Ilustrasi work from home. (Sumber foto: Freepik)

4 Cara Jaga Produktivitas Saat Kerja dari Rumah

01 September 2025   |   14:00 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Sistem work from home kembali diterapkan sebagian pekerja di Jakarta menyusul imbauan pemerintah terkait aksi unjuk rasa di sejumlah titik di pusat kota. Meski bukan hal baru, penerapannya tetap perlu diperhatikan agar karyawan bisa bekerja dengan produktif.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta, Syaripudin, melalui Surat Edaran Nomor e-0014/SE/2025, mengimbau para pimpinan perusahaan atau tempat kerja di wilayah DKI Jakarta yang berlokasi dekat titik unjuk rasa untuk menerapkan sistem kerja dari rumah.

Baca juga: Mengenal Butterfly Hug dan Manfaatnya untuk Mengatasi Kecemasan Berlebih

Selain itu, perusahaan atau tempat usaha juga diminta untuk mengombinasikan sistem kerja dari rumah (work from home) dengan kerja dari kantor (work from office) apabila jenis pekerjaannya bersifat layanan 24 jam atau membutuhkan interaksi langsung dengan masyarakat.

Pemprov DKI turut mengimbau agar pelaku usaha melaporkan pelaksanaan kebijakan ini secara daring melalui tautan resmi Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta di https://bit.ly/LaporanWFH-Aksi.

Perlu diketahui, bekerja dari rumah ibarat dua mata pisau. Di satu sisi, sistem ini dapat meningkatkan produktivitas berkat lingkungan kerja yang lebih nyaman, fleksibilitas waktu, serta efisiensi perjalanan. Namun di sisi lain, work from home juga berpotensi menurunkan kinerja karena keterbatasan fasilitas, gangguan di rumah, hingga risiko stres.

Untuk mengurangi dampak negatif dan menjaga produktivitas, pekerja dianjurkan menyiapkan ruang kerja yang kondusif, mengatur jadwal secara disiplin, serta menjaga komunikasi yang baik dengan tim maupun atasan.

Berikut berbagai cara yang dapat dilakukan Genhype: 


1. Kurangi Distraksi

Berbeda dengan bekerja di kantor, gangguan saat bekerja dari rumah sering kali lebih besar dan sulit dikendalikan. Distraksi bisa datang dalam berbagai bentuk, mulai dari suara bising, aktivitas sekitar rumah, hingga ajakan berbincang dari tetangga.

Untuk mengatasinya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Misalnya, jika sumber gangguan berasal dari suara televisi yang terlalu keras, Anda bisa meminta anggota keluarga untuk mengecilkan volumenya agar suasana kerja tetap kondusif.


2. Siapkan Ruang Kerja Khusus

Ruang khusus untuk bekerja sering dianggap sepele sehingga banyak orang tidak menyiapkannya. Akibatnya, aktivitas kerja kerap dilakukan di ruang keluarga, kamar, bahkan teras rumah. Kondisi ini membuat konsentrasi mudah terpecah karena pekerjaan bercampur dengan aktivitas rumah tangga.

Bagi yang belum memiliki area khusus, sebaiknya segera menata ruang kerja tersendiri di rumah. Tentukan satu sudut khusus, lalu komunikasikan kepada anggota keluarga bahwa area tersebut adalah zona kerja yang sebaiknya tidak diganggu.
 

3. Tetapkan Waktu Kerja

Berbeda dengan bekerja di kantor, bekerja dari rumah sering kali membuat batas waktu kerja menjadi kabur. Alih-alih produktivitas meningkat, kondisi ini justru bisa menurunkannya karena energi terkuras dan konsentrasi melemah. Penting untuk tetap konsisten menjaga jam kerja, misalnya dengan menutup akun atau mematikan laptop begitu waktu kerja selesai.
 

4. Bangun Suasana Kantor

Saat bekerja dari rumah, godaan untuk tidak mandi atau hanya mengenakan pakaian seadanya memang besar karena tidak ada pertemuan langsung dengan rekan kerja maupun atasan. Sekilas terlihat sepele, namun hal ini dapat mengurangi suasana kerja yang profesional dan pada akhirnya berdampak pada turunnya produktivitas.

Karena itu, tetaplah menjaga rutinitas seperti bangun pagi, mandi, dan berpakaian rapi sebelum memulai pekerjaan. Kebiasaan ini membantu mempersiapkan mental agar lebih fokus dan siap bekerja layaknya di kantor, meskipun aktivitas dilakukan dari rumah.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Band Legendaris Dream Theater Umumkan Bakal Kembali Konser di Indonesia Tahun 2026

BERIKUTNYA

Ini Alasan Aksi Demonstrasi Seharusnya Tidak Merusak Fasilitas Transportasi Umum

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga