Musisi Legendaris Acil Bimbo Meninggal Dunia di Usia 82 Tahun
02 September 2025 |
07:48 WIB
Kabar duka tengah menyelimuti dunia musik Indonesia. Musisi legendaris Tanah Air, Raden Darmawan Dajak Hardjakusumah, atau lebih akrab dikenal dengan nama Acil Bimbo, dikabarkan telah meninggal dunia pada Senin malam, 1 September 2025.
Kabar tersebut disampaikan oleh saudara sekaligus rekan satu grupnya, Samsudin Hardjakusumah, yang akrab dikenal dengan nama Sam Bimbo. Dia menyebutkan bahwa sang adik telah berpulang dan meminta agar masyarakat berkenan memberikan doa serta memaafkan segala kesalahan almarhum.
Baca juga: Hypereport: Jeritan Pencipta Lagu, Nihilnya Royalti Konser hingga Transparansi & Digitalisasi
"Innalillahi wa inna ilaihi roojiuun. Dengan berat hati, izinkan kami menyampaikan berita duka. Telah wafat dengan tenang, Darmawan Kusumawardhana Hardjakusumah (Acil Bimbo), pada Senin, 1 September 2025," tulis Sam.
Pihak keluarga menyebut jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka di Kompleks Dosen Universitas Padjadjaran, Jalan Biologi Nomor 4, pada pukul 10.00 WIB ke Masjid Mualimin yang terletak di Jalan Agronomi, Kompleks Dosen UNPAD, untuk disalatkan.
Usai prosesi salat jenazah, almarhum akan dimakamkan di pemakaman keluarga yang berada di Cipageran, Cimahi. Prosesi pemakaman ini akan dihadiri keluarga besar, kerabat, serta sejumlah rekan dan sahabat dekat.
Kabar duka tersebut juga dikonfirmasi oleh cucu almarhum, Adhisty Zara. Melalui unggahan di laman Instagram pribadinya, mantan anggota JKT48 itu menyampaikan berita kepergian sang kakek tercinta.
Dalam unggahan tersebut, Zara menuliskan kalimat doa disertai informasi waktu wafatnya. “Innalilahi wa innailaihi rojiun. Darmawan Kusumawardhana Hardjakusumah. Pada Senin 1 September 2025 jam 22.13 WIB,” tulisnya.
Acil Bimbo menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat, pada usia 82 tahun setelah berjuang melawan kanker paru-paru. Dalam unggahan lainnya, Zara menambahkan bahwa sang kakek kini telah terbebas dari rasa sakit. “Kiyang (aki sayang) udah enggak sakit lagi,” tulisnya.
Raden Darmawan Dajat Hardjakusumah, atau yang lebih dikenal dengan nama Acil, lahir pada 20 Agustus 1943. Dia merupakan salah satu personel penting dari grup musik legendaris Bimbo yang mewarnai perjalanan musik Indonesia selama puluhan tahun.
Sejak 1966, Acil bersama Sam, Jaka, dan Iin aktif berkarya melalui grup Bimbo. Mereka dikenal mampu membawakan lagu lintas genre, mulai dari folk, pop, pop rohani, melayu, hingga keroncong, yang menjadikan Bimbo tetap relevan di berbagai era.
Dalam perjalanan kariernya, Bimbo menghasilkan banyak karya ikonis dengan tema beragam, mulai dari kritik sosial hingga refleksi spiritual. Salah satu lagu yang paling melekat adalah Sajadah Panjang yang dirilis pada 1984 dengan lirik karya Taufiq Ismail. Lagu ini bahkan sempat diaransemen ulang oleh Gigi pada 2006 dan NOAH pada 2016.
Tak hanya di musik, Acil juga sempat merambah dunia akting. Dia tampil dalam film Ambisi pada 1973 dan Tante Sun pada 1977, yang menunjukkan sisi lain dari kreativitasnya di luar panggung musik.
Selain berkarya di dunia hiburan, Acil juga aktif dalam kegiatan sosial. Dia mendirikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bandung Spirit pada tahun 2000 dan turut menjadi pembina serta penasihat di berbagai organisasi sosial maupun kebudayaan.
Acil menikah dengan Ernawati dan dikaruniai empat orang anak. Beberapa cucunya, termasuk Adhisty Zara dan Hasyakyla Utami, juga mengikuti jejaknya di dunia hiburan.
Kini, Acil memang telah berpulang, tetapi jejaknya akan tetap hidup dalam ingatan para penggemar. Karya dan dedikasinya di dunia musik menjadikannya sosok yang tak mudah dilupakan. Semangatnya dalam berkarya juga akan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Kabar tersebut disampaikan oleh saudara sekaligus rekan satu grupnya, Samsudin Hardjakusumah, yang akrab dikenal dengan nama Sam Bimbo. Dia menyebutkan bahwa sang adik telah berpulang dan meminta agar masyarakat berkenan memberikan doa serta memaafkan segala kesalahan almarhum.
Baca juga: Hypereport: Jeritan Pencipta Lagu, Nihilnya Royalti Konser hingga Transparansi & Digitalisasi
"Innalillahi wa inna ilaihi roojiuun. Dengan berat hati, izinkan kami menyampaikan berita duka. Telah wafat dengan tenang, Darmawan Kusumawardhana Hardjakusumah (Acil Bimbo), pada Senin, 1 September 2025," tulis Sam.
Pihak keluarga menyebut jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka di Kompleks Dosen Universitas Padjadjaran, Jalan Biologi Nomor 4, pada pukul 10.00 WIB ke Masjid Mualimin yang terletak di Jalan Agronomi, Kompleks Dosen UNPAD, untuk disalatkan.
Usai prosesi salat jenazah, almarhum akan dimakamkan di pemakaman keluarga yang berada di Cipageran, Cimahi. Prosesi pemakaman ini akan dihadiri keluarga besar, kerabat, serta sejumlah rekan dan sahabat dekat.
Kabar duka tersebut juga dikonfirmasi oleh cucu almarhum, Adhisty Zara. Melalui unggahan di laman Instagram pribadinya, mantan anggota JKT48 itu menyampaikan berita kepergian sang kakek tercinta.
Dalam unggahan tersebut, Zara menuliskan kalimat doa disertai informasi waktu wafatnya. “Innalilahi wa innailaihi rojiun. Darmawan Kusumawardhana Hardjakusumah. Pada Senin 1 September 2025 jam 22.13 WIB,” tulisnya.
Acil Bimbo menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat, pada usia 82 tahun setelah berjuang melawan kanker paru-paru. Dalam unggahan lainnya, Zara menambahkan bahwa sang kakek kini telah terbebas dari rasa sakit. “Kiyang (aki sayang) udah enggak sakit lagi,” tulisnya.
Raden Darmawan Dajat Hardjakusumah, atau yang lebih dikenal dengan nama Acil, lahir pada 20 Agustus 1943. Dia merupakan salah satu personel penting dari grup musik legendaris Bimbo yang mewarnai perjalanan musik Indonesia selama puluhan tahun.
Sejak 1966, Acil bersama Sam, Jaka, dan Iin aktif berkarya melalui grup Bimbo. Mereka dikenal mampu membawakan lagu lintas genre, mulai dari folk, pop, pop rohani, melayu, hingga keroncong, yang menjadikan Bimbo tetap relevan di berbagai era.
Dalam perjalanan kariernya, Bimbo menghasilkan banyak karya ikonis dengan tema beragam, mulai dari kritik sosial hingga refleksi spiritual. Salah satu lagu yang paling melekat adalah Sajadah Panjang yang dirilis pada 1984 dengan lirik karya Taufiq Ismail. Lagu ini bahkan sempat diaransemen ulang oleh Gigi pada 2006 dan NOAH pada 2016.
Tak hanya di musik, Acil juga sempat merambah dunia akting. Dia tampil dalam film Ambisi pada 1973 dan Tante Sun pada 1977, yang menunjukkan sisi lain dari kreativitasnya di luar panggung musik.
Selain berkarya di dunia hiburan, Acil juga aktif dalam kegiatan sosial. Dia mendirikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bandung Spirit pada tahun 2000 dan turut menjadi pembina serta penasihat di berbagai organisasi sosial maupun kebudayaan.
Acil menikah dengan Ernawati dan dikaruniai empat orang anak. Beberapa cucunya, termasuk Adhisty Zara dan Hasyakyla Utami, juga mengikuti jejaknya di dunia hiburan.
Kini, Acil memang telah berpulang, tetapi jejaknya akan tetap hidup dalam ingatan para penggemar. Karya dan dedikasinya di dunia musik menjadikannya sosok yang tak mudah dilupakan. Semangatnya dalam berkarya juga akan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.