Sinopsis Film Jujutsu Kaisen: Hidden Inventory/Premature Death The Movie
02 September 2025 |
11:00 WIB
Film Jujutsu Kaisen: Hidden Inventory/Premature Death The Movie akhirnya dipastikan tayang di bioskop Indonesia mulai 5 September 2025. Sebelumnya, film ini telah lebih dulu beredar terbatas di bioskop-bioskop Jepang sejak 30 Mei 2025 lalu.
Kendati demikian, di Jepang, film ini telah mendapat sambutan yang meriah dari penggemar kala itu. Dalam tiga hari penayangan perdananya di Jepang, film ini sukses meraih pendapatan sekitar Rp21,8 miliar. Pencapaian itu diperoleh dari penjualan lebih dari 138 ribu lembar tiket.
Dengan angka tersebut, Jujutsu Kaisen: Hidden Inventory/Premature Death berhasil menempati posisi keempat di box office Jepang saat minggu pertama rilis. Pencapaian itu terbilang istimewa mengingat persaingan ketat dengan berbagai film besar lainnya yang tayang di periode yang sama.
Baca juga: Info Pembelian Tiket Fans Screening Jujutsu Kaisen: Hidden Inventory / Premature Death The Movie
Berbekal popularitas tinggi dari perilisan di Jepang, Jujutsu Kaisen: Hidden Inventory/Premature Death akan menyapa penonton Indonesia. Film ini sendiri merupakan adaptasi dari arc “Hidden Inventory”, yang sebelumnya sudah ditayangkan dalam musim kedua anime Jujutsu Kaisen. Arc tersebut dikenal sebagai salah satu bagian paling emosional dalam seri karena menjadi titik balik besar.
Film Jujutsu Kaisen: Hidden Inventory/Premature Death hadir sebagai kompilasi dari musim kedua anime Jujutsu Kaisen. Ceritanya menyoroti masa lalu dua penyihir kuat, Satoru Gojo dan Suguru Geto, sebelum keduanya berakhir sebagai musuh besar.
Pada masa SMA, Gojo dan Geto dikenal memiliki hubungan persahabatan yang erat. Keduanya mendapat misi dari Tengen untuk melindungi seorang gadis bernama Riko Amanai, yang ditetapkan sebagai Star Plasma Vessel. Sosok Riko dianggap penting karena pengorbanannya diyakini mampu menjaga keseimbangan dunia jujutsu.
Namun, perjalanan mereka tidaklah mudah. Misi yang seharusnya menjadi tanggung jawab besar itu justru diwarnai berbagai rintangan, termasuk kemunculan Toji Fushiguro yang mengancam jalannya tugas. Kehadiran Toji pun menjadi titik krusial dalam cerita yang mengubah arah hidup Gojo dan Geto selamanya.
Secara emosional, film ini menekankan sisi manusiawi dari para karakter. Persahabatan yang perlahan terkoyak, beban tanggung jawab, hingga dilema pengorbanan menjadi inti yang membuat cerita arc ini begitu membekas bagi penggemar.
Sejumlah pengisi suara ternama juga kembali hadir dalam film ini. Yuichi Nakamura memerankan Satoru Gojo, Takahiro Sakurai mengisi suara Suguru Geto, Takehito Koyasu sebagai Toji Fushiguro, Aya Endo berperan sebagai Shoko Ieiri, dan Anna Nagase menghidupkan karakter Riko Amanai.
Kehadiran Jujutsu Kaisen: Hidden Inventory/Premature Death The Movie di bioskop Indonesia diyakini akan menjadi magnet besar bagi penggemar. Terlebih, film anime sebelumnya, Demon Slayer: Infinity Castle sukses mencapai lebih dari 2,2 juta penonton di Indonesia.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Kendati demikian, di Jepang, film ini telah mendapat sambutan yang meriah dari penggemar kala itu. Dalam tiga hari penayangan perdananya di Jepang, film ini sukses meraih pendapatan sekitar Rp21,8 miliar. Pencapaian itu diperoleh dari penjualan lebih dari 138 ribu lembar tiket.
Dengan angka tersebut, Jujutsu Kaisen: Hidden Inventory/Premature Death berhasil menempati posisi keempat di box office Jepang saat minggu pertama rilis. Pencapaian itu terbilang istimewa mengingat persaingan ketat dengan berbagai film besar lainnya yang tayang di periode yang sama.
Baca juga: Info Pembelian Tiket Fans Screening Jujutsu Kaisen: Hidden Inventory / Premature Death The Movie
Berbekal popularitas tinggi dari perilisan di Jepang, Jujutsu Kaisen: Hidden Inventory/Premature Death akan menyapa penonton Indonesia. Film ini sendiri merupakan adaptasi dari arc “Hidden Inventory”, yang sebelumnya sudah ditayangkan dalam musim kedua anime Jujutsu Kaisen. Arc tersebut dikenal sebagai salah satu bagian paling emosional dalam seri karena menjadi titik balik besar.
Film Jujutsu Kaisen: Hidden Inventory/Premature Death hadir sebagai kompilasi dari musim kedua anime Jujutsu Kaisen. Ceritanya menyoroti masa lalu dua penyihir kuat, Satoru Gojo dan Suguru Geto, sebelum keduanya berakhir sebagai musuh besar.
Pada masa SMA, Gojo dan Geto dikenal memiliki hubungan persahabatan yang erat. Keduanya mendapat misi dari Tengen untuk melindungi seorang gadis bernama Riko Amanai, yang ditetapkan sebagai Star Plasma Vessel. Sosok Riko dianggap penting karena pengorbanannya diyakini mampu menjaga keseimbangan dunia jujutsu.
Namun, perjalanan mereka tidaklah mudah. Misi yang seharusnya menjadi tanggung jawab besar itu justru diwarnai berbagai rintangan, termasuk kemunculan Toji Fushiguro yang mengancam jalannya tugas. Kehadiran Toji pun menjadi titik krusial dalam cerita yang mengubah arah hidup Gojo dan Geto selamanya.
Secara emosional, film ini menekankan sisi manusiawi dari para karakter. Persahabatan yang perlahan terkoyak, beban tanggung jawab, hingga dilema pengorbanan menjadi inti yang membuat cerita arc ini begitu membekas bagi penggemar.
Sejumlah pengisi suara ternama juga kembali hadir dalam film ini. Yuichi Nakamura memerankan Satoru Gojo, Takahiro Sakurai mengisi suara Suguru Geto, Takehito Koyasu sebagai Toji Fushiguro, Aya Endo berperan sebagai Shoko Ieiri, dan Anna Nagase menghidupkan karakter Riko Amanai.
Kehadiran Jujutsu Kaisen: Hidden Inventory/Premature Death The Movie di bioskop Indonesia diyakini akan menjadi magnet besar bagi penggemar. Terlebih, film anime sebelumnya, Demon Slayer: Infinity Castle sukses mencapai lebih dari 2,2 juta penonton di Indonesia.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.