Aktris Hayati Azis (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Aktris Hayati Azis Cerita Pengalaman Berkesan Syuting Film Sweet Dreams

30 August 2025   |   13:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Aktris Hayati Azis tak bisa menutupi rasa bahagianya saat mengenang kembali pengalaman syuting film Sweet Dreams garapan sutradara Ena Sendijarevic. Dia menilai keterlibatannya dalam film yang tayang perdana di Locarno Film Festival pada 2023 itu sebagai salah satu momen paling berkesan sepanjang kariernya.

Locarno Film Festival merupakan festival film internasional prestisius yang diadakan setiap tahun di Locarno, Swiss, sejak 1946. Tak sembarang film bisa melakukan pemutaran perdana dunia (world premier) di festival ini, tetapi Sweet Dreams jadi salah satu karya yang berhasil lolos kurasi ketat kala itu.

Di Locarno Film Festival 2023, film ini juga berhasil memenangkan penghargaan Junior Jury Award & Best Performance. Film ini kemudian juga dipilih sebagai pembuka Festival Film Belanda ke-43. Di Belanda, film tersebut mendapat nominasi di delapan kategori dan berhasil membawa pulang enam kemenangan.

Baca juga: Review Film Siapa Dia, Sebuah Surat Cinta Sekaligus Kegelisahan Garin Nugroho
 

Ketika Sweet Dreams mencuri perhatian dunia pada pertengahan 2023, film ini juga sempat diputar khusus di Indonesia lewat Jakarta Film Week. Dua tahun berselang, karya tersebut kembali menyapa penonton Tanah Air melalui pemutaran di Asrul Sani Theatre, Taman Ismail Marzuki, sebagai bagian dari Road to Jakarta Film Week 2025.

Hayati mengatakan bisa menjadi bagian di film koproduksi Belanda, Indonesia, Swedia, dan Prancis merupakan satu pengalaman yang sangat menarik. Aktris yang juga peragawati ini bercerita keterlibatannya di film ini bermula pada 2021.

Kala itu, dirinya mendapatkan tawaran syuting dari agensinya untuk sebuah film global. Tanpa pikir panjang, Hayati pun mencoba peruntunganya dengan mendaftarkan diri. Hayati bercerita waktu itu dirinya masih begitu baru di dunia perfilman.

"Karena waktu itu masih pandemi Covid-19, proses casting itu masih lewat video gitu. untuk dilihat sutradara. At the end kita ada meeting in person juga, tapi waktu itu benar-benar complicated ya, karena masih pandemi, harus ada karantina dulu lah, director harus nginep di hotel baru bisa ketemu, tahap-tahapnya cukup panjang ya," ungkap Hayati saat ditemui seusai pemutaran Sweet Dreams dalam Road To Jakarta Film Week 2025.

Setelah melewati berbagai proses, dirinya akhirnya diterima untuk memerankan karakter Siti. Namun, tantangan tak berhenti sampai di situ. Proses syuting di masa pandemi bukanlah hal sederhana, terutama menyangkut perizinan. Hayati mengungkapkan, proyek film ini bahkan sempat tertunda akibat kendala protokol kesehatan saat itu.

Situasi baru menemukan jalan keluar ketika salah satu produser mendapatkan lokasi alternatif di sebuah pulau kecil dekat Madagaskar, yang kondisi lingkungannya mirip dengan Indonesia.

"Akhirnya kita syuting di pulau tersebut untuk menggambarkan suasana Indonesia-nya," imbuhnya.

Selain merasa bangga karena filmnya diputar di sejumlah festival bergengsi, Hayati juga menilai pengalaman paling berkesan lainnya ialah kesempatan menjalani syuting dengan standar produksi internasional. Bagi dirinya, bekerja dalam film produksi Belanda tersebut membuka perspektif baru tentang bagaimana sebuah film seharusnya digarap.

Hal yang paling mencolok, menurut Hayati, terlihat dari profesionalisme tim dan para pemain, terutama dalam hal kedisiplinan waktu. Pola kerja di lokasi syuting juga berbeda, dengan suasana yang dibangun penuh rasa saling menghormati.

"Ketika di set lokasi, mereka udah bener-bener tahu apa yang mau dilakuin. Terus, kita juga diajak lebih punya critical thinking yang lebih luas untuk membangun dan menemukan karakter kita," jelasnya

Hayati bercerita sering terlibat diskusi intens dengan sutradara Ena, membedah kemungkinan-kemungkinan baru dari tokoh yang dia perankan. Baginya, kesempatan semacam itu adalah bentuk penghargaan besar atas perannya sebagai seorang aktris.

Dia pun terkesan dengan semangat kolektif di balik layar. Setiap anggota tim bekerja disiplin, efisien, tetapi tetap melakukannya dengan hati. Seolah, katanya, setiap orang menanamkan jiwa mereka ke dalam karya yang sedang dibangun.

"Aku ngeliat tuh kayak 'wow' ini juga yang bikin aku dan juga pemain lain jadi lebih semangat untuk juga menampilkan yang terbaik," tegasnya.
 


Sweet Dreams menyajikan kisah satir dengan balutan estetika megah yang menyingkap sisi tragis dari keruntuhan kolonialisme Eropa. Cerita bermula dari wafatnya Jan (Hans Dagelet), seorang taipan gula Belanda, secara mendadak di Sumatera.

Kepergian itu mengejutkan sang istri, Agathe (Renee Sotendijk). Putranya, Cornelis (Florian Myjer), bersama istrinya yang tengah hamil, Josefien (Lisa Zweerman), kemudian datang ke Sumatera untuk menguasai warisan keluarga. 

Namun, rencana mereka menemui jalan buntu saat mendapati keberadaan gundik Jan, Siti (Hayati Azis), ternyata lebih memiliki posisi penting dalam wasiat yang ditinggalkan oleh almarhum.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Daftar Lineup Lengkap Jakarta World Cinema 2025, Ada Sentimental Value

BERIKUTNYA

Fenomena Live TikTok Saat Demo, Antara Media Pengawasan Publik & Ajang Cari Gift

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga