sementara itu, lagu-lagu seperti “Melati dari Djajagiri” dan “Flamboyant” turut masuk dalam daftar lagu terbaik versi jenama waralaba media musik tersebut.
 

Perjalanan Bimbo berlanjut dengan sederet album, mulai dari Trio Bimbo Bersama 4 Nada (1972), Bimbo 84, Citra Nan Biru, hingga album bernuansa religi seperti Lailatul Qadar dan Qasidah. Banyak dari karya mereka masih digemari hingga kini.

Lagu-lagu legendaris seperti “Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya,” “Tuhan,” “Sajadah Panjang,” hingga “Rindu Kami Padamu” menjadi warisan musik yang abadi. Tak sedikit musisi lintas generasi yang menghidupkan kembali lagu-lagu tersebut, termasuk Chrisye dan Noah.

Dengan rekam jejaknya yang panjang, Bimbo telah mendapat banyak apresiasi besar. Mereka menerima penghargaan Lifetime Achievement Award di SCTV Music Award 2006, Indonesian Choice Awards 2017, hingga AMI Awards 2019. Bahkan, Bimbo juga pernah mendapat penghargaan internasional, termasuk dari Presiden AS Ronald Reagan dan pemimpin Uni Soviet Leonid Brezhnev.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Musisi Legendaris Acil Bimbo Meninggal Dunia di Usia 82 Tahun

BERIKUTNYA

Jadwal & Cara Penukaran Tiket Pestapora 2025 On The Spot

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga